<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715</id><updated>2011-10-24T09:43:02.846-07:00</updated><title type='text'>ISLAM PENYEMPURNA AGAMA SEBELUMNYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indo-islam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-7326792087848460682</id><published>2011-10-24T09:43:00.003-07:00</published><updated>2011-10-24T09:43:02.882-07:00</updated><title type='text'>Hati-hati, Umat Islam Diobok-Obok Yahudi</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir ini pemberitaan tentang Front Pembela Islam ( FPI ) terkait dengan Wikileaks yang mengungkapkan, kawat diplomatik tertanggal 19 Februari 2006, menyebutkan anggota Badan Intelijen Negara Yahya Assegaf dekat dengan FPI. Yahya pulalah yang memberi peringatan kepada kedutaan Amerika Serikat atas aksi protes FPI terhadap kartun Nabi Muhammad SAW. Yahya juga menyatakan FPI adalah “attack dog” bagi kepolisian, menjadi topik yang cukup menarik untuk dicermati. Menurut Munarman, SH., selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI), apa yang disampaikan Yahya ke kedutaan sama saja menjual informasi negara. Apalagi Yahya melalui anaknya Hani Yahya Assegaf ternyata mendirikan Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), sebuah LSM yang memiliki agenda untuk mempromosikan zionisme internasional. Itu ada di anggaran dasar IIPAC, tujuannya jelas adalah membangun hubungan dengan Israel dan pada tingkatan yang kongkrit secara politik sampai berdirinya kedutaan besar Israel di Indonesia. Bahkan dalam beberapa wawancara di media, orang-orang IIPAC menyatakan akan mempromosikan beberapa nama untuk menjadi presiden. Itu artinya, supaya ketika mereka memiliki pengaruh kepada kandidat presiden dan berhasil menjadikan kandidat tersebut presiden, maka harapan mereka akan terwujud, yakni mendirikan kedutaan Israel di Indonesia. Itulah agenda utamanya. Beberapa  informasi lain bahkan menyebutkan bahwa Hani Yahya Assegaf ini juga menyusup ke berbagai aktivis Islam lainnya, termasuk aktivis-aktivis gerakan jihad, bahkan dikabarkan sempat tidur bersama, sempat membiayai. Bahkan dia sempat memberi uang sampai hampir 1.000 dollar kepada aktivis gerakan jihad, untuk mendapatkan informasi segala macam, membiayai keberangkatan ke luar negeri, membuatkan paspor palsu, kepada aktivis-aktivis gerakan Islam dan gerakan jihad, tujuan utamanya kembali kepada menggunakan taktik aborsi, agar ketika jaringannya diketahui lalu diprovokasi supaya melakukan tindakan yang bisa dihukum, itu akan diserang dengan proses hukum akhirnya gerakannya mati. Itu sebenarnya agenda mereka kepada gerakan Islam.Di dokumen Akta Pendirian IIPAC yang didaftarkan melalui Notaris Nirmawati Marcia SH di Jakarta tertanggal 21 Januari 2002, tercatat nama-nama pendiri IIPAC, sebanyak 5 orang, yaitu :&lt;br /&gt;Benjamin Ketang&lt;br /&gt;Mr. Sakata Barus&lt;br /&gt;Mr. Poppe Alexander Z&lt;br /&gt;Mr. Hani Yahya Assegaf alias Han Sagov&lt;br /&gt;Mr. Y. Gatot Prihandono, SSI&lt;br /&gt;Di Pasal 2 Akta Pendirian tersebut dijelaskan tujuan IIPAC, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional, dan melindungi hak-hak warga Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia. Dalam artikel yang ditulis oleh Artawijaya berjudul “Waspada, Hubungan Gelap Penguasa dan Pengusaha Israel” dijelaskan bagaimana Direktur IIPAC, Benyamin Ketang, begitu bernafsu untuk bisa membuka hubungan dengan zionis yahudi Israel.&lt;br /&gt;Benjamin Ketang mengatakan,”Saya rasa dampak ekspansi Israel di Indonesia tidak perlu 10 tahun dari sekarang. Tiga tahun saja kalau ada komando dari Israel, maka mereka akan beramai-ramai datang ke Indonesia,” ujarnya. Pria asal Jember, Jawa Timur, yang merupakan alumnus Hebrew University ini kemudian menegaskan, “Tradisi orang Yahudi itu kalau komunikasi selalu dengan high level, levelnya pasti presiden atau menteri…” Ketang yang membidani lahirnya lembaga lobi Yahudi di Indonesia ini menyatakan, investor Israel saat ini melirik sektor teknologi informasi dan pertanian. Dua sektor ini tentu sangat strategis dan penting, karena berkaitan denga hajat hidup orang banyak.&lt;br /&gt;Sementara itu Munarman menjelaskan kaitan Hani Yahya Assegaf, sebagai pendiri ke-3 dari IIPAC dengan Benyamin Ketang, dan agenda zionisme yahudi internasional.&lt;br /&gt;“Kalau kita perhatikan tujuan IIPAC dalam pasal dua jelas, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional. Yahudi Internasional ini jangan lupa, sebagaimana dalam buku “International Jews” karya Henry Ford, itu jelas sekali bagaimana kejahatan-kejahatan International Jews ini. Nah, dia bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional yahudi tersebut, dan melindungi hak-hak warga Negara Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia. Jadi jelas sekali agendanya apa. Serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia. Saya kira agendanya sangat jelas sekali. Benyamin Ketang sendiri kalau kita lihat di dokumennya, adalah lulusan Hebrew University. Jadi dia memang dididik di Yerusalem, dia lulus tahun 2006, dengan gelar Master of Arts. Jadi, kaitannya jelas sekali antara Hani Assegaf, Benyamin Ketang, dan Yahya Assegaf. Clearly!”&lt;br /&gt;Dalam sebuah dokumen, nampak ijazah Benyamin Ketang, lelaki kelahiran 22 September 1972, asal Dusun Krajan RT 03/04 Desa Taman Sari Wuluhan, Jember, Jawa Timur, lulusan The Hebrew University of Jerusalem, Rothberg International School. Kelulusannya dalam ijazah tersebut ditanda tangani oleh Prof. Steven Kaplan, tertanggal 28 Juli, 2006.&lt;br /&gt;Menurut Artawijaya, Benjamin Ketang adalah kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem. Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Ketang beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte. Menurut Benjamin Ketang sendiri, kemunculan IIPAC berawal dari kegagalan upaya Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (1999-2001) atas sokongan Presiden Abdurrahman Wahid untuk membuka hubungan dagang dengan Israel. Tak lama setelah kegagalan rencana Wahid dan Alwi itulah, terbentuk sebuah lembaga berbasis di Jakarta yang bercita-cita mengarahkan opini publik dan elit Indonesia agar pro-Israel. Lembaga yang dikendalikan delapan orang itu bernama Indonesia-Israel Public Affairs Committee, disingkat IIPAC. Logonya Bintang Daud bersegi selusin tapi warna dasarnya merah dan putih.&lt;br /&gt;Benyamin Ketang, Unggun Dahana, dan komunitas yahudi di Indonesia yang dibangunnya pernah merencanakan untuk merayakan kemerdekaan Israel, Sabtu 14 Mei 2011 lalu. Selain itu, mereka bersama dengan aktivis yahudi isreal lainnya, pernah mengadakan seminar akhir zaman “Persiapan Pembangunan Bait Allah” di Kelapa Gading Trade Center Hypermart Lt.2, Sabtu (25/06/2011). Dalam sebuah semiloka bertajuk “Mengungkap Jaringan Yahudi di Indonesia, Ahad (31/1/2010), Munarman, SH mengatakan bahwa jaringan yahudi menjalankan operasinya di Indonesia dengan menggunakan cover atau samaran. Salah satunya adalah kegiatan dagang. “Cara yang paling ampuh dalam mengelabuhi masyarakat adalah dengan informasi. Alatnya adalah media massa untuk melakukan propaganda. Propaganda itu dilakukan dengan menampilkan citra diri baik, menyembunyikan keburukan dirinya, dan membongkar kejelekan pihak lawan. Itulah yg dilakukan oleh media massa zionis Israel“.&lt;br /&gt;Kini menjadi lebih jelas mengapa Wikileaks membocorkan dokumen yang memfitnah FPI dan kaitannya dengan Yahya Assegaf, agen BIN, dan anaknya Hani Assegaf, yang merupakan pendiri IIPAC. Wikileaks, yang awalnya mendapat simpati seluruh dunia karena menjadi organisasi internasional pembocor dokumen Negara melalui situsnya, sejak November 2010, ternyata tidak lain hanya merupakan antek Zionism yahudi internasional. Hal ini semakin diperkuat dengan tidak adanya dan tidak beraninya Wikileaks membocorkan kawat diplomatik kedubes Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel. Hingga saat ini, belum penah ada rilis bahwa Wikileaks membocorkan dokumen kawat diplomatik kedutaan besar Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel, yang mengungkapkan kebobrokan ataupun adanya skandal politik di negeri zionis tersebut. Bahkan, kalau kita telusuri ke halaman penyimpanan dokumen Wikileaks, kita hanya menemukan 3 buah artikel tentang Israel, yang itupun belum dipublikasikan. Sebenarnya, keberadaan organisasi Wikileaks dan para pendirinya juga cukup misterius. Hingga saat ini, hanya Julian Assange yang diketahui identitasnya oleh publik. Assange juga menjabat sebagai direktur  dan anggota dari Dewan Penasihat Wikileaks. Sebelum mendirikan Wikileaks, Assange yang berasal dari Australia  merupakan seorang penerbit dan jurnalis. Julian Assange dipilih untuk mewakili Wikileaks di publik karena keadaan dirinya yang tidak memiliki rumah ataupun keluarga sehingga dianggap merupakan sosok yang tepat. Sementara itu, pendiri Wikileaks yang lainnya memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya. Sayangnya, bocoran dari Wikileaks terlanjur dipercaya publik. Padahal, tidak sedikit informasi dari Wikileaks justru menyesatkan dan merugikan umat Islam, contohnya dalam kasus fitnah terhadap FPI. Munarman SH, berpendapat bahwa bocoran-bocoran Wikileaks itu penuh dengan rekayasa dan keganjilan. Karenanya, Munarman menyayangkan ketidakkritisan media dalam mengutip bocoran Wikileaks. Semestinya, media mengungkapkan fakta-fakta ganjil dan pola kerja Wikileaks yang hanya bersumber pada kawat diplomatik Amerika kepada Washington, ungkapnya dalam sebuah wawancara, Senin (5/09/2011). “Kalau kita lihat pola yang ada di Wikileaks maka mereka selalu mengambil sumbernya dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di seluruh dunia, baik itu Indonesia, Malaysia, hampir semua Negara pernah dibocorkan oleh Wikileaks dan itu sumber satu-satunya adalah kawat diplomatik yang merupakan laporan diplomat-diplomat Amerika kepada Washington. Namun kita harus melihat dengan jernih, belum pernah ada bocoran kawat diplomatik oleh kedutaan Amerika di Tel Aviv, Israel. Jadi tidak pernah ada penilaian oleh diplomat Amerika terhadap kondisi Israel yang dibocorkan oleh Wikileaks. Ini adalah sebuah fakta yang harus menjadi perhatian. Dari sini sebetulnya kita bisa melihat sebetulnya fungsi dari Wikileaks adalah membuat destabilisasi di rezim-rezim dimana Negara yang rezimnya sudah tidak disukai Amerika, untuk menggoyang.” Beliau menambahkan bahwa modus yang ditempuh Wikileaks penuh rekayasa dan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah dengan metode viktimisasi yang mengesankan pendiri Wikileaks sebagai sosok tertindas dan paling diburu Amerika. Padahal faktanya sampai sekarang pendiri Wikileaks masih aman-aman saja. “Jadi mereka mau mengesankan kepada publik terlebih dahulu bahwa Jullian Assange diblame, dicap sebagai orang yang ditindas karena membocorkan informasi, agar Jullian Assange dan Wikileaks tidak lagi dicurigai informasinya tidak akurat. Dengan dia diburu oleh pemerintah Swedia dan kemudian Amerika pura-pura ikut. Tapi sampai sekarang tidak pernah ditindak, bahwa Amerika akan melakukan tuntutan hukum kepada Jullian Assange tidak pernah ketahuan sampai sekarang,  gertak sambal itu. Dengan memposisikan sebagai korban tanpa reserve terlebih dahulu nantinya orang akan mendukung, ini yang terjadi dengan Wikileaks sekarang. Apa  pun yang dikeluarkan oleh Wikileaks orang sudah tidak mempertanyakan lagi, karena menganggap Wikileaks ini bertentangan dengan Amerika, bertentangan dengan negara-negara barat tapi tidak ada satu pun informasi yang keluar mengenai Israel,” pungkasnya. Kini, jelaslah sudah hubungan dan kaitan antara Wikileaks, agen BIN, dan konspirasi zionisme Israel untuk menghancurkan gerakan Islam. Waspadalah, Waspadalah…!  Komite tersebut sempat membuat heboh dengan perayaan kemerdekaan Israel. “Lha antek Amerika dan antek Zionis Israel memang suka menebar fitnah dan issue demi uang,” kata Munarman. Maka ia pun mempertanyakan patriotisme dan nasionalisme Yahya. Soalnya karena Yahya telah menyampaikan informasi ke kedutaan, maka sama saja pengkhianat negara. “Pengkhianat kepada negara harusnya dihukum,” ujar Munarman. FPI, kata Munarman, juga mempertanyakan tentang bocoran WIkileaks. “Sampai saat ini, tidak pernah ada bocoran kawat diplomatik tentang Israel, kalau kita lihat pola yang ada di Wikileaks maka mereka selalu mengambil sumbernya dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di seluruh dunia, baik itu Indonesia, Malaysia, hampir semua Negara pernah dibocorkan oleh Wikileaks dan itu sumber satu-satunya adalah kawat diplomatik yang merupakan laporan diplomat-diplomat Amerika kepada Washington. Namun kita harus melihat dengan jernih, belum pernah ada bocoran kawat diplomatik oleh kedutaan Amerika di Tel Aviv, Israel. Jadi tidak pernah ada penilaian oleh diplomat Amerika terhadap kondisi Israel yang dibocorkan oleh Wikileaks. Ini adalah sebuah fakta yang harus menjadi perhatian. Dari sini sesungguhya kita bisa melihat sebetulnya fungsi dari Wikileaks adalah membuat destabilisasi di rezim-rezim dimana Negara yang rezimnya sudah tidak disukai Amerika, untuk menggoyang. Ini ada pemanfaatan. Jadi, bisa saja ketika pendiri Wikileaks Julian Assange didakwa memperkosa dan sebagainya itu adalah sebuah skenario, karena di dalam gerakan zionis internasional, para tokohnya diperankan diburu dan tertindas. Jadi, mereka ingin mengesankan kepada publik bahwa tokoh mereka ditindas, sebagaimana Julian Assange yang dikejar dan di cap sebagai orang yang ditindas karena telah membocorkan informasi. Itu agar Julian dan Wikileaks tidak lagi dicurigai. Terbukti Amerika sampai saat ini juga tidak melakukan apapun kepada Julian Assange. Jadi ini memang pola mereka. Ini taktik khas geraka zionisme internasional, yakni memberi kesan bahwa mereka adalah korban. Jadi, apa yang keluar dari Wikileaks langsung saja diterima dan tidak dipertanyakan lagi. Sekali lagi, kalau kita perhatikan hingga saat ini Wikileaks tidak pernah membocorkan kawat rahasia tentang Israel! Ini khas betul sebagai sebuah gerakan zionis internasional.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan santer pemberitaan berbagai Media Massa, bahwasanya Wikileaks membocorkan Dokumen Rahasia Amerika Serikat yang bersumber dari Telegram Rahasia Kedubes AS di Jakarta ke Gedung Putih di Washington DC, yang pokok isinya antara lain :&lt;br /&gt;Bahwa FPI didanai oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN).&lt;br /&gt;Bahwa pada awalnya FPI ingin dipersepsikan oleh diplomat AS sebagai  “Attack Dog” (Anjing Penyerang) Polri.&lt;br /&gt;Bahwa Mantan Kapolri Sutanto yang kini menjadi Kepala BIN adalah salah seorang Donatur FPI, sekaligus yang mendanai FPI melakukan serangan ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006.&lt;br /&gt;Bahwa FPI diperalat oleh Polri untuk melakukan serangan ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006, sekaligus dijadikan tameng agar Polri terhindar dari tuntutan HAM.&lt;br /&gt;Bahwa Polri menghentikan pendanaan FPI setelah serangan ke Kedubes AS di Jakarta untuk menghindar dari tanggung-jawab.&lt;br /&gt;Bahwa mantan Kapolda Metro Jaya, Nugroho Djayusman, telah ikut berperan mengatur penyerahan aktivis FPI ke Polda Metro Jaya pasca penyerangan Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006.&lt;br /&gt;Bahwa Polri tidak berhasil membina FPI dan gagal menjadikan FPI sebagai “Attack Dog”, sehingga FPI menjadi “Monster” yang menakutkan masyarakat.&lt;br /&gt;Bahwa sumber semua informasi di atas ke Kedubes AS di Jakarta adalah laporan rahasia Yahya Seqof yang mengaku sebagai salah seorang pejabat senior BIN.&lt;br /&gt;Bahwa Yahya Seqof memberi peringatan kepada pejabat Kedubes AS di Jakarta tentang ancaman serangan FPI ke Kedubes AS pada Februari 2006.&lt;br /&gt;Bahwa Yahya Seqof mengaku punya kedekatan khusus dengan sejumlah petinggi FPI sehingga tahu banyak informasi tentang FPI.&lt;br /&gt;Maka untuk meluruskan informasi dan sekaligus melindungi masyarakat dari penyesatan opini yang dilakukan musuh-musuh Islam dengan menggunakan berbagai media cetak mau pun elektronik, dengan ini DPP – FPI menyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bahwa FPI adalah Ormas Islam yang berasaskan Islam dan beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, serta bertujuan untuk melaksanakan Da’wah, menjalankan Hisbah dan menggelorakan Jihad untuk penerapan Syariat Islam secara Kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah demi meninggikan Kalimat Allah SWT dengan semata-mata hanya mencari Ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;Bahwa dalam rangka merealisasikan visi misi FPI tersebut di atas, maka FPI sebagai bagian dari bangsa Indonesia selalu berupaya menjalin hubungan baik dengan semua pihak secara profesional dan proporsional, khususnya dengan para pengambil kebijakan dari kalangan Eksekutif, Legislatif mau pun Yudikatif, agar lebih melancarkan fungsi FPI sebagai Ormas dalam melakukan pengawasan dan memberi masukan untuk kebaikan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Bahwa ISI Laporan Wikileaks tentang FPI adalah bohong besar dan merupakan fitnah keji, karena FPI sejak berdirinya hingga kini tidak pernah didanai oleh Polri mau pun BIN atau pun institusi pemerintah lainnya, dan FPI bukan “Anjing Peliharaan” siapa pun, bukan alat pihak mana pun, bukan budak pejabat, bukan monster musuh rakyat, akan tetapi FPI merupakan Ormas Independen dan Mandiri dalam setiap langkah perjuangannya yang senantiasa menjadi PELAYAN UMAT dan PEMBELA AGAMA.&lt;br /&gt;Bahwa Aksi Laskar Pembela Islam (LPI) salah satu anak organisasi FPI ke Kedubes AS di Jakarta pada Februari 2006 adalah murni sebagai bentuk protes keras terhadap keberadaan PATUNG NABI MUHAMMAD SAW di Gedung Mahkamah Agung AS, bukan rekayasa atau pesanan Polri mau pun BIN. Dan kasus tersebut sudah diproses secara hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, serta Panglima LPI Ust. M. Machsuni Kaloko telah menjalani hukuman penjara selama setahun.&lt;br /&gt;Bahwa sudah semestinya pemerintah RI melakukan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskan berita bohong karena telah melecehkan dan memfitnah dua institusi penting negara yaitu Polri dan BIN.&lt;br /&gt;Bahwa pemerintah harus segera memanggil Duta Besar AS di Jakarta untuk dimintai keterangan, sekaligus tidak ragu untuk menyampaikan Nota Protes Diplomatik secara resmi ke Gedung Putih, bahkan Pemutusan Hubungan Diplomatik dengan AS jika diperlukan untuk menjaga kehormatan bangsa dan negara RI.&lt;br /&gt;Bahwa apabila Dokumen Rahasia AS tersebut benar berasal dari informasi Yahya Seqof yang mengaku sebagai pejabat senior BIN, maka Polri dan BIN harus segera memanggil, memeriksa dan menahan Yahya Seqof karena telah menjual informasi ke pihak asing, sekaligus telah melecehkan institusi penting negara yaitu Polri dan BIN, serta melakukan upaya adu domba antara pemerintah dengan Ormas, bahkan antara Indonesia dengan AS.&lt;br /&gt;Bahwa Yahya Seqof memiliki putera yang bernama Hani Yahya Seqof ikut terlibat dalam pendirian The Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC) dengan menggunakan nama alias HANS SAGOV di bawah pimpinan Benjamin Ketang sebagaimana tertera dalam AKTA PENDIRIANNYA pada Notaris Nirmawati Marcia SH di Jakarta tertanggal 21 Januari 2002. &lt;br /&gt;Bahwa Lembaga IIPAC yang didirikan Hani Yahya Seqof alias HANS SAGOV dan kawan-kawan adalah panitia HUT Israel yang dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi pada tanggal 14 Mei 2011 di suatu tempat di pinggiran kota Jakarta dengan menggunakan Surat Keterangan Domisili No : Reg. N. 470 /     / 35.11.2003 / 2010  di Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember  yang ditandatangani Kades Hadi Supeno tertanggal 25 Agustus 2010. &lt;br /&gt;Bahwa diserukan kepada segenap Gerakan Islam di Indonesia agar merapatkan barisan dan menyatukan kekuatan untuk menghadapi Gerakan Ekstrimis Zionis dan Salibis Internasional yang menghalalkan segala cara dalam menghancurkan Islam dan umatnya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap Operasi Intelijen musuh Islam, sekaligus melakukan Operasi Kontra Intelijen secara cermat, cepat dan tepat serta selamat di Dunia dan Akhirat.&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan dan penegasan DPP-FPI untuk diketahui publik secara luas agar terhindar dari jebakan dan perangkap adu domba melalui perang opini yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Akhirnya, FPI menyerukan segenap umat Islam untuk bangkit melawan segala bentuk kezaliman. &lt;br /&gt;Allahu Akbar !.....................Allahu Akbar !................Allahu Akbar !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-7326792087848460682?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/7326792087848460682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/7326792087848460682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/hati-hati-umat-islam-diobok-obok-yahudi.html' title='Hati-hati, Umat Islam Diobok-Obok Yahudi'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-784130290886745263</id><published>2011-10-24T09:34:00.003-07:00</published><updated>2011-10-24T09:34:11.395-07:00</updated><title type='text'>Film-Film Amerika, Propoganda Pro Yahudi, Anti Islam, dan Ketidaksadaran Sebagaian Besar Warga Muslim</title><content type='html'>ABDULLAH MOHAMMAD SINDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Mohammad Sindi , a native of Saudi Arabia, lives and works in California. He received bachelor's and master's degrees from California State University, Sacramento. In 1978 Sindi received a doctorate in international relations from the University of Southern California. He has also studied at the University of Grenoble (France), the University of Poitiers in Tours (France), the University of Liege (Belgium), and at Indiana University (Bloomington). He also conducted research at the United Nations Institute for Training and Research (New York).In Saudi Arabia Sindi served as a professor at the Institute of Diplomatic Studies (Jeddah), and as an assistant professor at King Abdulaziz University. In the United States he has taught at the University of California, Irvine, California State University in Pomona, Cerritos Junior College, and Fullerton Junior College. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This essay is adapted from the first chapter of his new book, The Arabs and the West: The Contributions and the Inflictions (Oct. 1999). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unquestionably the most powerful molder of opinion in the world today is the American global media, and especially the Hollywood motion picture industry. Ever since Zionist Jews forcibly established the State of Israel on the land of Arab Palestine in 1948 (with a great deal of American help), and as Arabs and Israelis have struggled for control of this land in the years since, Hollywood and the rest of American mass media have carried out a campaign to disparage Arabs and tarnish their image. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;American motion pictures and television - which have promoted negative images of non-Caucasians, including Native Americans, African-Americans, Hispanic-Americans, and Asian-Americans - since the 1950s have singled out Arabs and Muslims, more often than any other ethnic-religious group, as objects of hatred, contempt, and derision. (Because Arabs are the world's most numerous Semitic group, this hostility against them is literally anti-Semitic.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Villain of Choice' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In American television, writes Professor Shaheen, "the villain of choice today is the Arab." He also says: "To be an Arab in America today is to be an object of contempt and ridicule by television under the guise of entertainment. To me this antiArab image on entertainment manifests itself in the politics of America."l &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misconceptions &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This media campaign fosters numerous misconceptions about Arabs and their prevailing religion, Islam. For example, although Arabs have lived for centuries in thriving metropolitan centers such as Rabat, Algiers, Alexandria, Cairo, Damascus, Jerusalem, Beirut, Mecca (Makkah) and Baghdad, and have built complex, civilized societies across the Arab world, as well as in Europe's Iberian Peninsula, many Westerners have been persuaded to believe that Arabs are typically uncultured normads who live in desert tents. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Similarly, while many Americans regard OPEC - the Organization of Petroleum Exporting Countries - as synonymous with Arabs and the Arab world, and while the US media routinely blames Arabs whenever OPEC decides to raise oil prices, in fact six of the 13 OPEC member states are not Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also typically, American television and motion pictures often depict Arabs and Muslims, uniquely, as religious bigots, lacking any tolerance for the religious sensibilities of others. In fact, for much of history, Islam has been more tolerant of Christianity (and of Judaism) than vice versa. Moreover, it was Jewish Zionists who established Israel, in the "promised land" of Palestine, as a state exclusively for the "chosen people." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the Arabic Word "Allah" is often invoked in American films in a way designed to evoke derision and cynicism, conjuring an image of some weird pagan deity, in fact "Allah" is simply the Arabic word for God. Not only Arab Muslims, but Arab Christians and even Arab Jews, use this Word as their term for God. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although officially classified by US government agencies as "White" or "Caucasian," Arabs (and particularly Arab men) are sometimes depicted in American television and movies as Negroid blacks, reinforcing a derogatory image of Arabs as so-called "sand niggers." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terrorists" are active all over the world, in countries as diverse as Britain, Italy, Ireland, Russia, Germany, Spain, Japan, Israel, and the United States. (The terrorist record of the Jewish Defense League, for example, is well documented. In 1985 the FBI named the JDL as the second most active terrorist groups in the US.)2 However, Hollywood has done much to encourage Americans to associate "terrorists" with Arabs (especially Palestinians), and Muslim "militants". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Takeover? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highly-publicized Arab purchases of some US corporations in the 1970s and 1980s set off hysterical cries in this country's periodical press and electronic media about the danger of Arabs allegedly "buying up" America. In reality, these purchases were unexceptional, no different than numerous other cross-border investments carried out routinely around the world over the last century. Actually, during the 1980s Canada, Britain, Germany, France, the Netherlands, Switzerland and Japan accounted for nearly 90 percent of direct foreign investment in the US. Direct foreign investment from OPEC member countries, the US Department of Commerce reported, accounted for less than one percent of the total.3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jewish Power in Hollywood &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negative images of Arabs in American motion pictures are hardly surprising given the major role played by Jews and other supporters of Zionism in Hollywood. In his 1988 study, An Empire of Their Own: How the Jews Invented Hollywood, Jewish author Neal Gabler shows that Jews established all of the major American film studios, including Columbia, Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Brothers, Paramount, Universal, and Twentieth-Century Fox. The American film industry, writes Gabler,4 was founded... and operated by Eastern European Jews... And when sound movies commandeered the industry, Hollywood was invaded by a battalion of Jewish writers, mostly from the East. The most powerful talent agencies were run by Jews. Jewish lawyers transacted most of the industry's business and Jewish doctors ministered to the industry's sick. Above all, Jews produced the movies... All of which led F. Scott Fitzgerald to characterize Hollywood carpingly as "a Jewish holiday, a gentiles [sic] tragedy." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So rapidly did Jews come to dominate Hollywood that as early as 1921 Henry Ford's Dearborn Independent was moved to fulminate that American motion pictures are5 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jew-controlled, not in spots only, not 50 percent merely, but entirely; with the natural consequence that now the world is in arms against the trivializing and demoralizing influences of that form of entertainment as presently managed ... As soon as the Jews gained control of the "movies," we had a movie problem, the consequences of which are not yet visible. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In his detailed 1994 study, Sacred Chain: A History of the Jews, New York University professor Norman F. Cantor, pointed out that Hollywood film production and distribution was "almost completely dominated in the first 50 years of its existence by immigrant Jews and is still dominated at its top level by Jews ... The last Gentile bastion in Hollywood, the Disney studio, came under Jewish executive leadership in the early 1990s."6 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jewish historian and journalist Jonathan J. Goldberg, makes a similar point in his 1996 survey, Jewish Power: Inside the American Jewish Establishment. He writes:7 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... Jews are represented in the media business in numbers far out of proportion to their share of the population ... In a few key sectors of the media, notably among Hollywood studio executives, Jews are so numerically dominant that calling these businesses Jewish-controlled is little more than a statistical observation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hollywood at the end of the twentieth century is still an industry with a pronounced ethnic tinge. Virtually all the senior executives at the major studios are Jews. Writers, producers, and to a lesser degree directors, are disproportionately Jews - one recent study showed the figure as high as 59 percent among top-grossing films. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The combined, weight of so many Jews in one of America's most lucrative and important industries gives the Jews of Hollywood a great deal of political power. They are a major source of money for Democratic candidates. The industry's informal patriarch, MCA chairman Lew Wasserman, wields tremendous personal clout in state and national politics... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hollywood's Jewish executives greeted the founding of Israel in 1948 with ecstasy One Jewish film executive, Robert Blumofe, later recalled the euphoric mood of the time: "And suddenly Israel, even to the least Jewish of us, represented status of some sort. It meant that we did have a homeland. It meant that we did have an identity ... All of this was terribly, terribly uplifting."8 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the decades since, Hollywood has presented an image of Arabs that is often cruel and barbaric. Manifesting its support for Israel, and its opposition to the Arab and Muslim worlds, which have strongly opposed the invasive Zionist state, Hollywood developed a cinema genre around the Arab-Israeli conflict. In this spirit, Hollywood has produced numerous "good guy/bad guy" films over the last 50 years, simplistically portraying heroic and righteous Israeli Jews prevailing against treacherous and barbaric Arabs. During the 1960s alone, at least ten such major Hollywood films were produced.9 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In such films, Israeli Jews and their American friends are frequently played by popular and good-looking Jewish-American actors such as Paul Newman, Tony Curtis, and Kirk Douglas, as well as handsome non-Jewish actors such as Yul Brynner, John Wayne, Jane Fonda, Frank Sinatra, Charlton Heston, George Peppard, Rock Hudson, Sal Mineo, and Arnold Schwarzenegger. Arabs, predictably, are routinely portrayed as and cruel, cynical, and ugly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During a publicity interview for her 1981 film "Rollover" (in which "the Arabs" destroy the world financial system), actress Jane Fonda, "the progressive leftist" of the 1960s, bluntly expressed her own bigoted view of Arabs: "If we are not afraid of the Arabs, we'd better examine our heads. They have strategic power over us. They are unstable, they are fundamentalists, tyrants, anti-women, anti-free press."10 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is not possible to recount here all of Hollywood's many anti-Arab or anti-Muslim pictures over the last several decades, but here are some representative productions: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In "Exodus" (1960), brutal Arabs kill an attractive 15-year-old Jewish girl played by Jill Hayworth; in "Cast a Giant Shadow" (1966), Arabs leer and laugh as they shoot an Israeli woman trapped in a truck; in "Network" (1976, and winner of four Academy Awards), a crusading television news commentator warns that Arabs, "the medieval fanatics," are taking control of the US; in "Black Sunday" (1977) an Israeli plays the hero, while Arabs are the villains and terrorists who want to kill Superbowl spectators, including the President of the United States; in "The Delta Force" (1986), "Iron Eagle" (1986), and "Death Before Dishonor" (1987), Hollywood shows viewers how to deal decisively with the low-life, no-good, dirty Arab terrorists; in the Disney studio's animated film production, "Aladdin" (1992), the theme song brazenly refers to Arabia as barbaric ("It's barbaric, but hey, it's home"); in "True Lies" (1994), an Arab terrorist with nuclear weapons has to be stopped; in "Executive Decision" (1996) yet another group of Arab militants hijacks an American plane; and in "Kazaam" (1996), an Arab criminal and a black genie enjoy eating a "centuries-old Arab delicacy," a plate of goats' eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More recent motion pictures with negative images of Arabs or Muslims include "Not Without My Daughter" and "The Siege". In "The Siege", Muslims wage a bombing campaign against innocent Americans. In response, federal authorities declare martial law and carry out mass arrests of Muslims and Arabs across the United States.11 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Television &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is difficult to exaggerate the role played by television in shaping the mindset and outlook of the American people. Dr. George Gerbner, former Dean of the Annenberg School of Communications at the University of Pennsylvania, put it this way: "Television, more than any single institution, molds American behavioral norms and values. And the more TV we watch, the more we tend to believe in the world according to TV, even though much of what we see is misleading."12 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like the US motion picture industry, American television is dominated by Jews and supporters of Zionism. While American Jews constitute only about two or three percent of the US population,13 Irving Pearlberg, a Jewish-American television writer, maintains that no less than 40 percent of American television writers are Jewish.14 During the early 1990s, notes New York University professor Norman Cantor, "one TV network was already headed by a Jew (Laurence Tisch at CBS), and Jews are prominent executives and producers at the other two major networks as well."15 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben Stein, Jewish-American author of The View From Sunset Boulevard , forthrightly acknowledged:16 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A distinct majority, especially of the writers of situation comedies, is Jewish ... TV people have certain likes ... and dislikes ... and these likes and dislikes are translated into television programming. In turn, this problem raises the public acceptance of the favored groups and the public dislikes of the resented groups. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Given this reality, it is hardly surprising that one rarely, if ever, sees a Jewish or Israeli figure portrayed as a villain on American television. On the contrary, Israelis in particular and the Jews in general are routinely portrayed in the American mass media as heroic, insightful, sophisticated, witty, intelligent, compassionate, physically attractive, confident, humane, and successful. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the other hand, like the Arab in Hollywood movies, the US television Arab is often physically unappealing, wealthy, stupid, sexist, crude, lazy, uncultured, cruel, rude, greedy, fanatical, antiAmerican, and anti-Christian. He is often portrayed as a terrorist, a plane hijacker, a polygamist, a sex-maniac, a hostage-taker, a murderer, a kidnapper of young blond-haired, blue-eyed women, an as an oil sheikh blackmailer, and oddly dressed (often in a red-checkered kuffiyyah headdress, or in ungainly gowns or robes). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News reporting on American television, as well as its presentations of history and other serious subjects, routinely has a distinctly pro-Israeli or pro-Jewish slant. This is understandable, of course, given the prominent role of Jews in television news departments, and the many Jews (often with obvious Zionist biases) employed as reporters, frequently covering the Arab-Israeli conflict or the Middle East generally. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seldom does America's Zionist-oriented media fairly present the Arab or Muslim point of view, particularly on such issues as the plight of displaced Palestinians, oil polities, or the struggle against Western imperialism. For example, the Zionists who invaded Arab Palestine during the 1930s and 40s, are frequently (and misleadingly) referred to as "homeless" Jews. Similarly, Israeli military actions against Arabs over the last 50 years are routinely justified as acts of "retaliation" against Palestinian and Arab aggression or terrorism. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whereas the Zionist-Jewish point of view is frequently presented on American television without challenge, the Arab or Muslim point of view (when is even adequately given) is often presented only together with a "balancing" Zionist-Jewish perspective. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition to producing films and programming that are supportive of Israel, and distorting the views and positions of Arabs and Muslims (especially with regard to the struggle against the Zionist occupation of Palestine), Hollywood and the American television networks effectively censor pro-Arab and pro-Muslim motion pictures and television programming. During the 1970s, for example, American motion picture theaters and television networks boycotted and "killed" a pro-Palestinian film produced by Vanessa Redgrave, the well-known British actress and leftist activist. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James McCartney, a veteran American journalist, once said what many Arabs and Muslims have thought for decades:17 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is my personal belief that if the media as a whole in the western world bad done an adequate job in reporting from the Middle East, it would not have been necessary for the Palestinians to resort to violence to draw attention to their case. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christian Apologists &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many non-Jews also help promote a distorted pro-Zionist and anti-Arab portrayal of the past and present on American television. This is especially true of the Christian fundamentalist "televangelists" - such as Pat Robertson, Jimmy Swaggert, Jim Bakker, Jerry Falwell, and Oral Roberts - who have dominated America's "religious" broadcasting. These passionate defenders of Israel and Zionism show no sympathy for the plight of fellow Christians under Zionist rule, but even castigate Christian and Muslim Palestinians for resisting Zionist oppression and the Jewish subjugation of their historic homeland. This is not only tragic, but ironic in light of the fact that Israel treats the Christians (and Muslims) under its rule essentially as second-class citizens. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Such apologists for Israel often engage in gross distortions of history. For example, some Christian televangelists cite alleged massacres of Hebrews in ancient times (portrayed as the equivalent of modern Israelis) at the hands of the Assyrians (who are portrayed as the equivalent of modern-day Arab Syrians), and at the hands of the Babylonians (portrayed as the equivalent of modern-day Arab Iraqis). Ignored, however, is any mention of the numerous ancient Hebrew massacres of Philistines (the ancestors of today's Palestinians), as reported in the Hebrew Bible (Old Testament). In the Sixth Chapter of the book of Joshua, for example, we read as follows: "And they [Hebrews] utterly destroyed all that was in the city, both man and woman, young and old, and ox and sheep and ass, with the edge of the sword."18 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pervasive Negative Images &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In his detailed study, The TV Arab, Arab-American scholar Jack G. Shaheen - professor emeritus of broadcast journalism at Southern Illinois University - documents pervasive negative imagery of Arabs by all American television networks, and by practically all leading newscasters and personalities working for them. For this book, Dr. Shaheen examined more than 100 popular television programs, totaling nearly 200 episodes, and interviewed numerous television executives, producers, and writers. American television, concludes Dr. Shaheen -including popular entertainment, comedy, drama, documentaries, news, and even sports and religious and children's broadcasting - across the board has, at one time or another, presented distorted and demeaning images of Arabs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition to Hollywood movies and scripted television programming, viewers can also find "humorous" Arab bashing on live, unscripted television broadcasting, even by prominent TV personalities. To get a laugh from a television talk show audience, Merv Griffin (who is not Jewish) once brazenly equated Arabs with animals: "If you lie down with Arabs, [you] get up with fleas." Once, referring to traditional Arab dress and fashion, Jewish television comedienne Joan Rivers laughingly told her viewers: I can never tell if it's the wife or the husband because they're all in bedsheets." And Jewish comedian Alan King once disparagingly frowned when describing the traditional clothing of Sultan Qaboos of Oman, saying: "What the hell is he dressed up for? Oman's got eleven people and a goat."19 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even programming aimed at children has not been free of demeaning portrayals of Arabs. Among the popular animated cartoon characters who have fomented derogatory or hateful images of Arabs, Dr. Shaheen shows, have been Bugs Bunny, Yosemite Sam, Goofy, Woody Woodpecker, Popeye, Scooby-Doo, Heckle and Jeckle, Porky Pig, Plastic Man, Richy Rich, Pinky and the Brain, Animaniacs, and Duck Tales. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pressing for Explanations &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In interviews with American television executives, Dr. Shaheen pressed for an explanation for the hypocrisy and lack of decency and self-restraint in this pattern of Arab stereotyping on TV. Many of those questioned, he reports, were "embarrassed," and reluctantly acknowledged the widespread disparagement of Arabs, without, however, explaining the reasons for such prejudiced imagery. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donn O'Brien, CBS vice president of broadcast standards, sheepishly admitted to Shaheen that he had never seen a "good Arab" on American television, and that Arabs are routinely presented as covetous desert rulers or as warmongers. "Arabs are rarely portrayed as good guys," acknowledged Frank Glicksman, a Jewish-American TV producer in Los Angeles. "I've never seen them portrayed as anything but heavies in melodrama. That, I feel, is unfair." Another Hollywood television producer, Don Brinkley, conceded: "The depiction of the Arab on television is generally horrendous." And George Watson, vice president of ABC News, admitted: "Arabs have not been seen to be as real, as close, or as tangible, either as individuals or as a group, as the Israelis ..."20 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not all television executives were as forthcoming, however. Jewish television producer Meta Rosenberg, for example, bluntly responded to Shaheen's inquiry by saying that she did not care about the Arabs, and considered the Arab-American community - which now numbers well over three million - to be "insignificant." Shaheen also contacted Norman Lear, one of America's most successful and influential television producers. Among his popular and innovative hit shows have been "All in the Family," and "The Jefférsons." In none of his numerous productions, Shaheen notes, has this Jewish executive ever presented a humane Arab. Lear simply refused to meet with Shaheen, answer any of his multiple letters, or even talk to him by phone.21 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More than a few of those who work in the media, including some Jews, have expressed concern over the pattern of Arab bashing in American motion pictures and television. Journalist John Cooley, for example, acknowledged that "no other ethnic group in America would willingly submit to what Arabs and Muslims in general have faced in the United States media."22 Columnist Nicholas Von Hoffman, writing in the Washington Post , told readers that "no national, religious or cultural group... has been so massively and consistently vilified as the Arabs. Jewish writer Meg Greenfield, a veteran Washington Post columnist, expressed the view that "there is a dehumanizing, circular process at work here. The caricature dehumanizes ... [But the caricature] is inspired and made acceptable by an earlier dehumanizing influence, namely an absence of feeling for who the Arabs are and where they have been." And Steve Bell of ABC News said simply: "The Arab is no doubt a current victim of stereotyping not only on television, but throughout the mass media in the United States."23 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High Price of Speaking Out &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although criticism of specific Israeli policies is permissible in the United States, it is more or less forbidden to express fundamental criticism of the Zionist state, of America's basic policy of support for Israel, or of the Jewish-Zionist grip on the US media or America's political and academic life. (Remarkably, this is in contrast to the situation in Israel itself, where Jews and even Arab citizens of the Zionist state have much greater freedom than Americans publicly to criticize Zionism and Israeli policies.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prominent persons who dare to violate this prohibition are immediately castigated as "anti-Semitic" (that is, anti-Jewish), and pay a heavy price in damage to their reputations or careers. Politicians who publicly speak out against America's support for Zionism risk almost certain political ruin. Among the political or governmental figures whose careers were destroyed because they violated the powerful taboo have been US Senators William Fulbright, Adlai Stevenson III, and Charles Percy, Congressmen Paul McCIoskey and Paul Findley, and Deputy Secretary of State George Ball.24 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, Marlon Brando was promptly and severely chastised after criticizing Jewish Hollywood producers and executives for promoting vicious racist stereotyping of minorities. Even though what the well-known actor had said during an April 1996 broadcast interview with Larry King was demonstrably true, a short time later Brando was forced to issue a craven apology. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes the price for speaking out is more severe than the defaming of one's reputation or the ruin of one's career. On October 11, 1985, Alex Odeh, the West Coast regional director of the American-Arab Anti-Discrimination Committee, was killed in a bomb blast when he entered his group's office in Santa Ana, southern California. The previous evening the Palestinian-born Odeh had appeared on a local news show to present an Arab perspective on the Arab-Israeli conflict. The FBI announced that the Jewish Defense League (JDL) was responsible for the murder of Odeh, and at least two other terrorist incidents. The three JDL associates who were suspected of carrying out the killing fled to Israel to avoid punishment. No one has ever been tried for the murder of Alex Odeh.25 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hate Crimes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlike other minority groups in the United States, Arab-Americans have had to endure hostility not only from ignorant and prejudiced individuals, but in addition from powerful Jewish-Zionist elements in the mass media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For one thing, television and print journalists often identify Arab-Americans or Muslim-Americans who are suspected of crimes by their ethnic or religious origin, a practice that incites already latent public prejudice and hatred. Thus one can find newspaper reports with headlines such as "Arabs Battle Police" or "Muslims are Arrested." Non-Arab criminal suspects are rarely, if ever, similarly identified by ethnic or religious origin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whenever acts of terrorism take place against the US or Israel, or the US or Israel is involved in military conflicts with Arab countries or groups, ordinary Arab-Americans become victims of hate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a result of the US-led military action against Iraq in late 1990 and January 1991, for example, hate crimes against Arab-Americans and Muslim-Americans, including arson, bombings, and assaults, tripled.26 Incidents of harassment and physical attacks against Arab-Americans similarly increased across the country in the wake of the February 1993 bombing of the World Trade Center in New York City, and of the April 1995 Oklahoma City federal building bombing. Arab-Americans were targeted as if they were personally responsible for these terrorist attacks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Immediately following the Oklahoma City bombing, some reporters, such as CNN's Wolf Blitzer, accused Arabs of this act of terrorism. Similarly, CBS newswoman Connie Chung declared: "US government sources told CBS News that [the bombing] has Middle East terrorism written all over it."27 Even after Timothy McVeigh was arrested and indicted for the Oklahoma City bombing, New York Times columnist A. M. Rosenthal baldly asserted that "most other attacks against Americans came from the Middle East."28 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a result of such hasty and false accusations, in the wake of the Oklahoma City bombing there were 227 reported incidents of hostility, both violent and non-violet, against Arabs and Muslims across the US.29 Men and women of Arab origin were insulted, threatened, cursed, picketed, spat on, and, in a few cases, physically attacked. Vandals broke into homes of Arab-Americans and destroyed property. Other hoodlums vandalized Arab-American businesses and other properties, spray-painting hateful slogans such as "Why don't you terrorists go back to your own country," "Get out of America," `You're not Americans," `You dirty Arabs," `You don't belong here," "Go back home," and `You will pay for this."30 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1997, reports the Council on American-Islamic Relations (Washington, DC), there were 280 incidents of anti-Muslim violence, discrimination, stereotyping, bias and harassment last year in the United States. This is an increase of 18 percent in such incidents over the previous year.31 The full scope of the and anxiety, fear and humiliation endured by individual Arab-Americans is obviously impossible to measure, but unquestionably many individual Arab-Americans have suffered in their personal, social, and professional lives, particularly if they are immigrants or first-generation citizens who (like this writer) speak English with an accent.32 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some Arab-Americans have chosen to endure such bigotry and prejudice in silence. Others have responded by returning to their countries of origin, or by denying or concealing their heritage. Quite a few have "Americanized" or "Westernized" their first and last names, in an effort to «pass" as southern- or eastern-Europeans. Early in his career acclaimed motion picture actor F. Murray Abraham (who received an "Oscar" for his role in "Amadeus"), sought to escape prejudice by hiding his Arab identity. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ominous Implications &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Summing up the deplorable situation, Professor Shaheen has stated:33 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because Arabs and Arab civilization are held in contempt by many in Hollywood, many Americans and their political representatives have few if any positive feelings about Arabs. Their impressions are based in part on the clouded image of the TV screen ... Stereotyping tends to be self-perpetuating, providing not only information but ... "pictures in our heads." These pictures of Arabs reinforce and sharpen viewer prejudices. Television shows are entertainment, but they are also symbols ... A villain is needed in [television and motion picture] conflicts that pit good against evil. Today's villain is the Arab... depicted as the murderous White-slaver, the dope dealer, the fanatic ... To make matters worse ... America's TV image of the Arab is marketed throughout the world ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-Jewish Americans are also victims of the Jewish-Zionist grip on America's motion picture and television industries, propagandistically manipulated by alien interests that foment artificial distrust and enmity between peoples who, objectively, have no conflicting interests. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The hostility and prejudice against Arabs and Muslims engendered by Hollywood and US television infects not only tens of millions of Americans, but also hundreds of millions of credulous viewers worldwide. Such noxious propaganda over a period of decades inevitably has grave long-term consequences. This flood of ethnic-religious poison under standably produces deep resentment among hundreds of millions of Arabs and Muslims around the globe - creating a vast and growing reservoir of resentment and rage that one day will almost certainly erupt with terrible fury.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-784130290886745263?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/784130290886745263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/784130290886745263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/film-film-amerika-propoganda-pro-yahudi.html' title='Film-Film Amerika, Propoganda Pro Yahudi, Anti Islam, dan Ketidaksadaran Sebagaian Besar Warga Muslim'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-1982491092619538768</id><published>2011-10-18T18:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T18:51:03.329-07:00</updated><title type='text'>Jurus-Jurus Yang Perlu diwasapadai sebagai bagian dari proyek kristenisasi.</title><content type='html'>Berikut ini kita informasikan jurus-Jurus Kristenisasi Yang Perlu diwaspadai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria Kristen Mengawini Muslimah dan Menghamilinya Dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawin antar-agama merupakan salah satu cara kristenisasi yang sudah banyak diketahui. Mereka rayu pemudi Muslim yang tipis iman, sehingga mereka makin jauh dari agama, lalu menikahinya, baru kemudian memurtadkannya. Waspadalah, pesan Alloh dalam  Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman..." Juga Al-Baqarah: 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plesetan Al-Quran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. "Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Supermie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi," tutur Abu Deedat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. "Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama," ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. "Bahkan ada yang menjadi penginjil." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya "Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as", "Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil", dan "Siapakah yang Bernama Allah itu?" Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaku Mantan Haji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam'iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan Tawaran Kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. "Asal masuk Kristen," ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. "Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto," ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dukungan" Tokoh Muslim Liberal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan' dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru', dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia.  Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al'uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. "Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah," timpal Abu Deedat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. "Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. "Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Kristen juga tak segan-segan "menyerang" tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. "Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen," kata Abdul Rasyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat," ujar Abdul Rasyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yerikho 2000 dan Doa 2002 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani.  Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini bertujuan "mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI". Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah "paling gelap" di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, "Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-1982491092619538768?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/1982491092619538768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/1982491092619538768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/jurus-jurus-yang-perlu-diwasapadai.html' title='Jurus-Jurus Yang Perlu diwasapadai sebagai bagian dari proyek kristenisasi.'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-4785718887280042310</id><published>2011-10-18T18:38:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T18:38:51.078-07:00</updated><title type='text'>Abu Deedat Shihabuddin MH, Ahli Kristologi, Menyadarkan Ribuan Orang Yang Belum Mengenal Islam</title><content type='html'>Sebagai seorang kristolog, ustadz yang biasa dipanggil Abud oleh rekan-rekan seprofesinya itu, memang bukan hanya menguasai disiplin ilmu tentang agama Kristen secara mendalam. Tapi ia juga banyak tahu tentang seluk-beluk dan kiprah licik para misionaris Kristen dalam memurtadkan kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, pria berkaca mata tebal ini sering menangani berbagai kasus pemurtadan di berbagai daerah, baik berupa advokasi maupun terapi langsung. Selain itu Abud juga kerap melakukan investigasi langsung ke 'garis belakang' untuk memperoleh data. Jadi wajar kalau ia tahu banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak murtadin yang terselamatkan kembali ke pangkuan Islam setelah diterapi Abud. Uniknya, para pasien yang ditangani mubaligh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalem ini bukan hanya dari kalangan Muslim KTP saja. Tapi juga ada yang justru berasal dari kalangan santri. Misalnya, anak seorang kyai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sal Salatiga yang selain dimurtadkan juga dihamili oleh seorang aktivis gereja. "Ini bukti bahwa gerakan pemurtadan memang semakin hebat dan terencana serius," jelasnya prihatin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Abud juga, sejumlah pendeta dan aktivis gereja kembali berdiri di bawah panji Syahadat. Mereka mengakui kekeliruan yang ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada ajaran mereka setelah berdebat panjang dengan Abud. "Bahkan, ada salah satu pendeta setelah berdebat di rumah saya membanting Injilnya karena kesal," cerita pria yang kutubuku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukannya keliling daerah untuk mengisi ceramah, seminar dan pelatihan tentang antisipasi gerakan pemurtadan (harakatul irtidad), mantan aktivis PII ini berkenan meluangkan waktunya untuk diwawancarai Suara Hidayatullah. Di ruang tamu rumahnya yang sempit, karena dipenuhi ribuan buku serta pakaian, sendal dan sepatu, barang dagangan istrinya, Abud menerima Deka Kurniawan dan reporter lepas Hidayaturrahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda begitu mendalami dunia Kristen. Pernahkah terbersit di hati Anda untuk masuk Kristen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keinginan untuk masuk Kristen walaupun saya sudah banyak sekali membedah Bibel. Justru keyakinan saya terhadap kebenaran Islam semakin kuat, karena setiap saya membaca Bibel selalu ada perbedaan redaksi dalam setiap edisi cetakannya. Misalnya dalam edisi lama ada istilah Tuhan. Tapi di edisi baru pada tempat yang sama ditulis Tuan. Begitu juga istilah Babi diganti menjadi Babi Hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abud mengoleksi 49 kitab Injil modern dan klasik, termasuk Injil dalam sejumlah bahasa daerah yakni Jawa, Minang dan Sunda. Sebagian besar didapatnya secara cuma-cuma dari diskusi yang dilakukannya bersama pendeta. Selebihnya didapat dari hasil investigasi dan membeli di pasar loak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama menggeluti ajaran Kristen, apakah Anda menemukan sisi positifnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sendiri menyatakan, telah terjadi percampuradukan antara yang benar dan yang batil dalam ajaran ahlul kitab. Ini berarti menunjukkan ada juga kebenarannya. Hanya saja memang madu dan racun itu sudah digabung menjadi satu. Seperti ayat-ayat tauhid dalam Markus pasal 12 ayat 25 Yesus berkata, "Dengarlah wahai Bani Israel Tuhan kita dalah Tuhan Esa." Ini menunjukkan Tuhan mereka adalah esa disamping memang ajaran mereka khusus hanya kepada golongan Bani Israel. Tapi ada juga racunnya, apa yang dikatakan Paulus dalam Roma pasal 9 ayat 5 misalnya, "Yesus adalah Allah yang harus disembah." Datanglah ayat Al-quran sebagai korektor bagi mereka, misalnya surah Al-Maidah ayat 72 menyebutkan, "Telah kafir orang yang mengatakan al-Masih adalah Tuhan." Makanya, kalau kita berinteraksi dengan para aktivis Kristen kita jangan hanya mengatakan kitab Injil sudah tidak asli atau palsu, lebih baik kita tunjukkan yang menyimpang dan salah pada Injil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan kaum Nasrani tidak menyadarinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kekuatan dana, mereka ada dogma, bahwa apapun yang terjadi apakah ajaran itu rasional atau tidak, harus diterima karena ia merupakan firman Tuhan. Dan ditanamkan kepada mereka hanya orang Kristen saja yang selamat, yang lain tidak selamat dan harus diselamatkan. Misi inilah yang membuat mereka agresif untuk melakukan pemurtadan. Apalagi misi itu didukung dengan fasilitas yang cukup. Mereka tidak lagi memikirkan urusan kebutuhan keluarga, karena sudah dijamin. Lain dengan dai-dai kita yang dikirim ke pelosok paling hanya digaji Rp 50.000-150.000 per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat mereka menerima dogma tersebut, sehingga mereka tetap menjadi ummat terbesar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum orang ingin mencari yang gampang. Dan di Kristen itu memang gampang. Kalau melakukan tindakan yang tidak berakhlaq tidak ada masalah karena nantinya akan diampuni juga, dan cukup hanya sekali seminggu datang ke gereja. Paulus mengatakan dalam Roma pasal 5 ayat 20, "Semakin banyak dosa semakin melimpah kurnia Tuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya di Barat kita ketahui kehidupan mereka rusak, terutama dalam kebebasan seks. Dan kerusakan itu mengacu kepada ajaran Bibel yang memang banyak memuat cerita-cerita porno yang vulgar. Misalnya diceritakan bagaimana Nabi Daud sebagai orang yang rusak moralnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghamili Batseba istri Uria. Begitu pula Nabi Luth diceritakan menghamili anaknya sendiri. Makanya, Jasmen Alfa, seorang Sosiolog Kristen, mengatakan Bibel itu jangan sampai dibaca anak-anak, lebih baik ia dimasukkan ke dalam peti besi, kemudian petinya dikunci dan kuncinya dibuang ke laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi mereka bila mendengar hal itu dari Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membenarkan dan meyakini kebenaran cerita persundelan itu. Misalnya sebuah acara di televisi pernah menampilkan dua orang pelacur yang menjadi germo kemudian bertaubat menjadi hamba Tuhan. Saya sampaikan bahwa cerita ini mirip dengan apa yang ada dalam Bibel. Pembawa acara yang Kristen itu kemudian membenarkan. Kemudian saya balikkan, berarti Yesus anak pezina karena dalam Matius ayat 1 dan seterusnya menceritakan bahwa silsilah keturunan Yesus bertemu dengan raja Daud yang menzinai Batseba. Tapi telepon saya akhirnya ditutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mentok biasanya apa yang mereka lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang jujur dan mengatakan ini PR buat saya. Ada yang tidak jujur dengan cara menghindar dan lari ke masalah lain. Maka kalau debat dengan mereka jangan beri kesempatan buat beralih pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meyakini semua orang berdosa dari Adam sampai manusia kemudian, kecuali Yesus yang tidak berdosa. Inilah sebenarnya skenario Paulus menjalankan misinya, yang membuat citra bahwa Yesus itu juru selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda hafal Injil sehingga fasih menyebutkan ayat demi ayat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hafal. Hanya tahu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beraktivitas di bidang ini Anda sudah terjun kemana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh wilayah Jawa Timur sudah, begitu pula Jawa Tengah dan Sumatera juga serta Kalimantan. Program ke depan adalah Irian dan Sulawesi. Kalau ini sudah berarti semua pulau besar sudah. Jadwal terbang Abud memang padat. Ketika kami menemuinya seusai berkhutbah Jumat di sebuah perkan-toran ia mengaku baru tiba dari Kalimantan. Sesudah itu ia punya agenda di dua tempat sampai malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas wawancara itu urung dilangsungkan. Karena esok siangnya ia berceramah di Universitas Trisakti untuk selanjutnya terbang ke Palembang, Sahid mewawancarainya pagi hari selama waktu menunggu jemputan dan dalam perjalanan menuju lokasi seminar. Itu pun masih sering disela oleh telepon, antara lain dari daerah yang memintanya datang yakni Pekalongan dan Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang biasanya Anda lakukan di berbagai tempat itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memberikan informasi sekitar cara-cara pemurtadan dan kita dorong mereka memperdalam pemahaman keislaman. Jangan sampai nanti kawan dibilang lawan dan lawan dibilang kawan, karena memang gerakan mereka ibarat musang berbulu ayam, lihai dan licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya sekarang di Meruya Ilir (Jakarta) mereka mendirikan Sekolah Tinggi Theologia Kalimatullah, yang semua mahasiswanya memakai kopiah dan mahasiswinya memakai jilbab. SKS Islamologinya yang dulu hanya 20 SKS sekarang menjadi 40 SKS. Semester dua saja mereka sudah dilatih berdiskusi dengan para ustadz. Sedang mahasiswa IAIN saja tidak dipersiapkan untuk menghadapi para pendeta. Ada juga yang mengaku-ngaku anak kiai, mantan ustadz dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggunakan cara-cara itu untuk mencari legitimasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semacam itu. Tidak jarang yang mengaku pernah jadi aktivis Muhammadiyah. Bahkan di rumah sakit pun mereka beraksi. Pasien yang tidak berdaya disuruh beriman kepada Yesus agar sembuh. Padahal kalau mau jujur, saya mempunyai tetangga Katolik yang mengeluh karena habis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biaya untuk berobat strok tapi tidak juga sembuh, terus saya balikkan saja, katanya Tuhan Anda bisa menyembuhkan. Jadi semua akal-akalan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Kristen untuk menjerat orang Islam. Kalau sudah menjadi Kristen ya akhirnya diterlantarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering Anda menangani kasus-kasus pemurtadan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali. Yang paling sering biasanya kasus pemuda Kristen memacari dan menghamili pemudi Muslimah. Ada juga kasus nikah beda agama yang belakangan menim-bulkan masalah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmah terbesar menjadi seorang Kristolog? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya bisa menguji kemampuan lewat berdebat dengan mereka, kalau ada yang kurang saya pelajari terus. Di samping itu memudahkan saya berda'wah kepada mereka, karena Islam ini juga wajib dida'wahkan kepada mereka. Lihat saja surah Ali-Imron ayat 71. Sementara perintah bagi mereka untuk berdakwah kepada orang Islam itu batal karena dalilnya di Matius pasal 28 ayat 16 dibuat setelah Yesus mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, kalau Anda didatangi misionaris Kristen, jangan diusir. Da'wahi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kan tidak semua orang punya bekal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya para aktivis da'wah harus menyiapkan bekal itu. Tim FAKTA insya Allah siap membantu. Dimana saja, sampai ke Irian sekalipun, kami siap memberikan bekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA didirikan 1998 dengan latar belakang belum banyaknya lembaga yang secara khusus menangani persoalan Kristenisasi. Dengan fasilitas yang sangat terbatas 7 dari 20 relawan (diantaranya bekas pendeta) yang aktif hingga kini masih rutin melakukan berbagai kegiatan antisipasi pemurtadan antara lain dengan menerbitkan buletin, membuka ruang konsultasi akidah di sebuah majalah Islam, memberikan seminar, ceramah dan pelatihan Kristologi di berbagai kota, dan belakangan di kampus-kampus. Melalui lembaga inilah Abud membangun jaringan anti pemurtadan secara nasional. Sayangnya, untuk kebutuhan operasional FAKTA masih mengandalkan kocek para relawannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja langkah yang harus diambil jika sebuah masyarakat berhadapan dengan kristenisasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi ini bervariasi. Kalau mereka mengadakan santunan sosial, pembagian sembako atau lainnya, maka umat Islam harus melakukan hal yang sama sebagai counternya. Kalau mereka menyerang lewat buku kita juga mempersiapkan buku dan tulisan-tulisan, sekaligus menyerang balik kepada mereka. Tapi kalau kasusnya hipnotis maka kita harus laporkan kepada pihak yang berwajib dan melakukan upaya advokasi bertemu dengan upaya hukum. Aparat juga harus peka. Kalau tak ada langkah hukum masyarakat bisa kehilangan kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para misionaris, langkah pertama, tolak mereka dengan cara yang baik, karena Islam tidak mengajarkan cara kekerasan jika kita tidak diperlakukan keras. Konkritnya kalau menemukan sudah ada bukti-bukti itu, ambil bukti-bukti itu kemudian serahkan kepada ulama setempat dan beritahukan kepada aparat, lantas jelaskan kepada mereka ini melanggar kode etik penyebaran agama. Kalau mereka berbuat zhalim baru kita lakukan hal yang sama tapi tidak boleh berlebihan. Ummat Islam jangan menjadi ummat yang bodoh karena Islam bukan agama yang sempit. Kepada ummat Kristen yang tidak menggangu jangan diganggu pula mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ummat Islam selama ini cenderung reaktif terhadap isu-isu kristenisasi, misalnya seperti yang terjadi di Doulos. Bagaimana menurut Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah tafsir. Ummat Islam tidak pernah mengadakan aksi. Mereka hanya bereaksi. Karena aksi-aksi Kristen melanggar kode etik maka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummat Islam bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, karena begitu concernnya terhadap bidang Kristologi, dosen Institut Agama Islam Al-Ghuraba ini, sampai menamakan anak keduanya dengan seorang tokoh Kristologi terkemuka dari Afrika, Ahmad Deedat. "Saya memang mengaguminya dan ingin agar dia menjadi ulama seperti Ahmad Deedat," jelas Kristolog yang mengaku memiliki kemiripan jalan hidup dengan Ahmad Deedat itu. Itulah sebabnya di kalangan teman-temannya, serta belakangan di kalangan media dan umat, anak ketujuh dari 13 bersaudara pasangan Mahfudz dan Hanafiyah itu lebih sering dikenal sebagai Abu Deedat. Padahal nama aslinya adalah Shihabuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anda tertarik dan tekun menekuni Kristologi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terjun di dunia Kristologi tahun 1982, ketika bekerja di sebuah perusahaan swasta. Di perusahaan itu kebetulan direkturnya seorang pendeta. Begitu pula para pimpinan lainnya yang memegang posisi penting rata-rata adalah aktivis gereja. Salah satu dari mereka, yakni kepala bagian keuangan berusaha menginjili ('mendakwahkan' injil) para karyawan Muslim melalui berbagai tulisan dan diktat tentang potongan-potongan ayat Qur'an yang terkesan seperti mendukung agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya penasaran. Maka saya datangi orang itu. Ketika saya tanya, katanya tulisan-tulisan itu disusun oleh orang yang sudah berpuluh-puluh kali naik haji. Saya pun terlibat diskusi kecil-kecilan dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bekal Anda waktu itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal saya waktu itu Injil pemberian seorang Kristen Manado yang saya pelajari. Kebetulan juga saya lulusan Fakultas Ushuluddin, jurusan Penyiaran Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sana ada mata kuliah khusus tentang Kristologi. Dengan modal itu saya terus menggeluti dunia Kristologi secara otodidak, selain mengikuti kursus-kursus Kristologi secara tertulis. Misalnya di Pelita Hidup tahun 1986 dengan menggunakan nama samaran. Alhamdulillah dari situ saya banyak mendapatkan dokumen penting yang berguna untuk antisipasi gerakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dibesarkan di pesantren NU sampai SMP di Tasikmalaya, Jawa Barat. Orang tuanya juga berlatar belakang NU. Karena banyak berinteraksi dengan aktivis Persis, ayahnya lalu banyak mendorong untuk berdakwah. Berbagai diskusi dan kegiatan PII ditekuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya Abud sering meladeni permintaan debat dari para pendeta dan aktivis gereja. Hal yang sama juga dilakukan di berbagai tempat. Dan itu sudah berlangsung ratusan kali. Dari kalangan Budha dan Aliran Kepercayaan ada juga yang pernah menjadi lawan debat Abud. Menurut Abud, banyak di antara mereka yang menyerah tapi tidak mau mengakui kesalahannya. Kalau pun ada yang mengaku salah, mereka khawatir kalau masuk Islam akan miskin. Tidak sedikit juga yang mendapat hidayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku apa saja yang Anda jadikan pegangan untuk mendebat mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih SMU di kampung, saya sudah memiliki referensi buku-buku Islam, kurang lebih 500 judul. Yang pertama saya pelajari adalah dialog Islam-Kristen berjudul "Bibel lawan Bibel" karangan A Hassan dan buku-buku Pak Abdullah Wasian tentang Kristologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda mendidik anak Anda, Deedat, supata kelak jadi seperti Ahmad Deedat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekarang sedang berusaha menyiapkannya menjadi aktivis da'wah. Ketika saya menangani kasus pemurtadan di rumah, saya sengaja menyuruhnya untuk melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatur kesibukan da'wah dengan keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba bagaimana kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi, karenanya saya juga berwiraswasta. Istri saya banyak sekali membantu dan mendorong saya ketika menangani kasus-kasus pemurtadan terutama terhadap Muslimah. Jadi antara saya dan istri sejalan. Dia juga tahu tugas saya, sehingga untuk anak-anak kita beri penjelasan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah mengalami teror? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, sebatas teror telepon dan surat kaleng biasa. Istri saya juga pernah diancam melalui telepon. Berjuang harus ada tantangan dan itulah risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa apa yang paling berkesan bagi Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak pernah bisa saya lupakan adalah ketika saya mengobati anaknya kiai, di mana seumur hidup baru kali itu saya menceramahi kiai secara langsung. Anaknya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, dibawa kabur oleh anak pendeta kemudian di-Kristenkan, bahkan sudah dihamili. Akhirnya pak kiai ini mendatangi saya dan minta tolong kepada saya untuk menangani kasus ini. Alhamdulillah, sayapun dapat melakukan penyadaran kepada anak tersebut dan kepada kiai itu sekaligus yang merasa terpukul dengan keadaan anaknya. Kesan lain, ketika saya menghadapi kasus-kasus Muslimah yang termurtadkan. Ini sering membuat saya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perhatian yang mendalam itu tidak membuat Anda emosional? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat prihatin sekali, karena lembaga yang lain masih sangat minim perhatiannya terhadap masalah seperti ini. Inilah kelemahan di kalangan kita. Kalau kejadian seperti ini belum menimpa keluarga kita sendiri, hal itu dianggap biasa saja. Kalau sudah tertimpa musibah baru merasa. (Deka Kurniawan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-4785718887280042310?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4785718887280042310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4785718887280042310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/abu-deedat-shihabuddin-mh-ahli.html' title='Abu Deedat Shihabuddin MH, Ahli Kristologi, Menyadarkan Ribuan Orang Yang Belum Mengenal Islam'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3909608242436651318</id><published>2011-10-18T18:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T18:30:13.350-07:00</updated><title type='text'>Awaaasssss .......Kristenisasi Jawa Barat  !!!!!!</title><content type='html'>Sahabat pembaca, kali ini penulis meng-update blog ini dengan sebuah informasi tentang fakta Kristenisasi yang terjadi. Informasi ini penulis dapat dari beberapa media muslim online, yang semata-mata bertujuan agar sahabat kaum muslimin kembali meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi hal-hal demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi akan mengepung ibu kota Jakarta. Diawali dengan menggarap kota-kota penyangga utamanya, Jawa Barat. Demikian pula dengan Sumbar, kata pengamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Terkait adanya dugaan upaya kristenisasi berkedok karnaval dengan memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan bekerjasama&lt;br /&gt;dengan Badan Anti Narkotika (BAN) di Bekasi, Ahad (2/5) lalu, Forum Ummat Islam (FUI) Wilayah Bekasi, mengungkapkan bahwa memang ada skenario besar dibalik&lt;br /&gt;peristiwa-peristiwa provokatif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama sebelum kasus itu, telah terjadi pula sikap penentangan oleh kalangan Kristen dengan melakukan pelecehan terhadap Islam dengan menginjak Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Kemudian munculnya blog Santo Bellarminus yang memberikan tagline pada title header blognya, "Habisi Islam di Indonesia". Uniknya, kejadian dan objek tersebut&lt;br /&gt;semua berlangsung di Kota Bekasi Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengurus Forum Ummat Islam (FUI) Wilayah Kota Bekasi, Drs. Bernard Abdul Jabbar, M.Pd, Provinsi Jawa Barat telah menjadi agenda utama gerakan kristenisasi&lt;br /&gt;di Indonesia selain juga Provinsi Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jawa Barat dan Sumatera Barat itu agenda kristenisasi internasional. Di Jawa Barat dimulai dari Bekasi, kemudian akan berkelanjutan termasuk misalnya&lt;br /&gt;pada kasus di Cianjur," kata Bernard yang ditemui Hidayatullah.com, Jum'at (14/05) kemarin di sela-sela aksi demontrasi ummat Islam di Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan pendeta ini mengungkapkan, gerakan-gerakan kristenisasi yang terbilang marak dan berani tersebut memang sesuai dengan perintah dalam upaya menjalankan&lt;br /&gt;perintah Alkitab Matius (10): 16; licik seperti ular, tulus seperti merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut mereka, ini adalah misi agung. Mereka didukung Gerakan jaringan zionis kristen Indonesia," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat, lanjut Bernard, merupakan indikator keberhasilan kristenisasi di Indonesia. Lebih dari itu, bahkan menurut investigasi&lt;br /&gt;dan temuan FUI, kini ummat Kristen di Bekasi sudah bersiap diri dengan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekte garis keras Kristen Protestan yakni Yehova pun rutin melakukan bantuan melalui Denny Tunggul, orang yang diduga menunggangi aksi pelecehan terhadap&lt;br /&gt;Islam di halaman Masjid Al Barkah belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasukannya sudah bersiap diri. Ada Brigade Kristus, Brigade Maryam, Brigade Imron, dan Brigade Kudus. Mereka sudah bersatu, ini kita harus sadar," imbuh&lt;br /&gt;pria yang juga sempat menjadi aktivis kristen radikal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernard menyakini bahwa ada kekuatan besar dibalik semua kegiatan kristenisasi tersebut. "Ada rekayasa dan agenda besar di sana," tandas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sumber :[www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3909608242436651318?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3909608242436651318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3909608242436651318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/awaaasssss-kristenisasi-jawa-barat.html' title='Awaaasssss .......Kristenisasi Jawa Barat  !!!!!!'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-8056329118677427263</id><published>2011-10-18T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T18:24:29.659-07:00</updated><title type='text'>Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat    Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.    Ada pula yang meski mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justru menghalangi tegaknya syariat Islam. Menghalangi tegaknya hukum Allah. Sebaliknya mereka justru menjadi pendukung sistem buatan manusia yang merupakan buatan dari kaum Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani).    Ada juga yang enggan mengerjakan shalat, malas berpuasa, tidak mau membayar zakat, atau tidak mau naik haji meski mampu. Padahal itu adalah kewajiban utama yang masuk dalam 5 rukun Islam.    Surat Al An’aam 25-31:    Kelak orang-orang seperti ini akan menyesal di akhirat nanti. Di bawah adalah ayat-ayat Al Qur’an yang menggambarkan penyesalan mereka. Saat siksa neraka yang pedih akan menimpa mereka, ingin rasanya mereka kembali ke dunia dan mengerjakan segala perintah Allah.    وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ    Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.    وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ    Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.    وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ    Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).    بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ    Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.    وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ    Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”.    وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ قَالَ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ    Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.    قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ    Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.    [Surat Al An'aam 25-31]    Bagaimana mereka tidak menyesal mengingat kedahsyatan kiamat dan neraka itu amat dahsyat hingga seorang ibu yang tengah menyusui anaknya sampai lupa pada anaknya:    “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).   (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” [Al Hajj 1-2]    Begitu mengerikan hingga anak-anak rambutnya menjadi beruban:    “Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.   Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.” [Al Muzzammil 17-18]    Pada Surat Al Fajr 17-26 dijelaskan bagaimana orang yang tidak memuliakan anak yatim, tak mau sedekah, dan korup akhirnya menyesal tatkala diperlihatkan neraka yang begitu dahsyat dan mengerikan. Neraka itu untuk menyiksa dirinya:    “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.    Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.    dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.    Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”    Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.    [Surat Al Fajr 17-26]    Dia menyesal karena mencintai harta benda dengan berlebihan dan ingin agar bisa kembali sehingga dapat bersedekah. Namun sia-sia. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna!    Surat Saba’ 31-33 menjelaskan bagaimana orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an akhirnya menyesal. Para penyesat dan orang yang disesatkan pun saling menyalahkan:    “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Qur’an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya”. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang lalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”.    Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa”.    Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.    [Saba' 31-33]    Pada surat Yunus 48-54, orang-orang kafir tidak percaya akan hari pembalasan. Bahkan minta disegerakan jika memang ada:    “Mereka mengatakan: “Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?”    Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).    Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?”    Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?    Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”    Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah: “Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.    Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.    [Yunus 48-54]    Saat siksa itu datang mereka menyesal. Bahkan bersedia menebus dengan segala yang ada.</title><content type='html'>Penyesalan Non Muslim di Hari Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang meski mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justru menghalangi tegaknya syariat Islam. Menghalangi tegaknya hukum Allah. Sebaliknya mereka justru menjadi pendukung sistem buatan manusia yang merupakan buatan dari kaum Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang enggan mengerjakan shalat, malas berpuasa, tidak mau membayar zakat, atau tidak mau naik haji meski mampu. Padahal itu adalah kewajiban utama yang masuk dalam 5 rukun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al An’aam 25-31:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak orang-orang seperti ini akan menyesal di akhirat nanti. Di bawah adalah ayat-ayat Al Qur’an yang menggambarkan penyesalan mereka. Saat siksa neraka yang pedih akan menimpa mereka, ingin rasanya mereka kembali ke dunia dan mengerjakan segala perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ قَالَ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Surat Al An'aam 25-31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka tidak menyesal mengingat kedahsyatan kiamat dan neraka itu amat dahsyat hingga seorang ibu yang tengah menyusui anaknya sampai lupa pada anaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).&lt;br /&gt;(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” [Al Hajj 1-2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mengerikan hingga anak-anak rambutnya menjadi beruban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.&lt;br /&gt;Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.” [Al Muzzammil 17-18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Surat Al Fajr 17-26 dijelaskan bagaimana orang yang tidak memuliakan anak yatim, tak mau sedekah, dan korup akhirnya menyesal tatkala diperlihatkan neraka yang begitu dahsyat dan mengerikan. Neraka itu untuk menyiksa dirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Surat Al Fajr 17-26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyesal karena mencintai harta benda dengan berlebihan dan ingin agar bisa kembali sehingga dapat bersedekah. Namun sia-sia. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Saba’ 31-33 menjelaskan bagaimana orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an akhirnya menyesal. Para penyesat dan orang yang disesatkan pun saling menyalahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Qur’an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya”. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang lalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Saba' 31-33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada surat Yunus 48-54, orang-orang kafir tidak percaya akan hari pembalasan. Bahkan minta disegerakan jika memang ada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka mengatakan: “Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah: “Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yunus 48-54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat siksa itu datang mereka menyesal. Bahkan bersedia menebus dengan segala yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-8056329118677427263?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8056329118677427263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8056329118677427263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/10/penyesalan-orang-orang-kafir-di-akhirat.html' title='Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat    Di dunia ini banyak orang-orang yang kafir. Tak jarang mereka begitu bangga akan kekafirannya. Ada yang bangga menjadi atheist dan lantang menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka anggap bodoh orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan.    Ada pula yang meski mengaku beriman, namun mengingkari perintah Allah. Mereka justru menghalangi tegaknya syariat Islam. Menghalangi tegaknya hukum Allah. Sebaliknya mereka justru menjadi pendukung sistem buatan manusia yang merupakan buatan dari kaum Judeo-Christian (Yahudi dan Nasrani).    Ada juga yang enggan mengerjakan shalat, malas berpuasa, tidak mau membayar zakat, atau tidak mau naik haji meski mampu. Padahal itu adalah kewajiban utama yang masuk dalam 5 rukun Islam.    Surat Al An’aam 25-31:    Kelak orang-orang seperti ini akan menyesal di akhirat nanti. Di bawah adalah ayat-ayat Al Qur’an yang menggambarkan penyesalan mereka. Saat siksa neraka yang pedih akan menimpa mereka, ingin rasanya mereka kembali ke dunia dan mengerjakan segala perintah Allah.    وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ    Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.    وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ    Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.    وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ    Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).    بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ    Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.    وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ    Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”.    وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ قَالَ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ    Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.    قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ    Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.    [Surat Al An&apos;aam 25-31]    Bagaimana mereka tidak menyesal mengingat kedahsyatan kiamat dan neraka itu amat dahsyat hingga seorang ibu yang tengah menyusui anaknya sampai lupa pada anaknya:    “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).   (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” [Al Hajj 1-2]    Begitu mengerikan hingga anak-anak rambutnya menjadi beruban:    “Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.   Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.” [Al Muzzammil 17-18]    Pada Surat Al Fajr 17-26 dijelaskan bagaimana orang yang tidak memuliakan anak yatim, tak mau sedekah, dan korup akhirnya menyesal tatkala diperlihatkan neraka yang begitu dahsyat dan mengerikan. Neraka itu untuk menyiksa dirinya:    “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.    Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.    dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.    Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”    Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.    [Surat Al Fajr 17-26]    Dia menyesal karena mencintai harta benda dengan berlebihan dan ingin agar bisa kembali sehingga dapat bersedekah. Namun sia-sia. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna!    Surat Saba’ 31-33 menjelaskan bagaimana orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an akhirnya menyesal. Para penyesat dan orang yang disesatkan pun saling menyalahkan:    “Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Qur’an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya”. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang lalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”.    Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa”.    Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.    [Saba&apos; 31-33]    Pada surat Yunus 48-54, orang-orang kafir tidak percaya akan hari pembalasan. Bahkan minta disegerakan jika memang ada:    “Mereka mengatakan: “Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?”    Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).    Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?”    Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?    Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”    Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah: “Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.    Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.    [Yunus 48-54]    Saat siksa itu datang mereka menyesal. Bahkan bersedia menebus dengan segala yang ada.'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-5997362054539572887</id><published>2011-06-27T05:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:34:43.535-07:00</updated><title type='text'>TOKOH-TOKOH KRISTEN PENENTANG TRINITAS (ajaran paulus sesat)</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://yesuscross.wordpress.com/2010/02/03/tokoh-tokoh-kristen-penentang-trinitas-ajaran-paulus-sesat/" rel="bookmark" title="TOKOH-TOKOH KRISTEN PENENTANG TRINITAS (ajaran paulus sesat)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="postinfo" style="text-align: justify;"&gt;Posted on &lt;span class="postdate"&gt;February 3, 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="postinfo" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Yesus lahir, wilayah Yerusalem dijajah oleh imperium Romawi yang agamanya beraliran politeisme. Karena sebagai penduduk yang terjajah, bangsa Yahudi Essenes yang masih taat berpegang pada hukum-hukum Taurat Musa, tidak mampu mengembangkan ajaran agamanya di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan Yahudi Farisi dan Saduki memakai agamanya dalam bentuk formalitas saja, dan sikap hidupnya selalu menyalahi hokum-hukum taurat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Yesus mendapat tugas menyampaikan risalah Tuhan, dia selalu memperingatkan penyelewengan Yahudi Farisi dan Saduki. Oleh karena itu dua kelompok ini sangat membenci Yesus dan ingin membunuhnya. Untuk melaksanakan niat jahat itu, mereka menghasut penjajah Romawi, bahwa Yesus adalah tokoh pemberontak yang ingin menjadi raja Yahudi, dan ingin membebaskan bangsanya dari pendudukan imperium Romawi. Dengan bantuan kedua kelompok Yahudi itu, tentara Romawi berusaha menangkap Yesus dan membinasakan pengikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Yesus tiada, para muridnya menyebarkan ajarannya secara meluas ke tengah-tengah masyarakat yang sudah terpengaruh oleh kepercayaan politeisme. Yang kemudian melahirkan dua kelompok penganut Yesus. Pertama, yang betul-betul mengikuti ajaran Yesus secara murni, tanpa dicampuri oleh kepercayaan politeisme. Mereka berkeyakinan bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, dan Yesus adalah manusia biasa utusan Allah. Kelompok ini lebih dikenal dengan sebutan Unitarian. Kedua, mengikuti ajaran Yesus yang telah disebarkan oleh para muridnya, tetapi masih sulit meninggalkan kepercayaan politeisme yang sudah mendarah daging pada diri mereka. Akhirnya mereka mengkultuskan Yesus sebagai penyelamatnya, bahkan diangkat menjadi Tuhannya. Kelompok ini dipelopori oleh Paulus (Saulus) yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Kristen Trinitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses kepercayaan kelompok kedua ini sudah menjadi fenomena biasa bagi yang mudah kita jumpai di mana-mana. Perjalanan kepercayaan Kristen Trinitas periode pertama, mendapatkan tantangan hebat dari kelompok Kristen Unitarian. Yaitu sekte Kristen yang berkeyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah, dan Yesus adalah manusia biasa yang diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaranNya, dengan dibekali beberapa Mukjizat. Berkat bantuan imperium super power Romawi yang juga beragama politeisme itu, agama Kristen Trinitas cepat menyebar luas ke beberapa negara. Sedangkan beberapa ribu penganut Unitarian disiksa dan dibunuh. Di antara tokoh-tokoh Unitarian tersebut adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IRANAEUS (130 - 200 M)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Iraneus lahir, agama Kristen yang berpusat di Antiokia telah menyebar ke Afrika Utara sampai ke Spanyol dan Perancis selatan. Uskup Lyon yang bernama Pothinus pernah menyuruh Iranaeus membawakan surat petisinya ke Paus Eleutherus (174 189 M) di Roma. Dalam petisi itu, Pothinus memohon agar Paus menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang menolak doktrin Trinitas. Disaat Iranaeus masih berada di Roma, dia mendengarkan berita pertikaian antar kelompok Kristen yang mengakibatkan Uskup Pothinus terbunuh. Setelah pulang ke Lyon, dia menjadi uskup menggantikan Pothinus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 190 M, dia menulis surat kepada Paus Victor I (189 -198 M) untuk menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang berbeda keyakinan. Kerusuhan antar kelompok terulang lagi, dan pada tahun 200 M, dia dibunuh kelompok Trinitas yang dipelopori Paus Victor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iranaeus meyakini bahwa Yesus bukanlah Tuhan, melainkan manusia biasa yang diutus oleh Allah. Dia melontarkan kritik tajam terhadap Paulus, dan menudingnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas penyusupan ajaran-ajaran politeisme dan filsafat Plato ke dalam agama Kristen. Dalam menyampaikan ajaran yang diyakininya, Iranaeus sering mengutip ayat-ayat yang termaktub dalam injil Barbanabas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TERTULIAN (160 - 220 M)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tertulian berasal dari Kartago, kemudian dia menjadi tokoh Gereja Afrika. Dia adalah seorang Unitarian yang mengidentikkan Yesus dengan Meisah dalam agama Yahudi. Beliau menentang Paus Calixtus (217 - 222 M) yang mengajarkan bahwa dosa besar itu bisa diampuni setelah melakukan taubat secara kanonik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara pernyataan Tertulian masih tercatat sampai sekarang adalah &lt;img alt=":?" class="wp-smiley" src="http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif?m=1308958506g" /&gt; Mayoritas manusia berpendapat bahwa Yesus adalah manusia biasa. Dialah yang mula-mula memperkenalkan istilah Trinitas dsari bahasa latin sewaktu membahas doktrin yang dipandangnya aneh itu. Sebab istilah seperti itu tidak pernah dijumpai dalam kitab suci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ORIGEN (185 - 254 M)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Origen lahir di Iskandariah Mesir. Bapaknya, Leonidas, mendirikan pusat pendidikan teologi, dan menunjuk Clement sebagai kepalanya. Gereja Paulus (Trinitas) sangat membenci Leonidas, karena menganut ajaran Unitarian yang disebarkan oleh murid-murid Yesus (Apostolic Christianity), dan menolak ajaran-ajaran Paulus. Oleh karena itu pihak gereja Paulus membunuhnya pada tahun 208 M. Peristiwa itu sangat menggores di hati Origen, dan ia ingin mempertaruhkan nyawanya untuk menuntut kematian ayahnya, namun dicegah oleh ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gurunya, Clement, merasa terancam dan meninggalkan Iskandariah. Karena ayahnya terbunuh dan gurunya meninggalkan dia, Origen menggantikan Clement sebagai kepala sekolah teologi. Dalam kedudukannya yang baru itu, dia terkenal sebagai cendekiawan yang berani. Kesalehan dan semangatnya yang tinggi diilhami oleh sebuah ayat yang termaktub dalam kitab Matius 19;12 yang berbunyi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ada orang yang tidak dapat kawin karena memang ia lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena kerajaan Sorga. Siapa yang dapat ,mengerti hendaklah mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 230 M Origen menjadi pengkhotbah di Palestina. Tetapi Uskup Demerius memecat dan membuangnya. Dia pergi ke Caesarea dan membangun pusat pendidikan yang sangat terkenal di kota itu. Konsili Iskandaria tahun 250 M menjatuhkan kutukan kepada Origen. Dia ditangkap dan menjalani siksaan sampai menemui ajalnya tahun 254 M, karena menolak doktrin Trinitas. Origen berkeyakinan, Allah adalah Maha Agung dan Yesus adalah hambaNya yang derajatnya tidak sebanding dengan Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia dikenal sebagai ahli sejarah gereja yang termashur. Sejak muda sampai akhir hayatnya terkenal keberaninnya. Memiliki sifat-sifat terpuji sebagai guru kebenaran dan sangat dicintai oleh murid-muridnya. Ilmu pengetahuannya sangat luas, yang tidak ada duanya di kalangan Kristen saat itu. Dia pernah menulis kurang lebih enam ratus risalah dan makalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DIODORUS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diodorus adalah uskup di Tarsus, kota kelahiran Paulus. Dia termasuk salah satu tokoh Kristen Antiokia. Dia berpendapat, alam semesta ini selaludalam perubahan. Dia proses perubahan itu pasti ada periode awalnya yang berasal dari yang Maha Abadi dan Maha tidak Berubah. Yang Maha Abadi itulah sang Pencipta yang Maha Esa. Diodorus menegaskan, Yesus itu berkodrat manusiawi baik ruhani maupun jasmani, dan sama sekali tidak memiliki kodrat Ilahi (Tuhan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LUCIUS (Wafat 312 M)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping terkenal sebagai ahli teologi yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani, diapun sebagai tokoh yang sangat taat kepada Allah. Dia berada di luar lingkungan Gereja sejak tahun 220 M sampai tahun 290 M. Kesalehan dan luasnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya, mengundang kekaguman banyak orang. Perguruan di Antiokia yang dipimpinnya, melahirkan aliran Arianisme yang dicetuskan oleh muridnya yang bernama Arius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam memahami kitab sucinya, dia berpegang pada penafsiran dariu segi tata bahasa beserta pengertiannya secara lahiriah dan kritis. Dia menentang penafsiran yang diambil dari pengertian simbolik dan allegoris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucius berpendapat, adanya pertentangan paham yang sangat tajam di tubuh Gereja telah membuktikan, bahwa orang-orang Kristen berpedoman pada ajaran yang bersumber dari tradisi tulisan dan mengesampingkan tradisi lisan. Padahal Yesus atau para muridnya tidak pernah mencatat ajaran Yesus. Sedangkan tradisi tulisan berasal dari orang-orang yang tidak pernah menjadi murid Yesus. Tragedi ini menunjukkan, ajaran Yesus begitu cepat lenyap disebabkan kekacauan isi ajaran yang berkembang sampai penghujung abad ketiga Masehi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucius merevisi Septuaginta, yakni naskah Alkitab berbahasa Yunani. Dia membunag sekian banyak perubahan-perubahan yang disisipkan ke dalam Alkitab, ketika disalin ke dalam bahasa Yunani. Dia berkeyakinan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan hamba Allah. Karena tetap mempertahankan keyakinan seperti itu, maka dia ditangkap dan disiksa sampai mati pada tahun 312 M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ARIUS (925- – 336 M)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan Arius sangat erat kaitannya dengan Constantin, kaisar imperium Romawi. Sehingga kita tidak bisa memahami sejarah kehidupan salah satunya, tanpa memahami orang satunya lagi. Kisah Constantin menaruh perhatiannya kepada gereja berawal dari kekhawatirannya terhadap kedudukannya di Roma. Kaisar ini merasa cemburu terhadap putra mahkota bernama Crispus. Putra ini sangat termashur, karena posturnya yang menawan dan sikapnya yang ramah, disertai keberaniannya di medan pertempuran. Agar namanya tetap bertahan sebagai figure kaisar Romawi, dan tidak tenggelam oleh ketenaran nama putra mahkotanya, maka Constantin membunuh Crispus. Kematiannya menimbulkan duka rakyat Romawi. Dibalik pembunuhan itu, ada berita bahwa ibu tiri putra mahkota itu menginginkan putra kandungnya sendiri yang akan menjadi kaisar, sehingga dia berniat untuk menghabisi Crispus. Akhirnya Constantin menjatuhi hukuman mati kepada ibu tiri itu dengan membenamkannya ke dalam air mendidih. Para pendukung permaisuri yang mati itu bergabung dengan para pecinta putra mahkota menuntut atas kematian kedua orang itu. Constantin dalam posisi tersudut dan meminta bantuanpendeta kuil Yupiter di Roma. Tetapi para pendeta itu mengatakan, tidak ada kebaktian atau korban yang bisa menghapus dosa pembunuhan yang telah dilakukannya. Suasana yang tegang di Roma membikin dia tidak tentram, sehingga Constantin pergi ke Bizantium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tiba di sana, dia mengubah nama kota di pinggir selat Bosporus itu sesuai dengan namanya, Constantinopel. Di tempat baru itulah dia melihat perkembangan gereja Paulus sangat menakjubkan. Constantin mendapat pelajaran, bahwa bila dia mau bertobat dan mengakui dosanya di Gereja, maka dosa itu akan diampuni. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk membersihkan nama dan tangannya yang telah dikotori lumuran darah dua pembunuhan dan keputusan-keputusan jahat selama dia berkuasa. Setelah merasa terbebas dari beban dosa, dia pun mencurahkan pikirannya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh imperiumnya. Dia melihat adanya kemungkinan memperalat gereja untuk meraih tujuannya dan menunjukkan loyalitasnya, dengan cara memberi kebebasan kepada Gereja untuk berkembang, yang sebelumnya telah ditindas dan dibinasakan oleh Kaisar Diolektianus (284- 305 M). Berkat dukungan Constantin inilah perkembangan gereja semakin kuat dan pesat. Sebaliknya dia mendapatkan keuntungan yang besar, karena wilayah sekitar Laut Tengah dipenuhi oleh Gereja, yang pemeluknya dapat dipergunakan untuk mendukungnya di medan perang. Bantuan pendeta merupakan factor yang sangat penting untuk menyatukan Eropa dan Timur Tengah di bawah kekuasaan Constantin. Karena rasa terima kasih kepada Gereja disatu sisi, dan ingin menyudutkan para pendeta kuil Yupiter di Roma yang tidak mau membantunya, pada sisi lainnya, dia mengajak Uskup Roma untuk membangun greja yang besar dan megah di kota Roma. Dari posisi terjepit di kota itu, agama Kristen kemudia diberi fasilitas-fasilitas yang luar biasa oleh Constantin. Di samping itu dia membiayai pembangunan gereja yang besar dan megah di bukit Zion, Yerusalem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun dia telah memberikan bantuan besar dan masuk agama Kristen, tetapi dia belum pernah dibaptis, sebab pengaruh agama Paganisme yang menyembah dewa Yupiter dan dewa-dewi lainnya masih sangat dominan. Oleh karena itu Constantin bersikap menjaga keseimbangan, yang kadangkala dia menampakkan diri seakan-akan sebagai pemuja dewa itu. Sikap seperti itu berlangsung cukup lama sampai meledaknya pertentangan di tubuh Kristen, antara sekte Pauline Church (Gereja Paulus) yang bertuhan Trinitas dengan sekte Apostolic Church (Gereja Rasuli) yang menganut paham Unitarian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh terkemuka sekte Unitarian waktu itu adalah Arius, salah seorang Dewan Gereja yang sangat terkenal dalam sejarah dunia Kristen. Dia lahir di Libya dan belajar di perguruan Antiokia yang dinina oleh Lucius. Ia merupakankekuatan baru bagi gereja rasuli yang menghidupkan dan mempertahankan ajaran Yesus yang murni, dengan semboyan ; "Ikutilah Yesus menurut yang diajarkan olehnya", serta menentang ajaran-ajaran Kristen yang diciptakan oleh Paulus. Keagungan nama Arius pada masa itu dapat dilihat dari namanya yang sampai sekarang disinonimkan dengan sekte Unitarianisme, yakni aliran yang meyakini bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, dan Yesus adalah hamba dan utusan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja Paulus menerima pukulan telak ari pihak Arius. Mereka mengakui, Arius bukan hanya seorang ahli perencana saja, melainkan juga sebagai orang yang jujur dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Pada saat Tradisi Lisan (oral tradition) yang mempertahankan ajaran Yesus&amp;nbsp; mulai lumpuh, dibarengi dengan pemahaman Tradisi Tulisan semakin menyimpang jauh, maka arius tampil dengan segala keberanian dan kegigihannya mempertahankan ajaran Yesus yang telah disampaikan oleh para muridnya secara murni, serta menentang persekutuan pihak gereja dengan kaisar Constantin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arius adalah murid Lucian yang paling keras mengecam gereja Paulus. Oleh karena dia selalu diincar pembunuhan oleh aliran Trinitas. Arius menyadari akan bahaya yang mengancamjiwanya. Walaupun riwayat hidup masa mudanya tidak begitu jelas, tetapi dia tercatat menjadi tokoh gereja Becaulis Iskandariah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai pada masa Konsili Nicea tahun 325 M, perbedaan keyakinan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan berdasarkan kemauan dan pilihan masing-masing individu. Sebelum gereja mendapatkan kebebasan dari imperium Romawi, perbedaan keyakinan itu menimbulkan pertentangan sengit, yang pada akhirnya mengakibatkan pertikaian antar kelompok Kristen. Bahkan sering terjadi penangkapan, penyiksaan, malah pembunuhan gelap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Constantin menjalin aliansi dengan gereja, terjadilah perubahan dramatis. Meskipun waktu itu Constantin masih menjabat kepala negara yang penduduknya mayoritas menganut Paganisme, tetapi secara terbuka memberi bantuan kepada gereja, yang pada masa itu mungkin perbedaan antara Pauline Church dengan Apostolic Church belum begitu tajam. Dengan demikian, agama Kristen memperoleh kedudukan baru di bawah naungan kaisar Romawi. Bagi kebanyakan orang, perkembangan Kristen seperti ini menimbulkan masalah politik. Sebagian orang yang dulunya menentang agama itu, berbalik mendukungnya karena mendapat tekanan dari pemerintah. Oleh karena itu mereka memeluk agama Kristen bukan karena panggilan hati nuraninya, melainkan karena tujuan-tujuan tertentu. Perubahan situasi itu sangat menguntungkanpihak Kristen. Gereja Paulus dan Gereja Rasuli masing-masing berkembang pesat ke seluruh wilayah imperium Romawi, mengakibatkan pertentangan kedua sekte itu semakin tajam di setiap daerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Constantin yang pada waktu itu masih belum memahami agama Kristen, hanya ingin mendapatkan keuntungan politis bila tercipta kesatuan gereja yang tunduk padanya, dan berpusat di Roma, bukan Yerusalem. Ketika para jemaat gereja Rasuli (Apostolic Church) menolak untuk memenuhi keinginan kaisar itu, Constantin berusaha melakukan tekanan-tekanan terhadap mereka. Tetapi setiap tekanan itu tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Para jemaat gereja Rasuli yang menganut faham Unitarian itu tetap menolak untuk tunduk kepada Uskup Roma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertentangan semakin tajam mengenai pokok-pokok keyakinan di dalam agama Kristen. Sementara itu doktrin Trinitas telah diterima sepenuhnya oleh pihak-pihak tertentu dalam dunia Kristen. Sedangkan pihak Donatus, Melitus, terutama Arius menentang doktrin tersebut. Setelah lebi dari dua abad, doktrin itu menjadi bahan perdebatan, tidak ada pihak yang bisa memberikan penjelasan dan penafsiran yang memuaskan. Karena banyak fihak yang menentangnya, semakin banyak membutuhkan penjelasan dan difinisi dogma itu. Pihak gereja harus memberikan difinisi tentang kodrat kemanusiaan dan kodrat ketuhanan Yesus. Serta memberikan penjelasan mengenai hubungan oknum yang satu dengan oknum lainnya dalam Trinitas. Gereja harus menunjukkan difinisi yang akurat mengenai hubungan ketuhanan Yesus dengan perawan Maria, ibunya. Karena setiap orang Kristen selalu dihadapkan pada sekian banyak problem dogma Trinitas, maka surat pertanyaan yang dikirim kepada pihak Paus di Roma semakin menggunung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat jawaban dari Paus ternyata tidak bisa memberikan kepuasan bagi semua pihak. Arius tampil mengajukan tantangannya kepada pihak Paus untuk memberikan difinisi yang logis dan rasional mengenai doktrin Trinitas. Arius sendiri memberikan penjelasan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jika Yesus itu sebagai anak Tuhan, berarti Bapa (Allah) harus ada terlebih dahulu dari pada Yesus. Justru sebelum ada anak (Yesus), harus ada jarak waktu. Dalam jarak waktu itu sang anak belum ada. Dengan demikian sudah pasti, bahwa anak (Yesus) itu dicipta oleh Allah dari esensi yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu Yesus tidak sama dengan Bapa (Allah)".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalangan gereja Trinitas merasa terjungkal. Patriarch Alexander mengundang dewan gereja untuk mempersoalkan pendapat Arius itu. Sekitar seratus uskup dari Mesir dan Libya menghadiri undangan itu untuk meminta pertanggung jawaban dari Arius. Untuk mempertahankan keyakinannya, Arius mengajukan argumentasi yang tidak bisa dibantah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ada suatu tempo, yang di dalam tempo waktu itu Yesus belum ada, sedang Allah bersifat Maha Dulu dan Maha Abadi. Karena Yesus adalah makhluk Allah, maka dia bersifat fana (tidak kekal), dan sudah tentu tidak memiliki sifat abadi. Karena Yesus itu makhluk, maka dia termasuk obyek bagi perubahan seperti makhluk berakal lainnya. Karena hanya Allah saja yang tidak berubah, maka Yesus bukanlah oknum Tuhan"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping menggunakan logika, dia pun mengukuhkan argumentasinya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab untuk membantah doktrin Trinistas seperti : "Jika Yesus sendiri telah mengatakan : "Bapa lebih besar dari pada aku" (Matius 14:28), bagaimana kita bisa percaya bahwa Allah dan Yesus itu sama". Kepercayaan seperti itu sangat bertentangan dengan sabda Yesus sendiri di dalam kitab suci"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat Arius ini tidak bisa dibantah oleh semua uskup yang hadir pada siding itu. Tetapi Patriarch Alexander, dengan menggunakan kekuatan jabatannya, menjatuhkan vonis "Hukuman Pengucilan Gereja" terhadap Arius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tradisi gereja, siapa yang mendapat hokum pengucilan itu, tumpahan darahnya menjadi halal. Dan pembunuhnya akan mendapatkan surga, karena telah berjasa membasmi pembawa ajaran sesat !!. Tetapi Arius mempunyai banyak pengikut yang pengaruhnya sangat luas, dan tidak dapat dianggap enteng oleh pihak gereja Trinitas, apalagi para uskup Wilayah Timur tidak membenarkan vonis Patriarch Alexander itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertentangan masalah keyakinan ini semakin memuncak. Alexander berada pada posisi yang terjepit, bahkan sangat kecewa karena para uskup wilayah timur mendukung Arius. Terutama Eusebius Nicomedia (mati 342 M) sahabat Arius yang sangat berpengaruh di istana Constantinopel, dan Eusebius Caesarea (260- 340 M) memberikan dukungan yang sangat besar kepada Arius. Dua orang ini dan Arius adalah murid Lucian. Pembunuhan gelap terhadap guru mereka, membuat hubungan ketiga murid itu semakin erat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai sekarang kita bisa melihat surat Arius yang dikirim kepada Eusebius Constantinopel, setelah dia dijatuhi vonis hukuman pengucilan dari Alexander. Diantara surat itu berbunyi &lt;img alt=":?" class="wp-smiley" src="http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif?m=1308958506g" /&gt;  Kami dihukum karena menyatakan, Yesus itu mempunyai permulaan, sedangkan Allah tidak mempunyai permulaan"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan mengenai pertentangan tajam waktu itu, sangat sedikit sekali yang bisa kita jumpai. Surat-surat yang masih selamat, menunjukkan, Arius tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni dan yang bebas dari perubahan, dan sama sekali tidak menghendaki perpecahan dalam Kristen. Sedangkan kumpulan surat-surat Alexander memperlihatkan, penggunaan bahasa yang tidak sopan terhadap Arius dan para pendukungnya. Diantara surat-surat itu Alexander pernah menulis sebagai berikut : "Mereka sudah dikuasai iblis yang merasuk dalam diri mereka. Mereka adalah tukang sulap dan penipu yang cerdk merayu. Mereka kelompok penyamun yang hidup dalam persembunyian, yang siang malam mengutuki Kristus "mereka mendapatkan banyak pengikut dengan memperalat wanita tunasusila"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat yang bernada kasar itu membangkitkan kemarahan Eusebius. Beliau mengundang uskup-uskup wilayah timur untuk menjelaskan duduk persoalannya. Pertemuan para uskup itu menghasilkan keputusan untuk mengirim surat pada seluruh uskup wilayah timur dan barat, agar mendesak Patrirrch Alexander untuk mencabut hukuman yang dijatuhkan kepada Arius. Alexander mau mencabut vonisnya, asalkan Arius mau tunduk kepadanya. Syarat itu ditolak oleh Arius, dan ia pergi ke Palestina untuk membina jemaat Kristen di tempat iru. Alexander mengirimkan surat kecaman terhadap Arius dan Eusebius kepada seluruh pelayan-pelayan gereja Katolik. Alexander menuduh, Eusebius mendukung Arius bukan karena keyakinan yang dianut oleh Arius, melainkan disebabkan oleh kepentingan ambisius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar Constantin melihat situasi dalam Kristen semakin memburuk. Dia terpaksa turun tangan dengan mengirimkan surat kepada kedua pihak. Kaisar itu sangat mengharapkan kesatuan pendapat dalam agama. Karena hal itu akan menjamin stabilitas daerah yang dikuasainya. Dia meminta keduanya melupakan masalah yang dipertentangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu terjadi persengketaan antara Constantin dengan saudara iparnya, Lucianus, yang menguasai wilayah Tracia. Dalam pertempuran tahun 324 M. Lucianus tewas. Karena dia termasuk pendukung Arius, kematiannya mengakibatkan posisi Arius mengalami kemunduran. Sekalipun Constantin memenangkan peperangan, tetapi dia tidak mampu membendung kerusuhan yang melanda beberapa wilayah Romawi. Kaisar tidak mempunyai jalan lain, kecuali dengan cara mengundang seluruh uskup untuk menyelesaikan persoalan rumit itu. Posisi dirinya yang masih menganut faham Paganisme, bisa menguntungkan dia, karena tidak termasuk pengikut salah satu sekte Kristen, dan bisa menjadi pemimpin sidang dan penengah yang tidak memihak. Constantin direstui oleh para uskup untuk menjadi pemimpin sidang, karena tidak ada pihak yang menyetujui sekte lain memimpin sidang itu. Sidang para uskup tahun 325 Masehi yang dipimpin oleh Constantin itu terkenal dengan sebutan Konsili Nicea.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota siding gereja sedunia yang pertama kali kebanyakan terdiri dari para uskup yang masih lugu, jujur dan berpegang teguh pada keyakinan yang dianutnya. Di saat itulah secara mendadak mereka harus berhadapan dengan tokoh-tokoh yang menguasai filsafat Yunani. Sehingga mereka tidak bisa memahami ungkapan-ungkapan filosofis yang didengarnya. Sebaliknya, mereka kehilangan kemampuan untuk mengungkapkan pendapatnya, apalagi harus menghadapi argumentasi pihak lain yang berdasarkan logika. Oleh karena itu, mereka harus memilih salah satu dari dua pilihan, bertahan pada keyakinannya secara diam-diam, atau menyetujui apa saja yang diputuskan oleh pemimpin siding.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil-wakil dari pihak gereja Paulus (Trinitas) yang mempertahankan Tiga Oknum, ternyata mereka mampu menunjukkan Dua Oknum, yakni Bapa Allah dan Anak (Yesus). Mereka tidak berdaya untuk mencari dalil dari Alkitab bahwa Roh Kudus itu adalah salah satu dari oknum Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para uskup murid Lucian seperti Arius, dengan mudah menyudutkan pihak gereja Paulus dari masalah satu ke persoalan yang lain dalam Trinitas. Pihak Unitarian mengakui, di dalam Alkitab, Yesus memanggil Allah dengan kata 'Bapa" dan menyebut dirinya dengan kata "Anak", tetapi mereka menunjukkan kepada lawannya mengenai sabda Yesus yang berbunyi : "Dan janganlah kamu memanggil Bapa kepada seorang pun di dunia ini, karena satu saja Bapa kamu, yaitu yang ada di Sorga" (Matius 23:9)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian oknum anak itu bukan hanya satu, bukan Yesus saja, melainkan berjuta-juta manusia!!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak Trinitian tidak mampu mematahkan argumentasi pihak Unitarian, sebab kepercayaan terhadap doktrin Trinitas yang diyakini oleh mereka tidak berdasarkan pada kitab Injil. Dengan susah payah mereka berusaha ingin membuktikan bahwa Bibel telah menyatakan "Yesus itu bayangan Allah yang Maha Benar". Pihak Unitarian menjawab : "Kita sebagai manusia adalah bayangan dan kemegahan Tuhan. Jika dikatakan bahwa bayangan Allah adalah Tuhan, berarti seluruh manusia itu adalah Tuhan !!!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perdebatan dalam siding semakin meruncing, dan semua pihak merasa pesimis terhadap hasil siding itu. Pada akhirnya masing-masing pihak saling mengharapkan dukungan kaisar yang memegang keputusan akhir. Constantia adik kaisar Constantin adalah penganut faham Unitarian, memberitahu Eusebius Nicodemia bahwa kaisar ingin mempersatukan gereja. Karena perpecahan akan membahayakan kekaisaran. Jika tidak tercapai persetujuan dan kesamaan keyakinan, mungkin kaisar akan kehilangan kesabaran dan menarik bantuannya kepada gereja, yang akan mengakibatkan keadaan Kristen lebih memprihatinkan dari pada sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eusebius berunding dengan Arius bersama sahabat lainnya, dan mengambil kebulatan tekad untuk mempertahankan keyakinannya, serta menolak doktrik Trinitas yang mungkin akan mendapatkan suara mayoritas dalam Konsili Nicea itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dukungan Constantin terhadap gereja Paulus akan menambah kekuasaan gereja, dan akan mampu mengakhiri gereja rasuli (Unitarian) di Afrika Utara dengan segala bentuk kekerasan. Untuk mendapatkan dukungan itu, gereja Paulus menyetujui perubahan-perubahan pada agama Kristen. Karena pemujaan kepada Dewa Matahari sudah menjadi tradisi bangsa Romawi pada waktu itu, dan kaisarnya dipandang sebagai perwujudan dari dewa matahari, maka gereja Paulus menyusun rumusan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Hari Minggu (hari Dewa Matahari) bangsa Romawi dijadikan hari Sabat bagi agama Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Hari kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember dijadikan hari kelahiran Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Lambang Dewa Matahari, Salib Sinar, dijadikan lambing agama Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Untuk menyatukan upacara ritual bagi Dewa Matahari dan Yesus, patung Dewa Matahari pada salib diganti dengan patung Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaisar merasa puas, karena jurang perbedaan antara agama Kristen dengan agama Pagan yang dianut oleh bangsa Romawi bisa diakhiri. Akhirnya Trinitas itu diterima dengan suara terbanyak sebagai keyakinan resmi dalam agama Kristen. Pengertian Keesaan Tuhan dalam bahasa Yesus telah berubah maknanya setelah disalin dalam bahasa filsafat Neo-Platonisme yang dikenal dengan Mystic Trinity. Setelah perubahan pengertian keesaan Tuhan diterima oleh suara terbanyak, langkah perumusan ajaran Kristen lkainnya semakin jauh menyimpang dari ajaran Yesus. Rumusan Credo Nicea yang dikenal sampai saat ini adalah rumusan yang ditanda tangani oleh peserta konsili itu, dengan mendapatkan dukungan kaisar Constantin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena pihak Arius tidak mau mengakui keputusan konsili itu, maka diumumkan Anathema (kutukan) terhadap ajaran Arius, sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagi orang yang berkata : "Ada jarak waktu dimana Yesus belum ada. Sebelum dilahirkan, Yesus tidak ada. Yesus diciptakan dari ynag tidak ada. Anak (Yesus) berbeda zatnya dengan Allah. Yesus adalah obyek perubahan, maka Gereja Katolik menjatuhkan kutukan"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah peserta konsili pulang ke daerahnya masing-masing, mereka terlibat kembali dalam perdebatan mengenai keputusan konsili itu. Pengikut Unitarian yang selalu menentang keputusan konsili itu ditangkapi, dan yang tak mau taubat untuk menerima doktrin Trinitas dijebloskan dan disiksa di penjara bawah tanah!!. Arius sendiri sejak tahun 325 M, telah dimasukkan ke dalam penjara bawah tabah di pulau kecil sekitar selat Bosporus. Walaupun begitu, perdebatan semakin meruncing di wilayah kekuasaan Romawi. Hanya Athanasius yang masih mematuhi keputusan tersebut, sedangkan para pendukungnya sendiri diliputi kebingungan menghadapi berbagai tantangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sabinas uskup tertua di Thracia mengatakan, yang hadir dalam konsili Nicea itu adalah orang dungu yang bodoh. Keputusan Konsili itu hanya disahkan oleh orang-orang tolol yang tidak memiliki pengetahuan dalam masalah itu. Setelah konsili selesai, Patriarch Alexander mati tahun 328 M. Terjadilah perebutan jabatan keuskupan Iskandariah. Athanasius dipilih dan ditasbihkan menjadi uskup di daerah itu. Pemilihan itu menimbulkan kecaman keras, karena dilakukan dengan intimidasi dan tindakan kekerasan lainnya. Pengikut Arius mengadakan perlawanan terhadap Athanasius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cosntantina, saudara kaisar Constantin, menentang pembunuhan terhadap orang Kristen Unitarian, terutama menentang pembuangan Eusebius Nicomedia. Dia tetap mempertahankan bahwa Arius adalah pemimpin agama Kristen yang benar. Alkhirnya, Constantina berhasil membebaskan Eusebius agar kembali ke istana. Kembalinya Eusebius ini merupakan pukulan telak bagi kelompok Athanasius. Constantin semakin condong kepada Arius. Ketika mendapat laporan tentang kecaman masyarakat Kristen atas pemilihan Athanasius, dia memanggil uskup itu agar datang ke Constantinopel. Dengan berbagai alas an Athanasius tidak mau datang memenuhi panggilan itu. Pada tahun 335 M, ketika dilangsungkan konsili di kota Tyre untuk memperingati tiga puluh tahun pemerintahan kaisar Constantin, Athanasius diwajibkan untuk menghadirinya. Dalam konsili itu, dia dituduh telah melakukan kelaliman di wilayah keuskupannya. Karena suasana siding saat itu menyudutkan dirinya, maka dia segera keluar sebelum konsili menjatuhkan hukuman kutukan kepada dirinya. Para uskup kemudia melanjutkan siding di Yerusalem dan mengukuhkan kutukan terhadap Athanasius, serta menerima Arius kembali ke pangkuan gereja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Constantin mengundang Arius dan Eusebius ke Constantinopel. Perdamaian antara Arius dan kaisar terjalin baik, dan para uskup menjatuhkan kutukan kepada Athanasius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arius diangkat menjadi Patriarch Constantinopel, tetapi jabatan itu tidak berlangsung lama, dia wafat secara mendadak pada tahun 336 M, karena makanannya diberi racun. Pihak gereja menganggapnya suatu keajaiban, tetapi pihak istana mencurigai peristiwa itu. Kaisar membentuk komisi untuk menyelidikinya. Athanasius terbukti sebagai otak pembunuhan tersebut dan dijatuhi kutukan !!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Constantin yang perasaannya sangat terguncang atas kematian Arius itu, dibawah bimbingan Constantina, akhirnya dia memeluk agama Kristen Unitarian, dan dibaptis oleh Eusebius Nicomedia. Pada tahun 377 M, kaisar Romawi itu meninggal dunia dengan membawa keyakinan bahwa Allah satu-satunya Tuhan, dan Yesus adalah manusia biasa utusan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arius memiliki peranan penting dalam sejarah Kristen. Bukan hanya karena jasanya yang berhasil menarik kaisar Constantin memeluk agama Kristen, tetapi juga karena mewakili orang-orang yang tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni. Di saat itu ajaran Yesus tercampu aduk dengan kepercayaan-kepercayaan pagan dan politeisme, sehingga ajaran Kristen yang asli dan yang palsu semakin kabur. Maka Arius dengan segala keberaniannya dan ketabahan hatinya, tampil mempertahankan kemurnian ajaran Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hakikatnya agama samawi telah mengajarkan keesaan Tuhan. Tetapi perkembangan berikutnya telah menyeret pengikutnya ke dalam kemerosotan Tauhid yang mengakibatkan mereka melanggar batas-batas agama. Kondisi keimanan mereka semakin memburuk, yang pada akhirnya mereka terperosok dalam keyakinan Politeisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah tersebut diatas semakin meyakinkan kita bahwa ajaran Islamlah yang tetap memegang teguh agama Tauhid, tiada Tuhan selain Allah yang layak disembah adapun Nabi-nabi mulai dari Adam, Ibrahim ..Nuh Isa dan Muhammad adalah utusannya. Mereka diutus untuk menyampaikan risalahnya kepada umat manusia, agar manusia mengenal jalan lebar dan lurus yang ditunjukkanNya agar umat manusia mempunyai bekal yang cukup untuk kembali kepadaNya bila saatnya telah tiba. !!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Encypaedia Britannica 2002&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-5997362054539572887?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5997362054539572887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5997362054539572887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/tokoh-tokoh-kristen-penentang-trinitas.html' title='TOKOH-TOKOH KRISTEN PENENTANG TRINITAS (ajaran paulus sesat)'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-6300495878728256457</id><published>2011-06-27T05:18:00.001-07:00</published><updated>2011-06-27T05:18:27.239-07:00</updated><title type='text'>ISLAM MELINDUNGI KESUCIAN WANITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Prof. Dr. Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al 'Abbad Al Badr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لَا يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ. أخرجه مسلم : 1218&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertakwalah kalian kepada Allah (dalam menangani) istri-istri. Sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan rasa aman dari Allah, menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka, (ialah) mereka tidak boleh memasukkan ke ranjang kalian seseorang yang kalian benci. Jika mereka melakukannya, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Bagi mereka (yang menjadi kewajiban) atas kalian memberi rezki dan sandang bagi mereka dengan sepantasnya". [HR Muslim, 1218] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam yang hanif, dengan arahan-arahan yang lurus serta petunjuk-petunjuknya yang penuh hikmah, memelihara wanita, melindungi kemuliaan dan martabatnya. Juga menjamin terwujudnya kemuliaan dan kebahagiaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah membuka jalan bagi wanita untuk meraih nikmatnya kehidupan, jauh dari suasana yang meragukan dan fitnah, serta (jauh) dari kejelekan dan kerusakan. Ajaran-ajaran Islam merupakan katup pengaman tidak hanya bagi diri wanita, tetapi bersifat menyeluruh untuk masyarakat, supaya tidak terjerat kejelekan dan fitnah. Dan Islam berfungsi untuk mencegah dari musibah dan prahara yang bakal menimpa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila rambu-rambu Islam yang berkaitan dengan wanita telah lenyap dari tatanan masyarakat, maka akan timbul kerusakan, keburukan dan bahaya datang silih berganti. Fakta sejarah telah menjadi saksi. Barangsiapa yang mencermati sejarah sepanjang zaman, akan menyimpulkan bahwa faktor yang sangat berpengaruh bagi kehancuran sebuah peradaban, hancurnya komunitas, kemerosotan moral, menjamurnya tindakan amoral dan keruntuhan nilai-nilai luhur, serta meluasnya tindakan kriminal, adalah terlepasnya wanita dari ajaran-ajaran agama yang lurus serta pengarahan-pengarahannya yang penuh bijak, bimbingannya yang berkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban wanita muslimah, adalah menerima segala pengajaran Islam dengan dada yang lapang, hati yang jernih, penerapan dan pengamalan yang baik, agar ia dapat hidup dengan bahagia, memenangkan ridha Rabbnya dan kebahagiaan duniawi dan ukharawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban para penanggung jawab wanita agar mereka serius dalam memperhatikan dan membina mereka dengan adab-adab Islam, dan menjaga hak-hak pribadi mereka serta memuliakan dan berbuat baik kepada mereka sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan pencarian pahala dan bentuk realisasi takwa kepada Allah. Allah lah tempat memohon pertolongan, tidak ada Rabb selainnya. Wala haula wala quwwata illa billah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Khuthab wa Mawa'idh min Hajjati al Wada', halaman 33-34, Cet. I. Th. 1426 – 2005]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTRADIKSI PEMANDANGAN ANTARA KAUM PRIA DAN WANITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, telah terjadi kerancuan timbangan antara pria dan wanita. Kaum pria menyerupai wanita, dan sebaliknya, kaum wanita menyerupai kaum pria. &lt;br /&gt;Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri, dari Ibnu 'Abbâs Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ n الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan kaum wanita yang menyerupai laki-laki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada masa sekarang ini, telah terjadi peristiwa yang tidak pernah terjadi pada jaman Jahiliyah sekalipun. Yaitu, munculnya gejala tabarruj (pamer kecantikan) kaum wanita yang sangat memprihatinkan. Bahkan di banyak negara Islam, kaum wanita di pasar-pasar dan jalanan umum menampakkan kepala, leher, tangan, lengan, betis, dan bahkan paha mereka. Sebaliknya, kaum lelaki menjulurkan pakaiannya sampai menutup mata kaki. Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَسْفَلُ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِيْ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang di bawah mata kaki dari pakaian (tempatnya) di neraka". [HR al-Bukhâri, 5787]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Abu Dzarr Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak bicara mereka pada hari Kiamat, Dia tidak melihat mereka dan tidak mensucikan mereka serta bagi mereka adzab yang pedih". Abu Dzarr berkata: "Rasulullah n mengucapkannya sebanyak tiga kali," kemudian Abu Dzarr berkata, "Sungguh, mereka telah mengalami kegagalan dan kerugian! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Seorang (lelaki) yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang ingin melariskan barangnya dengan sumpah palsu". [HR Muslim, 106]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki dilarang menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki, namun, ternyata mereka menjulurkan pakaiannya melebihi mata kakinya. Sedangkan di sisi lain, para wanita, mereka diperintahkan untuk menutup aurat secara keseluruhan (berhijab); akan tetapi, ternyata mereka justru memamerkan aurat dan keindahan fisiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga golongan yang tidak akan masuk surga: "Seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyuts (seorang lelaki yang tidak gusar atas kemungkaran yang ada pada keluarganya), dan wanita yang menyerupai lelaki". [Diriwayatkan oleh al-Hâkim (1/72), sekaligus menshahîhkannya, dan disepakati oleh adz-Dzahabi]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul Musta'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diadaptasi dari kitab Rasaail, Syaikh 'Abdul-Muhsin al-'Abbâd, hlm. 425, dengan terjemahan bebas].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KECEMBURUAN NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM TERHADAP ISTERI-ISTERINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat cemburu kepada isteri-isterinya. Sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إَِّنمَآ جُعِلَ اْلآِسْـِتذَانُ ِمنْ أَجِْل البَصَرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya diadakannya permintaan idzin itu disebabkan penglihatan".[1]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh pengunjung (seseorang yang bertamu, Red), apabila telah mengetuk pintu agar tidak berdiri di depan pintu[2]. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat seseorang yang sedang mengintip di pintu. Beliau pun bersabda: "Jikalau aku melihatmu, akan aku tusuk matamu dengan ini". Yakni beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai mudrah, seperti sisir untuk menggaruk kepalanya. Sabda beliau juga: "Jika ada seseorang mengintip orang lain dari lubang, kemudian orang itu menusuk matanya, maka tidak mengapa baginya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, cemburu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah berlebihan hingga sampai derajat berburuk sangka, bahkan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu merupakan sebuah fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Akan tetapi, yang aneh pada zaman sekarang, kita tidak mendapatkan kecemburuan pada diri para suami, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan merupakan fitrah yang Allah jadikan kepada semua makhluk-Nya, sampai-sampai hewan pun (mempunyai rasa cemburu), kecuali binatang babi. Binatang babi ini, satu-satunya hewan yang tidak cemburu terhadap pasangannya. Maka tidak aneh, jika orang-orang kafir pemakan daging babi tersebut tidak mempunyai rasa cemburu terhadap isteri-isteri mereka, karena tabiat mereka serupa dengan tabiat babi, disebabkan mereka banyak makan daging babi. Kalaulah tidak ada pada babi kecuali sifat tersebut, maka sudah cukup mengharamkan memakannya. Dan babi itu najis, suka makan najis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sumber: An-Nabi fi Baitihi, Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-6300495878728256457?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/6300495878728256457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/6300495878728256457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/islam-melindungi-kesucian-wanita.html' title='ISLAM MELINDUNGI KESUCIAN WANITA'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-4777197887317274428</id><published>2011-06-27T05:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:16:06.347-07:00</updated><title type='text'>Hukum Pancung dalam pandangan Fiqh/Fiqih Islam(studi kasus Ruyati)</title><content type='html'>&lt;div class="title-container fix"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="title"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;h1 class="posttitle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a class="entry-title" href="http://www.dakwahmedia.com/fiqh/hukum-pancung-dalm-pandangan-fiqh-studi-kasus-ruyati.html" rel="bookmark" title="Hukum Pancung dalam pandangan Fiqh/Fiqih Islam(studi kasus Ruyati)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="postdata fix"&gt;      &lt;span class="category"&gt;&lt;a href="http://www.dakwahmedia.com/category/fiqh" rel="category tag" title="View all posts in FIQH"&gt;FIQH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span class="comments"&gt;&lt;a href="http://www.dakwahmedia.com/fiqh/hukum-pancung-dalm-pandangan-fiqh-studi-kasus-ruyati.html#respond"&gt;Add comments&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;!-- /.postdata --&gt;    &lt;/div&gt;&lt;!-- /.title --&gt;    &lt;div class="date"&gt;&lt;span class="month"&gt;Jun&lt;/span&gt; &lt;span class="day"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;span class="year"&gt;2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- /.title-container --&gt;        &lt;div class="left-thumbnail"&gt;&lt;img alt="pancung" class="attachment-thumbnail wp-post-image" src="http://www.dakwahmedia.com/wp-content/uploads/2011/06/pancung-150x150.jpg" title="pancung" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 5px 0px;"&gt;        &lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.linksalpha.com/social?blog=dakwah+media&amp;amp;link=http%253A%252F%252Fwww.dakwahmedia.com%252Ffiqh%252Fhukum-pancung-dalm-pandangan-fiqh-studi-kasus-ruyati.html&amp;amp;title=Hukum+Pancung+dalam+pandangan+Fiqh%2FFiqih+Islam%28studi+kasus+Ruyati%29&amp;amp;desc=Tanya%3A%0D%0ABaru-baru+ini+mencuat+berita+pemancungan+atas+seorang+TKW+asal+Indonesia++di+Arab+Saudi+bernama+Ruyati+karena+terbukti+telah+membunuh+majikan++perempuannya.+Benarkah+yang+demikian+itu+adalah+p&amp;amp;fc=333333&amp;amp;fs=arial&amp;amp;fblname=like&amp;amp;fblref=facebook&amp;amp;fbllang=en_US&amp;amp;fblshow=1&amp;amp;fbsctr=1&amp;amp;fbslang=en&amp;amp;twlang=en&amp;amp;twmention=dakwahmedia&amp;amp;twrelated1=en&amp;amp;twrelated2=en&amp;amp;twctr=1&amp;amp;lnkdshow=noshow&amp;amp;lnkdctr=0&amp;amp;buzzctr=1&amp;amp;diggctr=0&amp;amp;stblctr=0" style="border: medium none ! important; height: 25px ! important; overflow: hidden ! important; width: 450px ! important;"&gt;        &lt;/iframe&gt;       &lt;/div&gt;Tanya:&lt;br /&gt;Baru-baru ini mencuat berita pemancungan atas seorang TKW asal Indonesia di Arab Saudi bernama Ruyati karena terbukti telah membunuh majikan perempuannya. Benarkah yang demikian itu adalah pelaksanaan hukuman qishash yang benar dalam Islam? Jika tidak, seharusnya bagaimana?&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Syari’at Islam mengatur hukuman atas kejahatan terhadap fisik yang disebut dengan hukum Jinayat. Diantaranya ada kejahatan terhadap fisik yang dihukum qishash (hukuman serupa dengan kejahatan yang dilakukan) seperti kejahatan mematahkan gigi dan pembunuhan (jika keluarga korban tidak memaafkan), dan ada pula yang tidak dihukum qishash melainkan dengan membayar diyat (tebusan sebesar 100 onta atau 1000 dinar) seperti kejahatan memotong anggota tubuh selain gigi dengan ketentuan-ketentuan yang ada.&lt;br /&gt;Hukum Qishash pada pembunuhan ditetapkan oleh Allah swt sebagai hifzh  an-nafs (menjaga jiwa), sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ  تَتَّقُونَ [البقرة/179]&lt;br /&gt;“dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqoroh [2]: 179)&lt;br /&gt;Artinya, penerapan hukuman qishash bagi siapa-siapa yang melukai dan membunuh orang lain akan berdampak menjaga keamanan setiap jiwa yang berada di bawah naungan hukum Islam ini. Seseorang tidak bisa dengan sesuka-hatinya melukai atau membunuh sesamanya karena berkonsekwensi akan dihukum qishash, sebab hukuman tersebut memiliki aspek zawâjir (menimbulkan aspek jera) dimana pelaksanaannya dilakukan di hadapan umum, selain juga memiliki aspek jawâbir (mengampuni si pelaku dari hukuman di akhirat), aspek terakhir ini yang tidak dimiliki oleh hukum manapun selain hukum Islam. Berdasarkan sabda Nabi saw:&lt;br /&gt;عن عبادة بن الصامت قال كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في مجلس فقال تبايعوني على أن لا تشركوا بالله شيئا ولا تزنوا ولا تسرقوا ولا تقتلوا النفس التي حرم الله إلا بالحق فمن وفى منكم فأجره على الله ومن أصاب شيئا من ذلك فعوقب به فهو كفارة له ومن أصاب شيئا من ذلك فستره الله عليه فأمره إلى الله إن شاء عفا عنه وإن شاء عذبه . (رواه البخاري ومسلم واللفظ لمسلم)&lt;br /&gt;Dari Ubadah bin Shamit ra, beliau berkata: suatu ketika kami bersama Rasulullah saw dalam sebuah majlis, kemudian Beliau bersabda: “berbai’atlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah swt dengan suatu apa pun, tidak berzina, tidak mencuri, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah swt kecuali dengan (jalan yang) benar. Siapa diantara kalian yang memenuhinya maka pahalanya dari Allah swt, dan siapa yang melanggarnya kemudian dihukum (di dunia) maka hukuman tersebut sebagai tebusan baginya (untuk hukuman di akhirat). Dan siapa yang melanggarnya kemudian Allah tutupi (dari hukuman di dunia), maka keputusannya di tangan Allah swt, jika Dia menghendaki akan mengampuninya, dan jika menghendaki akan menghukumnya.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim, dengan lafazh milik Muslim)&lt;br /&gt;Hukuman qishash ini berperan sebagai pelengkap dari larangan Allah swt untuk membunuh sesama muslim, misalnya di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا * إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا * وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا [الفرقان/68-71]&lt;br /&gt;“dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqon [25]: 68-71)&lt;br /&gt;Hanya saja hukuman qishash tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:&lt;br /&gt;1. Kepastian pelaku pembunuhan&lt;br /&gt;Hal ini bisa diperoleh dari persaksian dua orang laki-laki yang meyakinkan dan tidak diingkari oleh terdakwa, atau dengan pengakuan oleh terdakwa sendiri yang tidak dalam kondisi mabuk, gila, atau dibawah tekanan orang lain. Mengingat prinsip penjatuhan sanksi dalam Islam adalah:&lt;br /&gt;عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ادرءوا الحدود عن المسلمين ما استطعتم فإن كان له مخرج فخلوا سبيله فإن الإمام أن يخطئ في العفو خير من أن يخطئ في العقوبة (رواه الترمذي والبيهقي)&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “hindarkanlah oleh kalian hukuman hudud dari kaum muslimin sebisa mungkin, jika ada suatu peluang baginya (untuk bebas) maka bebaskanlah ia, (karena) sungguh seorang Imam/Khalifah salah dalam memaafkan itu lebih baik daripada salah dalam menghukum.” (HR. Turmudzi dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;Adapun jika terdakwa mengingkari kesaksian dua saksi tersebut tadi, maka bagi terdakwa untuk bersumpah atas pengingkarannya tersebut.&lt;br /&gt;عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده أن النبي صلى الله عليه وسلم قال في خطبته البينة على المدعي واليمين على المدعى عليه . (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw pernah berkata dalam sebuah khuthbahnya: “atas pendakwa untuk mendatangkan bayyinah (saksi), dan atas terdakwa untuk bersumpah (jika mengingkari dakwaan atas dirinya).” (HR. At-Turmudzi)&lt;br /&gt;2. Keluarga yang tidak memaafkan&lt;br /&gt;Jika keluarga memaafkan, maka hukuman qishash tidak boleh dilaksanakan, melainkan diganti dengan pembayaran diyat yang dilakukan oleh pelaku kepada keluarga korban. Namun jika keluarga korban tidak memaafkan, maka hukuman tidak disegerakan akan tetapi diulur untuk beberapa waktu sesuai pendapat hakim/qadhi, jika saja dengan penguluran tersebut keluarga korban berubah pikiran untuk memaafkan, karena mereka memiliki hak untuk itu. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ [البقرة/178]&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka Barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih.” (QS. Al-Baqoroh [2]: 178)&lt;br /&gt;Artinya, qishash tidak dilakukan bila yang membunuh mendapat maaf dari ahli waris yang terbunuh. Yaitu dengan membayar diyat. Pembayaran diyat hendaknya diminta dengan baik (misal tidak memaksa), dan pelaku hendaklah membayarnya juga dengan baik (misal tidak menangguh-nangguhkannya). Bila ahli waris si korban sesudah Tuhan menjelaskan hukum-hukum ini tetap membunuh si pembunuh setelah menerima diyat, Maka terhadapnya di dunia diambil qishaash dan di akhirat Dia mendapat siksa yang pedih.&lt;br /&gt;3. Keputusan ditetapkan oleh hakim atau qadhi yang syar’i&lt;br /&gt;Penerapan hukuman qishash sebagaimana hudud, harus berdasarkan keputusan peradilan yang syar’i, tidak boleh dilakukan secara parsial atau sembarangan. Peradilan yang syar’i adalah jika yang memutuskan hukuman adalah seorang Khalifah atau Imam di mahkamah. Hal ini sudah maklum di kalangan ‘ulama. Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) menyatakan dalam kitab beliau Mafâtîh Al-Ghayb fî At-Tafsîr:&lt;br /&gt;« وَأَجْمَعَتِ الْأُمَّةُ عَلَى أَنَّهُ لَيْسَ لِآحَادِ الرَّعِيَّةِ إِقَامَةُ الْحُدُوْدِ عَلَى الْجُنَاةِ بَلْ أَجْمَعُوْا عَلَى أَنَّهُ لاَ يَجُوْزُ إِقَامَةُ الْحُدُوْدِ عَلَى الْأَحْرَارِ الْجُنَاةِ إِلاَّ لِلْإِمَامِ ، فَلَمَّا كَانَ هَذَا التَّكْلِيْفُ تَكْلِيْفاً جَازِماً وَلاَ يُمْكِنُ الْخُرُوْجَ عَنْ عُهْدَةِ هَذَا التَّكْلِيْفِ إِلاَّ عِنْدَ وُجُوْدِ الْإِمَامِ وَمَا لَا يَتَأَتَّى الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ وَكاَنَ مَقْدُوْراً لِلْمُكَلَّفِ فَهُوَ وَاجِبٌ فَلَزِمَ الْقَطْعُ بِوُجُوْبِ نَصْبِ الإِمَامِ »&lt;br /&gt;“Umat Islam telah bersepakat bahwa tidak ada seorang pun rakyat yang boleh menerapkan Hudud terhadap para penjahat, bahkan mereka juga bersepakat bahwa penerapan Hudud terhadap para penjahat merdeka tidak boleh dilakukan kecuali atas wewenang Imam/Khalifah. Maka, ketika taklif ini (penerapan Hudud) bersifat pasti/harus dan tiada jalan keluar dari taklif tersebut selain dengan keberadaan Imam, mengingat sesuatu yang kewajiban tidak terlaksana tanpanya sedangkan ia dimampui oleh mukallaf hukumnya adalah wajib, maka itu mengharuskan secara pasti wajibnya mengangkat Imam/Khalifah.” (Mafâtîh Al-Ghayb fî At-Tafsîr, vol 11, hlm 181)&lt;br /&gt;Atau boleh ditetapkan oleh qodhi (hakim) yang diangkat dan diberi kewenangan oleh Khalifah, pengangkatan ini adalah syarat sah peradilannya. Artinya, tanpa pengangkatan oleh Khalifah seseorang tidak bisa metahbiskan dirinya sebagai qodhi, dan keputusannya tidak sah, tidak ada perbedaan ulama dalam hal ini. Dikatakan oleh Ibn Rusyd dalam kitab Bidayah Al-Mujtahid sebagai berikut.&lt;br /&gt;ولا خلاف في جواز حكم الإمام الأعظم وتوليته للقاضي شرط في صحة قضائه لا  خلاف أعرف فيه&lt;br /&gt;“dan tidak ada perbedaan ulama terkait bolehnya peradilan (secara langsung) oleh Al-Imam Al-A’zham (sebutan lain Khalifah), dan pengangkatannya atas qodhi merupakan syarat bagi sahnya peradilannya. Tidak ada perbedaan pendapat yang aku ketahui di dalamnya.” (Ibn Rusyd, Bidayah Al-Mujtahid, vol II, hlm 461)&lt;br /&gt;Sampai di sini bisa dipahami bahwa penerapan hukuman qishash hanya bisa dilaksanakan dalam sistem pemerintahan Islam atau Khilafah, karena satu-satunya yang memiliki kewenangan adalah khalifah, baik dilakukan sendiri atau mengangkat qadhi untuk membantunya. Oleh karenanya, qodhi yang diankat oleh selain khalifah pada hakikatnya bukan qodhi yang syar’i, dan keputusan hukumnya tidak sah untuk dijalankan.&lt;br /&gt;Pada point inilah, terbukti bahwa peradilan yang berlangsung di Arab Saudi bukan peradilan yang sah menurut syara’. Karena qadhi yang ada bukan qadhi yang syari’i yang sah peradilannya, meskipun yang mereka gunakan adalah hukum Islam. Sebagaimana rakyat biasa yang tidak sah hukumnya menerapkan hadud dan jinayat pada sesamanya, meski mereka beralasan menggunakan hukum Islam. Ini semata-mata karena mereka tidak memiliki wewenang untuk itu dan tidak diserahi wewenang untuk itu oleh Khalifah. Jalan satu-satunya untuk menerapkan hukum tersebut sesuai dengan tuntunan syara’ adalah sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ar-Rozi diatas, yaitu dengan mengangkat seorang Khalifah dan hukumnya wajib. Jadi dalam pandangan Islam, hakim yang diangkat oleh rakyat melalui perwakilannya dalam sistem demokrasi atau hakim yang diangkat oleh raja dalam sistem kerajaan adalah tidak sah, untuk selanjutnya ketetapan hukuman yang dihasilkannya adalah bathil.&lt;br /&gt;Hal lain yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam kasus Ruyati ini adalah, menurut kronologi yang dihimpun oleh detik.com, Minggu (19/6/2011), diungkapkan bahwa Ruyati membunuh majikannya lantaran majikannya telah menganiaya dirinya. Penganiayaan ini seharusnya sudah masuk dalam peradilan jika memang peradilan tersebut adalah peradilan Islam, tanpa mempedulikan apakah yang melakukan majikan atau bukan. Jika hukum Islam yang ini dipenuhi maka tidak perlu lagi bagi Ruyati untuk bertindak sendiri membalas kekejaman majikannya, ini membuktikan bahwa penerapan hukum Islam di Arab Saudi adalah pincang selain sudah terbukti bathil sebagaimana dijelaskan di atas. Semoga dosa yang dilakukan oleh al-marhumah Ruyati diampuni oleh Allah swt, dan hukuman tersebut menjadi penebus bagi hukumannya di akhirat kelak, bukan karena kesyari’iyannya tapi karena kezaliman hukum kerajaan Arab Saudi. Jika ingin menambah fakta ketidak syar’iyyan Negara Saudi Arabia, bisa merujuk pada kitab Al-Adillah Al-Qôth’iyyah ‘alâ ‘Adami Syar’iyyati Ad-Duwailati As-Su’ûdiyyah (bukti-bukti meyakinkan atas ketidak syar’iyyan negara Arab Saudi), karya Muhammad bin Abdillah Al-Mas’ariy. Wallôhu A’lam bish-Showâb&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/azizi-fathoni/benarkah-penerapan-hukum-qishosh-di-arab-saudi/164108440323438"&gt;http://www.facebook.com/notes/azizi-fathoni/benarkah-penerapan-hukum-qishosh-di-arab-saudi/164108440323438&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding: 5px 0px;"&gt;        &lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.linksalpha.com/social?blog=dakwah+media&amp;amp;link=http%253A%252F%252Fwww.dakwahmedia.com%252Ffiqh%252Fhukum-pancung-dalm-pandangan-fiqh-studi-kasus-ruyati.html&amp;amp;title=Hukum+Pancung+dalam+pandangan+Fiqh%2FFiqih+Islam%28studi+kasus+Ruyati%29&amp;amp;desc=Tanya%3A%0D%0ABaru-baru+ini+mencuat+berita+pemancungan+atas+seorang+TKW+asal+Indonesia++di+Arab+Saudi+bernama+Ruyati+karena+terbukti+telah+membunuh+majikan++perempuannya.+Benarkah+yang+demikian+itu+adalah+p&amp;amp;fc=333333&amp;amp;fs=arial&amp;amp;fblname=like&amp;amp;fblref=facebook&amp;amp;fbllang=en_US&amp;amp;fblshow=1&amp;amp;fbsctr=1&amp;amp;fbslang=en&amp;amp;twlang=en&amp;amp;twmention=dakwahmedia&amp;amp;twrelated1=en&amp;amp;twrelated2=en&amp;amp;twctr=1&amp;amp;lnkdshow=noshow&amp;amp;lnkdctr=0&amp;amp;buzzctr=1&amp;amp;diggctr=0&amp;amp;stblctr=0" style="border: medium none ! important; height: 25px ! important; overflow: hidden ! important; width: 450px ! important;"&gt;        &lt;/iframe&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-4777197887317274428?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4777197887317274428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4777197887317274428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/hukum-pancung-dalam-pandangan-fiqhfiqih.html' title='Hukum Pancung dalam pandangan Fiqh/Fiqih Islam(studi kasus Ruyati)'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-5680980657157760038</id><published>2011-06-27T05:13:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T05:13:27.947-07:00</updated><title type='text'>Ruyati Dipancung, Jangan Salahkan Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rizka Diputra - Okezone&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kasus kematian Ruyati tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tewas dihukum pancung pemerintah Arab Saudi lantaran telah membunuh majikannya merupakan tragedi kemanusiaan di dunia ketenagakerjaan Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, atas tragedi ini tidak bisa serta menyalahkan hukum Islam yang dipegang teguh pemerintah Saudi. Kematian Ruyati mutlak kesalahan pemerintah RI yang dianggap gagal dalam melindungi warganegaranya yang bekerja di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karenanya jangan memprotes hukum Islamnya, karena itu memang sudah menjadi konsekuensi hukum pidana Islam yang wajib kita terima dan hormati. Tetapi sampaikan protes keras kepada pemerintah RI yang tidak peduli kepada nasib pahlawan devisa negara," demikian diungkapkan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab kepada okezone, Kamis (23/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizieq menjelaskan, eksekusi mati dengan cara pancung oleh algojo tersebut sebenarnya bisa dihindarkan dengan empat jalan, sebagaimana tata cara Islam yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, secara kekeluargaan mestinya ada pendekatan intensif oleh KBRI di Saudi kepada keluarga korban agar mendapat maaf sehingga hukuman mati digugurkan dengan maaf," terang Rizieq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, jalan kedua yang bisa ditempuh yakni secara syari'at. Ruyati sejatinya didampingi oleh kuasa hukum atau pengacara yang handal yang disediakan oleh pemerintah RI untuk membela Ruyati selama menjalani proses hukum di persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena bila pembunuhan tersebut dilakukan dalam rangka membela diri maka tidak ada qishosh," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jalan ketiga yang bisa ditempuh untuk menghindari hukuman qishosh tersebut menurut Rizieq ialah melakukan lobi tingkat tinggi antara Presiden RI dengan Raja Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keempat, cara manapun yang berhasil maka pemerintah RI mestinya mampu menyiapkan pembayaran diyat-nya sebagai ganti qishosh. Nah, keempat hal tersebut tidak dilakukan pemerintah dalam kasus Ruyati, karena pemerintah sendiri mengaku baru tahu setelah dieksekusi," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu lanjut Rizieq, perlindungan hukum terhadap TKI masih sangat lemah, bahkan bisa dikatakan tidak ada perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal para TKI kita berangkat ke Saudi untuk bekerja, bukan untuk membunuh. Tapi karena ada aneka kekerasan, penyiksaan, penganiayaan, perkosaan, dan pembunuhan yang kerap terjadi terhadap mereka, sehingga ada yang nekat membunuh majikannya yang kejam," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-5680980657157760038?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5680980657157760038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5680980657157760038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/ruyati-dipancung-jangan-salahkan-hukum.html' title='Ruyati Dipancung, Jangan Salahkan Hukum Islam'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3978840146430614363</id><published>2011-06-15T08:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T08:11:50.105-07:00</updated><title type='text'>Kemelut Kasus Sodomi Pastor Katolik di Pengadilan AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahkamah Agung AS Senin kemarin (28/6) menolak untuk mempertimbangkan apakah Vatikan memiliki kekebalan hukum atas kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang dilakukan oleh pastur di Amerika Serikat, yang memungkinkan gugatan terhadap kasus ini yang diajukan pada tahun 2002 untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggugat dalam kasus ini, diidentifikasi hanya sebagai John V. Doe, telah disodomi beberapa kali pada tahun 1965, ketika ia masih remaja, oleh seorang pendeta pedophilia yang diduga bernama pastor Andrew Ronan, di Portland, Oregon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dituduh melakukan tindak pidana di Oregon, Ronan, yang meninggal pada tahun 1992, diduga melakukan pelecehan secara seksual para seminaris di Irlandia dan anak-anak di Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vatikan ingin pengadilan federal AS untuk mengabaikan gugatan yang berusaha terus menganggap Gereja Katolik Roma yang bertanggung jawab untuk memindahkan Ronan dari Irlandia ke Chicago kemudian ke Portland meskipun tuduhan pelecehan seks yang mengikutinya dari paroki ke paroki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sembilan hakim AS menolak untuk mempertimbangkan klaim gereja bahwa mereka dapat menikmati “kekebalan berdaulat” dan kebal dari segala penuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vatikan telah mengklaim kekebalan hukum mereka di bawah Hak Kekebalan Asing tahun 1976, sebuah undang-undang AS yang memungkinkan negara asing untuk menghindari gugatan di pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengacara penggugat pada hari Senin kemarin memuji keberanian hakim dalam memutuskan untuk melawan Vatikan. Sebagai catatan, Enam dari sembilan hakim di pengadilan tertinggi Amerika adalah Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tindakan hari ini oleh para hakim merupakan jawaban atas doa-doa ribuan korban pelecehan seksual yang akhirnya memiliki kesempatan nyata untuk mendapatkan keadilan, dan kebenaran, tentang keterlibatan para pemimpin Vatikan dalam menutupi tindak pidana pastor Katolik yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang tidak bersalah,” kata Jeff Anderson seorang pengacara para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atas nama korban dalam kasus ini, dan semua korban yang berani yang menderita atas penolakan bertanggung jawab para pemimpin Vatikan, kami mengucapkan terima kasih kepada hakim atas keberanian mereka untuk membiarkan kasus ini dilanjutkan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya, kami memiliki kesempatan untuk mendapat keadilan, akuntabilitas dan penyembuhan,” kata Anderson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vatikan mengatakan hari Senin bahwa akan ada komentar langsung atas keputusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pengacara yang mewakili gereja, Jeffrey Lena, meremehkan keputusan pengadilan tersebut, dengan mengatakan bahwa kasus ini masih panjang dan belum bisa diputuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang masih tertinggal adalah untuk kembali ke pengadilan distrik, yang merupakan sidang pengadilan, dan untuk melanjutkan argumen lebih lanjut di sana,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini hanyalah salah satu skandal pedofilia yang banyak mengguncang Gereja Katolik Roma dalam beberapa tahun terakhir di sejumlah negara termasuk Austria, Belgia, Irlandia, Jerman dan Amerika Serikat.(eramuslim))&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3978840146430614363?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3978840146430614363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3978840146430614363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/kemelut-kasus-sodomi-pastor-katolik-di.html' title='Kemelut Kasus Sodomi Pastor Katolik di Pengadilan AS'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-8805747449533104055</id><published>2011-06-15T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T08:00:25.255-07:00</updated><title type='text'>Kawan Menado Yang Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut penuturan seorang kawan Menado yang menemukan jalan yang lurus, jalan kebenaran, semoga Alloh SWT memuliakan dia dunia dan akherat. Amiiin!! :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;--------&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama &amp;amp; direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota &amp;amp; pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia &amp;amp; Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an dan Hadis, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami. Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal &amp;amp; para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme di desa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi &amp;amp; Blitar). Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar. Tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dancanggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur’an, Hadis dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar mengaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi &amp;amp; pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik &amp;amp; kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat &amp;amp; butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta dan sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan &amp;amp; sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam! Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly &amp;amp; sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ecstasy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan &amp;amp; Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe &amp;amp; Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh &amp;amp; tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping! Setelah itu kami “dating” dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat dan pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu &amp;amp; berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah &amp;amp; jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?! Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercayai, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR &amp;amp; BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL; GEREJA BETHANY; GEREJA NEHEMIA; GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA; GEREJA ABDIEL. Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan Tuhan pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI! Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya masuk Islam? Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu dan jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyuman-Nya yang agung. Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya! Saya pun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto dan gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?” Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!” Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?” Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia! Siapakah engkau wahai pria asing?” Pria Yahudi itu berkata: “Akulah ‘Isa Al-Masih dan engkau bukanlah diriku!” Saya menyela: “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!” Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!” Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!” Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus! Keajaiban kedua pun terjadi, pria Yahudi yang mengaku sebagai ‘Isa Al-Masih itu tak kurang apa pun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah! Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan! Lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu…TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS!!! Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit! Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget dan tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?” Pria itu menjawab : “Akulah ‘Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke-24, yang oleh engkau berserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”. Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati di kayu salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”.. Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…jadi selama ini…” Nabi ‘Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?” Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia…” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?” Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata) Nabi ‘Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi ‘Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!” Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam, kemudian pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun lalu terbangun, hari telah pagi, saya merenung mimpi apa itu tadi? Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca…betapa pikiran saya telah dibukakan tapi saya belum yakin betul. Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad – Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?! Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul! Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya! Saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah masjid &amp;amp; masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ. Orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30, mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid…mimpi saya…pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak sadarkan diri…. Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan mesjid rupanya dan ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan. Saya lalu berdiri, tiba-tiba hati ini ingin menangis…menjerit “Ya Tuhan! Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!” Pak Tua itu kaget dan bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya danapa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi dan memperdaya agama Islam beserta umatnya. Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun lalu pulang, menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, Pak Tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk dan berkata: “pak tolong yakinkan saya….saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”. Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke mesjid tersebut dan kami berdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Pak Tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah dan Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh Pak Tua dan beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa Pak Tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para misionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu dan bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun? Terlebih setelah Pak Tua menunjukkan dan memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh Lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi? Yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tatabahasa saja, akan tetapi juga merubah makna dan arti ayat Alkitab itu sendiri? Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Pak Tua dan jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang! Sikap rekan- rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap Pak Tua dan jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, saya harus segera mengambil keputusan. Setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH – SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH. Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu, papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus. Naudzubillah! Ya Allah, maafkan keluarga saya ini. Mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhanan-Mu yang sesungguhnya"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-8805747449533104055?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8805747449533104055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8805747449533104055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/kawan-menado-yang-masuk-islam.html' title='Kawan Menado Yang Masuk Islam'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-5511898398136234100</id><published>2011-06-15T07:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T07:49:06.635-07:00</updated><title type='text'>Muslim Tionghoa Indonesia Tumbuh Pesat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (ANTARA News) - Pertumbuhan Muslim Tionghoa di Indonesia semakin pesat, khususnya di Jakarta, Surabaya, dan Semarang, kata Wakil Ketua Bidang Kesra DPP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Budijono."Di Jakarta saja jumlah Muslim Tionghoa saat ini sudah ratusan ribu orang," kata Budijono yang juga memiliki nama Nurul Fajar, di sela Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural antar Pimpinan Pusat dan Daerah Intern Agama Islam di Pontianak, Kalbar, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt; Dari 238 juta jiwa penduduk Indonesia, menurut dia 15 persen di antaranya adalah warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, dan sebanyak lima persen dari 15 persen tersebut adalah Muslim, kata Budijono.Ia mengingatkan, Islam sudah masuk ke China sejak 1.400 tahun lalu ketika Said bin Abu Waqos membangun Mesjid di Guangzhou, China, sementara di Indonesia Islam baru masuk 700 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;"Jadi sebenarnya di China, Islam sudah lebih dulu berkembang dan dianut puluhan juta orang. Kalau ada yang memisahkan antara keturunan China dengan warga Indonesia yang lain itu sebenarnya hanya politik adu domba China-pribumi di masa lalu," katanya. Ia mencontohkan, istilah "baju koko" bagi pakaian pria untuk sholat, sebenarnya merupakan kosa kata yang berasal dari kalangan orang Tionghoa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt; Namun demikian, ujar dia, kebanyakan Muslim Tionghoa di Indonesia bukan karena asal-usulnya memang Muslim, tapi lebih disebabkan masuk Islam karena "panggilan hati".  Pertumbuhan Islam di kalangan warga keturunan Tionghoa akan terus melaju karena menurut dia, ajaran Islam sangat komprehensif dan paling sempurna.  "Saya sebelum ini sudah belajar agama-agama lain, tapi Islam yang menjawab semua pertanyaan saya sekaligus paling logis. Tidak ada dogma dalam Islam. Islam untuk orang yang beriman sekaligus berakal," kata ahli pengobatan yang masuk Islam sejak SMP itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Ia mengatakan, PITI juga memiliki program pertukaran ulama antara Muslim keturunan China di Indonesia dan masyarakat Muslim di China.  "Kami juga memiliki korps Mubaligh yang berdakwah untuk kalangan Tionghoa Indonesia. Banyak dari mereka ini masih cadel bahasa Indonesia karena biasa berbahasa China, tapi bahasa Arabnya juga jago," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-5511898398136234100?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5511898398136234100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5511898398136234100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/muslim-tionghoa-indonesia-tumbuh-pesat.html' title='Muslim Tionghoa Indonesia Tumbuh Pesat'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3880944775834927648</id><published>2011-06-13T06:31:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T06:34:39.341-07:00</updated><title type='text'>Thomas Irving, Tokoh Masyarakat Kanada Yang Menemukan Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum saya menceritakan kisah saya memeluk Islam, saya berpendapat ada baiknya kalau terlebih dahulu saya menceritakan pengalaman saya sendiri sebelum dan sesudah mengetahui barang sedikit dasar-dasar Islam. Dengan demikian saya tidak bermaksud hanya sekedar bercerita. Maksud saya ialah menunjukkan bagaimana perkembangan pikiran beribu-ribu pemuda Kanada yang lain dan Amerika, dan kesempatan yang diharapkan oleh suatu dakwah Islam yang berhasil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingat sesuatu yang sangat menggerakkan hati saya, pada waktu saya masih seorang anak kecil, tentang penjelasan Kristen mengenai kehidupan Yesus. Akan tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa waktu itu saya menjadi orang Kristen atas dasar keyakinan saya sendiri. Kisah-kisah yang tersebut dalam Injil itu tidak dapat menarik perhatian saya, ketika saya bertanya-tanya dalam kekagetan tentang sebab banyaknya orang yang tidak bertuhan di dunia dan tentang sebab adanya perbedaan antara Yahudi dan Kristen mengenai Injil itu sendiri. Mengapa orang-orang yang tidak percaya kepadanya dikutuk, pada hal itu bukan karena kesalahan mereka sendiri? Lagi pula mengapa mereka mempraktekkan kebaikan sebagai suatu ummat atau bangsa yang "maju"?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingat terutama kepada apa yang pernah dikatakan oleh seorang anggota Missi Islam dari India tentang kekuatan kaum Muslimin memeluk agamanya. Hal itu adalah untuk pertama kalinya saya mendengar tentang Islam. Ucapan itu telah menyebabkan saya menghargai itu orang-orang yang mantap dalam kepercayaannya, dan saya ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang orang-orang yang "terkutuk" itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada tahun pertama saya mempelajari kesusastraan Timur, saya membaca tentang perkembangan pikiran kemanusiaan dalam usahanya mengenal Allah. Yesus diangkat tinggi dalam gambarannya sebagai "tuhan yang pengasih". Akan tetapi gambaran ini hilang lenyap di tengah-tengah awan pengaruh do'a/sembahyang yang tidak bisa dimengerti dan ucapan-ucapan keberhalaan. Dan sifat "kasih sayangnya" itu menjadi kabur dibalik gambarannya pada waktu yang bersamaan sebagai "tuhan yang maha tinggi" yang tidak mungkin dicapai kecuali dengan melalui seorang perantara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia membutuhkan seseorang yang membimbing dan menunjukkannya kepada sumber kebenaran yang bersih, mengetahui Tuhan Yang Maha Esa. Benua Eropa masih tetap berada pada semacam Barbarisme di bawah pengaruh khurafat kebangsaan yang sempit dan matinya kebudayaan yang turun temurun di bawah teori pengasuhan gereja yang sempit. Timur adalah pusat pemikiran dan wahyu. Di sanalah datang Muhammad s.a.w. sesudah 7 abad dari Isa a.s., dan keberhalaan Kristen telah berakar kuat di Eropa sebelum pelajaran-pelajaran rasional dimulai; tidak memperdulikan wahyu selama 9 abad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya saya dapat menerima pengertian bahwa Muhammad s.a.w. diutus oleh Tuhan karena beberapa sebab. Pertama, karena memang kebutuhannya telah dirasakan. Kedua, kesimpulan saya sendiri cocok dengan apa yang diajarkan olehnya. Ketiga, terpisah dari kedua soal tadi, kepercayaan dan keimanan yang tercurah atas hati saya terhadap kesucian Al-Qur'an dan ajaran-ajaran Rasulullah s.a.w."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada waktu itu juga saya telah menerima dan juga membeli beberapa bacaan tentang Islam. Seorang budiman India dari Bombay, almarhum Mr. Q-A. Jairazbhoy telah mengirimi saya buku "What is Islam!" karangan H.W. Lovegrove. Ini mungkin merupakan keterangan yang paling praktis yang telah saya baca dan tersebar luas. Kemudian beliau mengirim saya tafsir Al-Qur'an dari Muhammad Ali dan buku-buku serta siaran-siaran lainnya. Di Montreal saya berhasil mendapatkan buku-buku tentang Islam dalam bahasa Perancis, berisi pikiran-pikiran yang pro dan yang kontra, dan inipun membantu dan memperluas pemikiran saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3880944775834927648?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3880944775834927648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3880944775834927648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/thomas-irving-tokoh-masyarakat-kanada.html' title='Thomas Irving, Tokoh Masyarakat Kanada Yang Menemukan Kebenaran'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-2805306025706955298</id><published>2011-06-13T06:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T06:03:31.458-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Perempuan Modern Inggris Memilih Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(TEMPO Interaktif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipar tiri Tony Blair, Lauren Booth, ternyata tak sendirian memilih Islam sebagai agama barunya usai melawat ke kota suci Qom, Iran. Pilihan iman jurnalis dan penyiar televisi Iran itu rupanya juga diikuti sejumlah perempuan modern Inggris lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eve Ahmed, perempuan yang berkarier sebagai penulis termasuk di antaranya. Eve dilahirkan di London, ibunya orang Inggris sementara ayahnya muslim asal Pakistan. Sedari kecil, ia tumbuh sesuai dengan iman ayahnya. Namun sesungguhnya dia tak bisa terima. "Ketika berusia 18 tahun dan kuliah, saya menolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, sejauh ini, selalu ditolak Eve. Menurut pengakuannya, banyak hal yang remeh temeh dilarang oleh Islam. Misalnya, tak dianjurkan makan sambil berdiri atau pakai tangan kiri, dilarang berhias berlebihan, mempertontonkan lekuk tubuh, tak boleh makan di jalan, mengecat rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua larangan itu tak pernah dijelaskan oleh ayah Eve, termasuk mengapa tak dianjurkan memelihara anjing. Dan, tentu saja, duduk bersama pria, serta berhubungan badan dengan seorang pria yang tidak dinikahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai Islam semacam itu dipaksakan ayahnya agar bisa mejadi seorang Muslimah yang baik. Sebagai perempuan merdeka yang dibesarkan di Inggris, sikap ayahnya ditolak keras. Dia memilih layaknya perempuan modern. Namun, kini nilai-nilai Islam yang diajarkan ayahnya dinikmati di tengah kehidupan modern Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Eve, ada Lauren Booth, 43 tahun. Jurnalis dan penyiar televisi itu setelah menjadi mualaf kini mengenakan jilbab setiap keluar rumah, salat lima kali sehari dan berjamaah di Masjid setempat, "Jika ada kesempatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booth memutuskan menjadi muslimah enam pekan lalu usai melawat ke tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom seraya berkata "Pada Selasa petang, saya duduk bersila dan seperti mendapatkan suntikan rokhani, sebuah kebahagiaan tak terhingga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bekerja di Iran, dia simpati dengan Islam dan menghabiskan waktunya bekerja di Palestina. "Saya senantiasa terkesan dengan kekuatan dan Islam memberikan sesuatu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristane Backer, 43 tahun, adalah mantan presenter MTV di London. Sejak belia, pilihan hidupnya adalah menjadi perempuan bebas, bergaya hidup Barat, modern, dan liberal. Namun, apa alasannya memilih Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalannya terhadap Islam bermula saat bertemu dengan bekas pemain kriket Pakistan, Muslim Imran Khan, pada 1992, di kala kariernya meroket, selanjutnya pria itu mengajaknya ke Pakistan. Dari sinilah dia mulai tersentuh dengan nilai-nilai spiritual yang tak pernah dikenyam dan terkesan dengan kehangatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristiane katakan, "Sejak itu saya mulai belajar Islam dan pindah agama. Sebabnya alami. Saya telah mewawancarai sejumlah bintang-bintang rock, melakukan perjalanan ke seluruh dunia namun demikian saya merasa kosong. Kini, semua telah berlalu. Saya menikmati kebahagiaan sebab Islam telah memberikan tujuan hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Barat, kami hidup dengan alasan-alasan dangkal seperti soal pakaian. Di Islam, setiap orang nampak memiliki tujuan yang agung. Setiap hal dilakukan atas nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tumbuh di Jerman dalam sebuah keluarga Protestan yang tidak religius. Saya mabuk dan suka pesta. Kini saya memiliki tujuan hidup yang baik. Kami bertanggungjawab atas seluruh perbuatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyne Ali, 31 tahun. Perempuan asal Dagenham, Essex, pertama kali bersentuhan dengan Islam melalui sahabatnya beragama Islam. Dia mengaku selama ini merupakan tipikal perempuan yang suka pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya suka mabuk bersama teman-teman, mengenakan pakaian ketat, menanggalkan baju, dan kencan dengan lelaki," ujar Lyne. "Saya juga bekerja paruh waktu sebagai DJ. Saya dulu berdoa layaknya seorang Kristen, namun saya menggunakan Tuhan sebagai dokter sementara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika bertemu dengan sahabatnya, Zahid, di universitas dan bertemu saudara perempuannya, Islam merasuk dalam kalbuku. "Saya pikir, saya harus mencari sesuatu dan saya merasa kebiasaan saya mabuk dan berpesta tak ada gunanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lynne pindah agama pada usia 19 tahun. "Saat itu juga saya mengenakan jilbab," jelasnya. Sekarang, "saya tak pernah lagi mempertontonkan rambut saya di depan publik. Di rumah, saya akan mengenakan pakaian Barat hanya untuk suami, tapi kalau keluar tak pernah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camilla Leyland, 32 tahun. Guru yoga ini tinggal di Cornwall memilih Islam sebagai agama baru. Ibu dari anak tunggal, Inaya, memeluk Islam di tengah maraknya diskusi soal "feminisme" di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh besar di Southampton, ayahnya seorang direktur Institut Pendidikan Shoutampton dan ibunya guru ekonomi. Camilla tertarik pada Islam sejak di bangku sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan pendidikan di universitas dan mengambil gelar master bidang Kajian Timur Tengah. Selanjutnya bekerja di Syria.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-2805306025706955298?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/2805306025706955298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/2805306025706955298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/mengapa-perempuan-modern-inggris.html' title='Mengapa Perempuan Modern Inggris Memilih Islam'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3701754497331538419</id><published>2011-06-12T09:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T05:52:29.373-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Muslim Di Inggris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;London ( Berita ) : &amp;nbsp;&amp;nbsp;Jumlah masyarakat Muslim Inggris meningkat dua kali lipat menjadi 5,5 juta, berarti hampir satu dari sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada 2030.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-70601"&gt;&lt;/span&gt;Menurut laporan yang ditulis Steve Doughty, di koran terkemuka di Inggris menyebutkan Muslim di Inggris jumlahnya lebih dari umat Muslim di Kuwait pada tahun 2030. Populasi Muslim di Inggris hampir dua kali lipat mencapai 5.5 juta dalam waktu 20 tahun itu karena adanya Imigrasi dan tingkat kelahiran yang tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penelitian tentang penyebaran Islam di seluruh dunia disebutkan bahwa hal ini berarti hampir satu dari sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada 2030.Diperkiraan rata-rata penduduk muslim di Inggris lebih banyak ketimbang umat Muslim di Kuwait, demikian laporan yang muncul di tengah perdebatan atas pandangan Muslim di Inggris dan sikap terhadap mereka.Dari tahun 1990 hingga 2010, jumlah pemeluk agama Islam di seluruh dunia meningkat pada tingkat rata-rata 2,2 persen per tahun. Tahun lalu tercatat sebanyak 1,57 miliar&amp;nbsp; umat Muslim di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut penelitihan yang dilakukan oleh para cendikiawan di Washington meningkatnya populasi umat Muslim di Inggris dari 2,8 juta terutama didorong oleh imigrasi.Proyeksi yang disampaikan oleh pusat riset Pew Research Centre menyebutkan selama 40 tahun antara 1990 dan 2030, jumlah umat Muslim peningkatan lima kali lipat di Inggris. Pada tahun 1990 di Inggris hanya terdapat 1.1 juta umat Muslim yang merupakan hanya dua persen dari populasi.Penelitian yang dilakukan&amp;nbsp; Pew itu menyebutkan pada tahun lalu umat Muslim meningkat empat persen menjadi 2,8 juta dan pada tahun 2030 jumlah melonjak mencapai 5,5 juta&amp;nbsp; delapan persen dari populasi yang diperkirakan 68 juta .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara di Amerika Serikat&amp;nbsp; jumlah umat Islam juga terjadi peningkatan berlipat ganda pada 2030,&amp;nbsp; mencapai 6,2 juta dibandingkan tahun ini yang hanya 2, 6 juta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun persentase Muslim akan tetap lebih rendah dari Inggris karena jumlah penduduk AS lima kali lipat yaitu sekitar 300 juta&amp;nbsp; saat ini. Mei lalu, angka resmi menunjukkan jumlah penduduk Inggris tercatat 70 juta di tahun 2009 – sebagian besar didorong oleh boom migran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama di negara Arab Kuwait diperkirakan terdapat 3.6 juta&amp;nbsp; penduduk Muslim. Laporan itu mengatakan satu dari empat migran ke Inggris adalah Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kenaikan terbesar dalam pangsa Muslim penduduk – terutama didorong oleh migrasi lanjutan – yang mungkin terjadi di Barat dan Eropa Utara, di mana umat Islam akan mendekati dua digit persentase penduduk di beberapa negara,” katanya.Inggris telah lama memiliki tingkat imigrasi yang tinggi dari beberapa negara Muslim, terutama Pakistan dan Bangladesh, dan dalam beberapa tahun terakhir telah melihat tingginya jumlah pendatang dari bagian Islam Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laporan Pew juga menyebutkan angka kelahiran tinggi. Dikatakan bahwa secara umum, populasi Muslim cenderung memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi daripada populasi non-Muslim ‘.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disebutkan dalam laporan itu sebagian besar dari populasi Muslim berusia antara 15 dan 29. Meningkatkan &lt;a href="http://helvetia.ac.id/" rel="nofollow" target="_blank" title="kesehatan"&gt;kesehatan&lt;/a&gt; dan kondisi ekonomi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim&amp;nbsp; menyebabkan penurunan lebih besar dari rata-rata angka kematian bayi dan anak, dan harapan hidup meningkat lebih cepat di negara-negara mayoritas Muslim daripada di negara-negara berkembang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah Muslim di AS diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun ke depan menjadi&amp;nbsp; 6.2 miliar dibandingkan saat ini yang hanya 2.6 juta.Penelitian ini menggunakan perubahan populasi terakhir, angka migrasi dan tingkat kesuburan untuk memperkirakan perubahan populasi Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2030 Muslim meningkat 26 persen dari populasi dunia yang diproyeksi sejumlah 8.3 miliar naik dari 23 persen dari populasi dunia 2010 diperkirakan 6.9 miliar,&amp;nbsp; katanya. Angka-angka tersebut merupakan peningkatan dari 1.6 miliar pada tahun 2010 menjadi 2.2 miliar pada tahun 2030, atau naik 35 persen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis dilakukan di tengah perdebatkan selama pandangan Muslim di Inggris dan sikap terhadap mereka. Penelitian didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi selama 20 tahun ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu lalu Ketua Partai Tory Baroness Warsi mengatakan prasangka terhadap Muslim dilihat sebagai normal dan menyerukan warga untuk berhenti mengelompokkan mereka. (ant )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3701754497331538419?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3701754497331538419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3701754497331538419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/perkembangan-muslim-di-inggris.html' title='Perkembangan Muslim Di Inggris'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3392517302060893639</id><published>2011-06-12T09:53:00.001-07:00</published><updated>2011-06-13T05:45:31.356-07:00</updated><title type='text'>PENDUDUK MUSLIM GLOBAL BERKEMBANG PESAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah penduduk muslim dunia akan bertambah dua kali lebih cepat dibandingkan penduduk non muslim dalam 20 tahun ke depan, demikian sebuah penelitian yang juga memprediksi bahwa dalam satu generasi mendatang penduduk muslim dunia akan mencapai lebih dari 1/4 (seperempat) total populasi dunia, Kamis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menggunakan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi penduduk, para peneliti pada Pew Forum on Religion and Public Life memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk muslim dunia adalah 1,5 persen per tahun, sementara penduduk non muslim hanya tumbuh 0,7 persen per tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian bertitel ”The Future of the Global Muslim Population” ini memproyeksikan bahwa jumlah penduduk muslim pada 2030 akan mengambil 26,4 persen total populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu menandakan mengalami peningkatan 3 persen dari penduduk muslim saat ini yang mengambil porsi 23,4 persen dari total penduduk dunia yang sekarang mencapai 6,9 miliar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada 2030, demikian penelitian tersebut, jumlah penduduk muslim AS akan melonjak dari 2,6 juta jiwa pada 2010, menjadi 6,2 juta pada 2030.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;An-Nashr: 1-2) (Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong…”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Eropa dan Amerika.&amp;nbsp; Islam kini makin mendapat tempat di hati masyarakat Eropa dan Amerika. Sejak menyebarnya Islam ke Eropa pada abad ke-7 Masehi melalui Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Thariq bin Ziyad, panglima tentara dari Dinasti Bani Umayyah, benua putih dan biru itu seakan menjadi lahan subur penyebaran dakwah dan syiar Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Sebuah angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data ini diungkapkan oleh Pew Research Center, sebuah kelompok pencari fakta Amerika yang menyediakan informasi mengenai isu, sikap, dan tren yang membentuk Amerika dan dunia melalui sebuah jajak pendapat publik. Dalam studinya yang berjudul "Memetakan Populasi Muslim Global: Sebuah Laporan Tentang Jumlah dan Distribusi Populasi Muslim Dunia", kelompok ini mengindikasikan bahwa seperlima kaum Muslim (300 juta) tinggal di negara-negara non-Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur. Rusia memiliki lebih dari 16 juta Muslim, dan terbesar di Eropa. Menurut studi tersebut, Jerman memiliki pemeluk Muslim sebanyak 4,5 juta, Prancis sebesar 3,5 juta jiwa, Inggris sekitar dua juta orang, dan Italia sebanyak 1,3 juta jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa lainnya seperti Portugal, Swedia, Belanda, Swiss, Belgia, dan lainnya. Namun demikian, jumlah ini diperkirakan bertambah lagi. Sebab, sebuah hasil studi di Rusia menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di negara Beruang Merah tersebut mencapai 25 juta jiwa dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi tersebut mengatakan bahwa hampir 46 juta Muslim berada di benua Amerika. Di negara super power, Amerika Serikat, agama Islam dipeluk oleh sekitar 2,5 juta orang. Sementara itu, di Kanada jumlah pemeluk Islam mencapai 700 ribu orang. Tak jauh berbeda dengan Argentina. Umat Islam di negara Tango itu mencapai 800 ribu orang, dan merupakan pemeluk Islam terbesar di Amerika Selatan. Sementara itu, di Suriname, pemeluk Islam mencapai 16 persen dari total penduduknya, dan menjadi populasi Muslim terbesar di benua Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor pemicu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peningkatan umat Islam yang demikian pesat itu, bukan saja karena disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk di negara-negara Muslim, tapi juga bertambah jumlah orang-orang yang memeluk Islam (mualaf). Hal ini merupakan suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center (WTC) pada tanggal 11 September 2001. Ketertarikan secara alamiah dan rasa ingin tahu yang mendalam, telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;''Alhamdulillah, kondisi umat Islam di AS baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di sini, baik sebelum maupun sesudah peristiwa 11 September 2001,'' ujar Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat (AS).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut pria keturunan Suriah ini, dalam lima tahun terakhir ini, agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di bandingkan dengan agama lainnya. Ia mengatakan, setiap harinya selalu ada warga negara non-Muslim AS yang memeluk Islam. Kondisi serupa juga terjadi benua Eropa dan kawasan Amerika lainnya. Menurut laporan surat kabar Times, setelah peristiwa 11 September, agama Islam mendapatkan perhatian besar dari kalangan warga kulit putih Inggris yang berekonomi kuat dan berpendidikan. Peristiwa itu, bukannya membuat makin besar stigma negatif, tetapi makin menambah jumlah anak-anak muda dan peneliti yang termotivasi untuk mempelajari Islam. Bahkan, mereka makin tertarik dan Akhirnya memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Belgia, agama Islam terus menunjukkan eksistensi yang semakin kuat, walaupun kebencian terhadap umat Islam, sudah tak lagi sebatas retorika, kebijakan, atau kecaman, melainkan mengarah pada kebencian dan Islamophobia. Di negara berpenduduk 10 juta jiwa itu kini menjadi tempat bermukim sekitar 628.751 umat Muslim, atau enam persen dari populasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah pemeluk Islam yang terus berkembang, menyebabkan perubahan secara demografi. Di banyak wilayah, penduduk Muslim sudah lebih banyak ketimbang pemeluk Kristen Protestan dan Yahudi. Majalah terkemuka L'Express dalam sebuah artikelnya, bahkan berani memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Islam bisa menjadi agama dominan di ibu kota Brussel, Belgia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sosiolog di Belgia mencatat, pada awal tahun 2000, jumlah umat Muslim di kota itu mencapai 17 persen dari populasi. Tapi di tahun 2008, menurut Oivier Servais, dari Laboratory for Prospective Anthropology di UCL, angkanya sudah mencapai 33,5 persen dari populasi, naik hampir dua kali lipat. Di kota ini, sebanyak 33,5 persen penduduknya atau sekitar 350 ribu orang dari 1,1 juta jiwa, memeluk Islam. Subhanallah! (http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/28/127108-islam-berkembang-begitu-pesatnya-di-eropa-dan-amerika)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3392517302060893639?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3392517302060893639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3392517302060893639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/penduduk-muslim-global-berkembang-pesat.html' title='PENDUDUK MUSLIM GLOBAL BERKEMBANG PESAT'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-5552122809913580463</id><published>2011-06-12T09:36:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T05:46:21.240-07:00</updated><title type='text'>Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahadat di Bosnia</title><content type='html'>&lt;h1 class="post-title entry-title" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.masukislam.co.cc/2011/01/stephen-schwartz-jurnalis-amerika-yang.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_81L3FigBNj4/TUBdsbJk3wI/AAAAAAAAAXU/20bSKWB0x-c/s1600/stephen-suleyman-schwartz.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pria yang lahir di Columbus, Ohio ini dikenal sebagai wartawan dan kerap mengkritik Bush. Kini ia menjalani Islam dan rajin shalat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephen Schwartz lahir di Columbus, Ohio tahun 1948. Lebih dari separuh hidupnya dihabiskan dengan berkarir sebagaiStephen Schwartz wartawan dan penulis. Stephen kenal Islam dan bersyahadah ketika bertugas sebagai reporter di Bosnia. Setelah memeluk Islam, mantan wartawan senior San Francisco Chronicle ini kerap mengkritik pemerintahan Bush yang sering mengidentikkan teroris dengan Islam. Artikel-artikel kontroversialnya muncul di sejumlah koran ternama seperti The New York Times, The Wall Street Journal, The Los Angeles Times, dan The Toronto Globe and Mail. Stephen juga kontributor tetap untuk The Weekly Standard, The New York Post dan Reforma di Mexico City. Berikut kisah pria yang mengaku tertarik dengan kehidupan sufi dalam Islam dan ketika di Bosnia aktif mengikuti kegiatan tarekat Naqshabandiah. Inilah beritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephen Schwartz memeluk Islam di Bosnia pada 1997 atau di usianya yang ke-49. Sebelumnya, lebih dari 30 tahun lamanya, dia melakukan studi dan menimba berbagai pengalaman hidup serta mempelajari sejarah beberapa agama samawi. Bagaimana ceritanya hingga dia terkesan dengan agama Islam?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku tertarik dengan Islam sejak tahun 1990 saat berkunjung ke Bosnia untuk melakukan studi tentang sejarah Yahudi di Balkan. Aku butuh data itu untuk mengisi kolom rutin di jurnal Jewish Forward. Nah dalam penelitian itu, aku sempat menjalin kontak dengan tokoh-tokoh Islam Balkan," kisah Stephen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika menilik sejarah hidupnya, dia mengaku berasal dari keluarga "agamis". "Aku dibesarkan dalam lingkungan yang benar-benar ekstrem bagi kebanyakan orang Amerika. Ayahku seorang Yahudi yang taat. Sementara ibuku adalah anak dari seorang tokoh kelompok Protestan fundamentalis. Dia sangat paham dengan Bibel, juga Kitab Perjanjian Lama dan Baru," kata pria yang menambah Suleiman Ahmad di depan namanya selepas memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephen sendiri mengaku, pertama kali bersentuhan dengan agama adalah tatkala ikut kegiatan gereja Katolik. Walau saat itu belum memutuskan ikut ajaran itu, dia sempat tertarik dengan sejumlah literatur tentang kebatinan dalam ajaran Katolik. Keingintahuannya membuat dia melakukan sejumlah studi dan riset mendalam hingga ke negeri matador Spanyol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Riset di Spanyol&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di awal penelitiannya, Stephen mengamati bahwa di balik kejayaan Katolik Spanyol ternyata terdapat pengaruh kuat sejarah Islam kala berkuasa di Spanyol. Dia mengaku takjub dan terinspirasi dengan agama Islam yang masih bertahan dalam sejumlah tradisi di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sebagai seorang penulis, aku meneliti fenomena ini selama bertahun-tahun. Mula-mula kupelajari sejarah itu melalui aneka karya sastra masa lampau yang menunjukkan pengaruh Islam di kawasan Iberia itu," ungkap dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal 1979, dia mulai mempelajari Kabbalah, sebuah tradisi mistik bangsa Yahudi. "Nah, menariknya di dalam Kabbalah itu juga kudapati adanya pengaruh Islam," ujar Stephen yang meneliti tentang Kabbalah selama hampir 20 tahun lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kenal Islam di Bosnia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama meneliti Kabbalah, dia sempat melakukan perjalanan ke Bosnia dalam kapasitasnya sebagai seorang reporter. "Tahun 1990 untuk pertama kalinya aku bersentuhan secara langsung dengan Islam di Bosnia dan untuk pertama kalinya pula aku mengunjungi sebuah mesjid di ibukota Sarajevo," kata dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Perlahan, aku melihat Islamlah yang mampu menawarkan jalan "terdekat" untuk mendapatkan kasih sayang Allah," ujar pria yang juga aktif mengikuti tarekat Naqshabandiah kala di Bosnia. Dia bertemu dengan Syekh Hisham, seorang guru tarekat Naqshabandi di sana. Hatinya benar-benar terkesan hingga dalam hitungan minggu diapun bersyahadah di negeri Balkan itu. "Aku bangga jadi orang Islam," aku dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Sarajevo, Stephen menemukan banyak hal yang mengesankan hatinya. "Kutemukan sebuah pos terdepan Islam di Eropa, saat mana aku tidak merasa sebagai seorang asing di sana. Saat mana aku secara gampang bisa berjumpa dan bergaul langsung dengan orang-orang Islam yang begitu ramah, demikian pula kalangan terdidiknya. Aku menemukan puisi dan gubahan musik yang begitu indah, yang mengekspresikan nilai-nilai keagungan dan kedamaian dalam Islam," ungkap dia dipenuhi rasa kagum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku telah temukan sebuah "taman tua" yang indah," ujar Stephen mengutip salah satu bait lagu Bosnia yang sangat terkenal yang berkisah tentang masa jaya Kekhalifahan Usmani di Balkan dan kontribusinya terhadap budaya Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephen juga membaca beberapa bagian dari Alquran dan mengunjungi monumen-monumen Islam selama kunjungannya di Balkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku layaknya kembali ke taman itu dan akhirnya masuk ke dalamnya," ujar dia memberi ibarat. Ya, akhirnya dia memang memutuskan masuk Islam kala di Bosnia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Takut timbul konflik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak menerima Islam, Stephen sangat berhati-hati sekali dalam mengirim informasi keislamannya, baik itu kepada keluarga, teman-temannya hingga para tetangga dekatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku tidak mau sembarangan memberikan info ini, takut nanti timbul konflik dan kontroversi.. Aku juga tidak mau pengalaman ini dilihat atau dicap sebagai sesuatu yang bodoh atau picik. Ini bukan menyangkut diriku pribadi, tapi ini berkaitan dengan Allah. Aku ingin proses keislaman ini berada di jalan yang wajar. Hal ini semata-mata untuk kebaikan umat Islam dan juga bagi terbentuknya hubungan persaudaraan Islam di dalam ikatan kalimat la ilaha illallah," tukas dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku amati, adakalanya kalangan nonmuslim melihatku sebagai seorang muallaf baru yang terpengaruh oleh kehidupan di Balkan. Tapi aku segera meluruskan pendapat ini seraya menyebutkan bahwa aku suka Islam bukan karena terlibat politik atau alasan kemanusiaan, tapi murni semata-mata karena pesan indah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah," kata dia lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Damai dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Seperti telah kusebutkan di awal, aku menemukan bahwa hal-hal positif dalam agama samawi Yahudi dan Nasrani. Nilai-nilai positif itu terefleksikan dalam ajaran Islam. Jadi, Islam datang menyempurnakan agama terdahulu," kata Stephen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku sangat yakin, tanpa adanya toleransi orang-orang Arab Spanyol dulu, terutama di saat Kekhalifahan Usmani masih berjaya, maka bangsa Yahudi telah lama hilang dari permukaan bumi ini. Halnya agama Yahudi hari ini, sangatlah jauh berbeda dengan ajaran mereka saat masih hidup berdampingan dengan orang-orang Islam dahulu," tegas Stephen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setelah memeluk Islam, hal yang sangat berkesan bagiku adalah adanya kedamaian hati disertai kehadiran Allah di dalam setiap hal. Muncul perasaan lembut, sopan santun, sederhana dan rasa ikhlas. Hidupku jadi mudah. Bahkan di saat aku ada masalah atau ujian dalam hidup ini," tutur Stephen yang sangat yakin jika nilai-nilai Islam itu akan mampu menyelesaikan aneka permasalahan di Amerika, terutama perkara krisis moral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kritik Bush&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah. Saat ini Stephen Schwartz dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Center for Islamic Pluralism yang didirikan pada 25 Maret 2005 dan berpusat di Washington DC. Dia juga penulis buku best seller The Two Faces of Islam: Saudi Fundamentalism and Its Role In Terrorism.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku itu telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Dalam buku tersebut dia mengungkapkan rasa tak setujunya dengan cap Islam teroris dan mengkritik secara terbuka pemerintahan Bush yang selalu mengidentikkan teroris dengan Arab. Akibat kritik tajamnya itu Stephen pun lantas dipecat dari posisinya sebagai penulis berita di media bergengsi Voice of America.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitupun, dalam beberapa hal, Stephen mengaku sangat sedih kala melihat konflik di Timur Tengah. "Aku sering memimpikan adanya kedamaian dan persahabatan antara Israel dan Arab. Persis sepertimana di saat orang Yahudi bisa hidup damai di masa kepemimpinan orang Islam," kata pria yang dikala mudanya pernah terlibat dalam kelompok radikal sayap kiri itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-5552122809913580463?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5552122809913580463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/5552122809913580463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/stephen-schwartz-jurnalis-amerika-yang.html' title='Stephen Schwartz, Jurnalis Amerika yang Bersyahadat di Bosnia'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-4874748758970301822</id><published>2011-06-12T09:32:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T05:47:00.344-07:00</updated><title type='text'>Meyakini Islam Setelah Intensif Melakukan Studi Perbandingan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah seorang mantan warga kristen Batak &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama saya Bisara Mahmud Sianturi, kelahiran Tapanuli Utara. Keluarga saya pemeluk Kristen yang taat. Ayah saya, Mangantar Sianturi, bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit, Jambi. lbu saya, Delima Boruhombing, seorang ibu rumah tangga biasa. Saya sulung dari lima bersaudara, satu laid-laki dan tiga perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa kecil saya sangat kental dipengaruhi ajaran Kristen. Orang tua kami sangat keras dalam hal agama. Mereka selalu menyuruh saya agar rajin ke gereja. Ayah juga seorang pengurus gereja. Kakek saya sendiri, pendiri Gereja HKI (Huria Kristen Indonesia) pertama di Indonesia sebelum pecah menjadi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana anak-anak lain di kampung mayoritas Kristen, saya tak luput memperoleh pelajaran agama. Salah satu penanaman doktrin ajaran Kristen yang membekas hingga kini adalah, "Tak ada umat manusia yang layak sampai ke Tuhan di surga tanpa melalui Yesus." Atau dengan kata lain, semua umat manusia adalah musuh Tuhan jika mereka tidak mengikuti ajaran Yesus. Saat itu, saya yakin benar dengan ajaran tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan mulai terjadi kira-kira tahun 1967, ketika ayah pensiun dan kemudian pindah ke Lubuk Pakam, Sumatra Utara. Di sini pula saya mulai mengenal Islam lewat teman-teman sekelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menghadap Walikota Medan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, saya merasa sedih melihat anak-anak seusia saya yang tidak sekolah. Mereka sedikit sekali yang tamat SMP, sebagian benar hanya tamat SD. Mereka terpaksa putus sekolah karena membantu mencari nafkah orang tuanya. Banyak dari mereka yang bekerja di Pabrik Karet PT Asahan. Bahkan, salah satu tetangga saya sempat bercerita bahwa pekerjaannya sangat berat, namun upah yang diterimanya minim sekali. Katanya, banyak yang tidak kuat. Tetapi mereka tidak berdaya, karena didesak oleh kebutuhan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa pikir panjang, saya segera berangkat ke Medan untuk menghadap wali kota. Tetapi, niat saya itu tidak segera terwujud, karena ditolak ajudan dengan alasan wali kota berada di luar kota. Saya tidak putus asa. Pada hari lain, saya datang lagi dengan maksud yang sama. Tetapi, tetap tidak berhasil. Saya datang lagi, hingga lima kali berkunjung, dan keenam. kalinya saya diterima langsung oleh wali kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hadapan wali kota, saya ceritakan semuanya. Rupanya, wali kota sudah mengetahui itu. Dia berjanji akan segera membantu. Karena waktu itu, negara kita masih kacau setelah dilanda G30S/PKI, maka belum bisa dilaksanakan. Saya pun mengerti. Namun, setelah itu, wali kota menawarkan saya tinggal di rumahnya. Saya setuju, karena dengan mudah bisa bertemu dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdebat dan Masuk Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu, secara tak sengaja saya memperkenalkan ajaran Kristen pada anak wali kota. Tak lupa, saya ajarkan pula lagu-lagu gereja. Tetapi, misi saya itu diketahui oleh H. Nurdin (mertua wali kota). "Saya tertarik cucu saya kamu ajarkan lagu-lagu gereja dengan baik" kata H. Nurdin ketika itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya kaget, karena tak mengira ia mendengarkan. "Coba tunjukkan pada saya kebenaran ajaran Kristen melalui injil," lanjutnya. "Kalau memang ada kebenaran, saya tak keberatan cucu saya kamu bawa ke gereja," tantangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;H. Nurdin kemudian menunjuk segelas teh di atas meja, "Coba jawab, duluan mana air atau Tuhan?" katanya memancing. Saya menjawab enteng, "Jelas duluan Tuhan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau menurut ajaran kamu begitu, berarti kamu pembohong! Karena Tuhan kamu baru lahir belum ada dua ribu tahun lalu. Sedangkan air ini adanya sudah lama sekali. jadi, ajaran agama kamu itu bohong," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya masih bisa mengelak dengan mengatakan bahwa yang dimaksud baru lahir belum ada dua ribu tahun adalah Tuhan Yesus. Tetapi, H. Nurdin menyangkal lagi, "Kalau Tuhan Anak belakangan dan Tuhan Bapak duluan, maka itu tidak mungkin, karena tuhan kamu adalah tiga yang tidak terpisah, seperti air, teh, dan gulanya, menjadi satu. Jadi, kalau tumpah, katakanlah setetes, maka semuanya ikut tumpah, baik airnya, tehnya, maupun gulanya. Tidak mungkin hanya tehnya saja, atau gulanya saja yang tumpah, sementara airya tetap di gelas," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar uraian itu, hati kecil saya tak menolak. Selanjutnya dia menjelaskan lagi bahwa dalam Injil, Nabi Isa menyebutkan adanya seorang pengganti di masa datang sebagai pengganti Yesus. Saya akui itu. Tetapi, sepengetahuan saya, yang dimaksud pengganti di masa mendatang adalah Yesus. Sementara, di sekte lain, penggantinya adalah Elias. Lalu, sekte lain seperti Pantekosta menyatakan Roh Kudus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun H. Nurdin mengatakan adalah Nabi Muhammad SAW,Saya tak bisa pungkiri, setelah kutemukan dalam Injil Yohanes ayat 23 yang berbunyi, "Berbahagialah kalian kalau Aku kembali kepada Bapa di surga, karena kalau Aku tidak kembali, maka pengganti-Ku tidak akan datang. Apabila Aku kembali, Aku akan menyuruh dia datang kepadamu untuk menegakkan hukum dan kebenaran. Ikutilah Dia, karena memang Dia berkata menurut perintah Bapa di surga."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebenaran Kristen juga dipertanyakan H. Nurdin. Mengapa ajaran yang dibawa oleh satu orang utusan, tetapi tidak ada tata cara yang pasti dalam menyembah Tuhan. Artinya, yang membawa ajaran Kristen tidak memberi contoh yang pasti dan baku tentang bagaimana cara menyembah Tuhan yang sebenarnya. "Lihat cara ibadah khusus Katolik, mengapa lain dengan Protestan, Pantekosta, juga Advent? Padahal yang membawa ajaran satu orang," tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, ia membandingkan bahwa caranya shalat umat Islam di seluruh dunia itu sama. Ucapan-ucapan dalam shalat juga sama. Mendengar penjelasan itu, saya mulai ragu terhadap ajaran Kristen. Apalagi ketika H. Nurdin menjelaskan banyak ayat-ayat Injil yang tidak pernah diikuti oleh orang Kristen sendiri, seperti perintah sunat (khitan), haramnya memakan daging babi, dan kewajiban memakai kerudung bagi kaurn wanita, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perintah yang dilanggar itu setelah datang Paulus yang menyuruh tidak bersunat. Katanya, Paulus sudah mendapatkan wahyu. Padahal, Paulus itu tak ada hubungannya dengan Yesus, terpaut kurang lebih 500 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mendapatkan keterangan yang begitu mendalam, akhirnya, kebekuan hati saya mulai mencair Saya menerima kebenaran Islam. Alhamdulillah, sejak itu aku mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, dan resmi menganut agama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-4874748758970301822?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4874748758970301822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/4874748758970301822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/meyakini-islam-setelah-intensif.html' title='Meyakini Islam Setelah Intensif Melakukan Studi Perbandingan'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-729278310457920650</id><published>2011-06-12T09:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T05:47:35.069-07:00</updated><title type='text'>PENDETA ROMA MASUK ISLAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amjad bin Imron Salhub&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah Ta’ala, pasti Dia Azza wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan dapat dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmati Islam. Semoga Allah merahmati Syaikh kami Al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan As-Sunnah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah.:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik dan kunci surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan panjang yang penuh dengan onak dan duri, kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi seseorang insan yang ingin menggerakkan lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam, maka dia harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin Allah Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memerliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta menutup lembaran hidupnya diatas Islam-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita, bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya (Nasrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah mengorbankan kekayaan ayahnya serta kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibrahim (dulu bernama Danial) –semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas jalan keistiqomahan- menceritakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma, seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil, saya hidup dengan kemewahan dan kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku. Ketika masa remajapun, saya banyak menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah kekurangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan ini bukanlah tujuanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan diriku dengan membaca buku-buku agama Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut, mulai kudapatkan sebagian jawaban atas berbagai pertanyaannku, akan tetapi tetap saja belum sempurna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke pantai, saya merenungi laut sambil membaca buku-buku dan shalat Setelah dua bulan dari permulaan hidupku ini, saya merasa mantap bahwa saya tidak mampu terus menerus menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama. Ketika itu, saya mendatangi ayahku dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga pergi mendatangi ibu dan saudara-saudariku dan kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke Ad-Dir [1] disana, lalu naik gunung yang tinggi. Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan, saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-pindah dari satu Ad-Dir ke Ad-Dir yang lain, saya membaca dan beribadah, kebalikannya para pendeta yang tidak bisa meninggalkan Ad-Dir mereka, karena saya tidak pernah memberikan janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu Ad-Dir tertentu, dan janji tersebut akan menghalangiku untuk keluar masuk darinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, saya memutuskan untuk berkelilng ke berbagai negeri, maka saya memulai perjalanan panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria, Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat terkesan, sehingga saya mencintai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai menjelaskan kepadaku tentang Islam versi Syi’ah. Keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka memfokuskan pada ajaran Syi’ah dan Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang akan datang untuk membebaskan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua diskusi tersebut sama sekali tidak menarik perhatianku, dan saya belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam rangka mencari hakekat kebenaran. Orang Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya memilih untuk melanjutkan perjalananku dan kutinggalkan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saya menuju India, dan ketika saya turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari sekali dengan berlari-lari kecil menuju kedalam kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang tebuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa India bukanlah tempat yang kucari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya derita ketika di India, akan tetapi Allah telah menyelamatkanku, Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali ke Ad-Dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah Ad-Dir di Roma. Pada waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar pendeta disana untuk memberikan kalimat dan janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan Ad-Dir tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku untuk keluar dari Ad-Dir, setelah itu saya menuju Al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya. Maka mulailah saya berpergian menuju Al-Quds melalui jalur darat melewati berbagai negeri, sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman dan Al-Quds, saya tinggal disana seminggu, kemudian saya kembali ke Italia, maka bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya kembali ke rumah lalu kubuka Injil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk membaca Injil dari permulaannya, maka saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan jawabannya, saya berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku tentang Injil dan Taurat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai negeri serta pengetahuanku bahwa kaum muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan Islam, kemudian mulailah ku-kumpulkan buku-buku tentang Islam, diantara yang saya miliki adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke berbagai negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris. Akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saya putuskan untuk kembali ke Al-Quds, karena saya yakin bahwa Al-Quds adalah tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia menuju Al-Quds. Saya turun di tempat turunnya para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu kecuali sedikit pakaian, terjemahan Al-Qur’an, Injil dan Taurat, kemudian saya mulai membaca lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya membandingkan kandungan Al-Qur’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan bahwa kandungan Al-Qur’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘Alaihis salam yang asli&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum muslimin untuk menanyakan kepada mereka tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan antara saya dengan salah seorang da’i dari teman-temannya para da’i.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilan perbincangan yang bagus tentang agama Islam. Diantara perkara yang paling mempengaruhiku adalah kisah sahabat yang mulia, Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu, karena didalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian hakekat kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain dengan saudara Amjad beserta teman-temannya, diantaranya Fadhilatusy Syaikh Hisyam Al-Arif Hafidhohullah, maka berlangsunglah dialog tentang Islam dan keagungannya, kebetulan ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setalah itu, saya terus menerus berkomunikasi dengan saudara Amjad yang dengan sabar menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-pertanyaannku. Pada saat seperti itu di depan saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad mendatangiku bertepatan dengan waktu dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur. Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Asyhadu An Laa Ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadan Rasulullah”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka serta merta saudara Amjad memeluku dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan ucapan selamat atas ke-Islamanku, kemudian kami sujud syukur sebagaimana ungkapan terima kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini. Kemudian saya diminta mandi [2] dan berangkat ke Masjid Al-Aqsho untuk menunaikan shalat dhuhur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui jama’ah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan tersebut sebagai bentuk meneladani bepaknya para nabi, yaitu Ibrahim Alaihis sallam yang melakukan khitan pada usia 80 tahun.[3]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru dibawah naungan agama kebenaran, agama yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah Ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan manhaj salaf (pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan As-Sunnah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi Lc dari majalah Ad-Da’wah As-Salafiyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-729278310457920650?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/729278310457920650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/729278310457920650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/pendeta-roma-masuk-islam.html' title='PENDETA ROMA MASUK ISLAM'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-6358761528759384041</id><published>2011-06-12T09:22:00.001-07:00</published><updated>2011-06-13T05:48:08.680-07:00</updated><title type='text'>Satu Lagi, Seorang Pendeta Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-6358761528759384041?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/6358761528759384041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/6358761528759384041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/satu-lagi-seorang-pendeta-masuk-islam.html' title='Satu Lagi, Seorang Pendeta Masuk Islam'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-8300031911082259664</id><published>2011-06-12T08:59:00.001-07:00</published><updated>2011-06-13T05:48:43.214-07:00</updated><title type='text'>Ribuan Orang Masuk Islam, Para Pendeta Di Afrika Kebingungan!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NEW YORK TIMES: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat kabar terkenal ‘New York Times’ melaporkan, Islam merupakan agama paling cepat berkembang di benua Afrika. Wartawan surat kabar itu, Mark Lasy mengatakan, keterlibatan para pemuka gereja dan peran mereka dalam pembantaian di Rwanda yang menelan korban lebih dari 800 ribu jiwa menyingkap banyak fakta di depan mata orang-orang Rwanda yang menganut ajaran Katholik mengenai misi Islam dan pesan-pesan manusiawinya yang mengajak kepada kasih sayang, persamaan hak, keadilan, menyugesti dialog, perkenalan dan saling berkomunikasi. Berkat upaya yang dilakukan kaum Muslimin Rwanda dalam menyetop tindak kekerasan di negeri itu, ribuan penduduk Rwanda berbondong-bondong menyatakan masuk Islam dan mulai rajin shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wartawan itu telah melakukan interview dengan sejumlah orang-orang yang telah menganut Islam di Rwanda tersebut. Salah satunya, Ya’qub Jumah Nezimana, 21 tahun, yang masuk Islam pada tahun 1996. Ia berkata, “Banyak orang dibunuh di dalam gereja yang dulu aku merupakan salah satu jemaatnya. Tidak dinyana, para pendeta malah ikut membantu para pembunuh tersebut.” Sementara Alex Rotereza yang baru saja memeluk Islam mengatakan, “Sikap kaum Muslimin sewaktu terjadi pembantaian etnis sungguh amat simpatik. Perkampungan di mana mereka menjadi komunitasnya telah menjadi tempat penampungan dan perlindungan yang aman bagi seluruh warga Rwanda. Terlebih lagi, karena kaum Muslimin dari suku Houto (kelompok yang melakukan genocide itu berasal dari suku Houto-red) menolak bekerjasama dengan para pembunuh, sebab ikatan emosional keagamaan bagi mereka lebih kuat ketimbang ikatan emosional kesukuan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap inilah yang kemudian –setelah pertolongan Allah, red- menyelamatkan ribuan lebih orang-orang dari suku Tutsi dari maut yang benar-benar telah mengancam jiwa mereka. Karena itulah, aku masuk Islam. Aku begitu yakin Islam adalah agama kasih sayang dan cinta keadilan.” Demikian seperti yang dilnasir surat kabar El Lewa, Yordania. (mshryn/AH)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-8300031911082259664?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8300031911082259664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/8300031911082259664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/ribuan-orang-masuk-islam-para-pendeta.html' title='Ribuan Orang Masuk Islam, Para Pendeta Di Afrika Kebingungan!'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-3677421217424072214</id><published>2011-06-12T08:56:00.003-07:00</published><updated>2011-06-13T05:49:16.122-07:00</updated><title type='text'>Dakwah Berliku Anak Kepala Suku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Status sebagai anak kepala suku tak menjamin mulus dalam berdakwah. Selain tradisi masyarakat yang masih melekat kuat, juga kondisi alam yang senantiasa menantang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi sebagian juru dakwah, Papua masih menjadi kawasan yang menakutkan. Bukan semata tantangan alamnya yang ganas dengan malarianya yang mematikan. Medan Papua juga dikenal berat, dengan biaya hidup yang tinggi. Belum cukup dengan itu, di sana masih dijumpai sebagian penduduk yang kehidupannya sedikit di atas masa prasejarah, khususnya di kawasan-kawasan pedalaman, di lereng-lereng gunung, serta di pinggir sungai nun jauh di pelosok bumi Cendrawasih tersebut. Sudah barang tentu ini menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang dai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak mengherankan jika sejumlah dai yang semula datang dengan penuh antusias, pelan-pelan pergi meninggalkan medan dakwah Papua, setelah berhadapan dengan aneka persoalan di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said Ahmad bin Muhammad Husen Tafalas (36) termasuk di antara sedikit dai yang memilih bertahan untuk terus mencerahkan masyarakat Papua. Apalagi, Said adalah putra daerah. Lelaki tinggi besar ini kelahiran Waigama, Papua 25 Mei 1971. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun putra daerah, dia menyadari, mengubah kultur masyarakat Papua dibutuhkan intensitas tarbiyah (pendidikan) dan dakwah. Dan itu, membutuhkan waktu yang panjang serta kesabaran ekstra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, sejak tahun 1991, dia bergabung dan nyantri di Pondok Pesantren Hidayatullah Cabang Sorong. Setelah empat tahun menimba ilmu, pimpinannnya menugaskan untuk berdakwah di salah satu daerah terpencil di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah awal ujian sebagai seorang dai dimulai. Anak sulungnya, Shabrina Said (3 bulan) meningal dunia. Kala itu, usia pernikahannya dengan Suharti Hasan baru berjalan satu tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mental saya hampir-hampir jatuh, ketika mendapati kenyataan ini. Untunglah, sejak awal pernikahan, kami sudah mendeklarasikannya sebagai biduk jihad,” Said mengenang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, kata Said, peristiwa itu bisa dicegah, kalau saja ada kendaraan yang mengangkut anaknya berobat ke kota. Namun perjalanan takdir menghendaki lain. Transportasi ke kota Bolaang sangat sulit. Ada memang kendaraan, tapi satu-satunya adalah sejenis jip, itupun jadwalnya satu minggu sekali. “Waktu itu saya benar-benar bingung. Akhirnya, buah hati saya meninggal dalam pangkuan saya, di medan yang terpencil. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun…” kenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rintangan di Kampung Halaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usai peristiwa itu, dia memilih pulang kampung di Misool Raja Ampat, Papua. Bukannya ingin pensiun, karena baginya berdakwah itu tak mengenal kata pensiun. Dia ingin terus berdakwah hingga akhir hayatnya. Di Raja Ampat dia ingin mendapat semangat baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja Ampat dulu bernama Kalanafat. Sekarang, daerah ini dijuluki negeri seribu pulau. Sebab, kawasan ini terdiri dari pulau-pulau yang menyebar satu sama lain dengan jarak cukup berjauhan. Gugusan kepulauan ini terletak di bagian selatan Kabupaten Sorong, Irian Jaya Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak tahun 2005, daerah ini diresmikan menjadi kabupaten baru dengan nama Kabupaten Raja Ampat. Kawasan ini terdiri dari empat pulau besar: Batanta, Salawati, Waigeo dan Misool. Raja Ampat beribukota di Waisai, salah satu pulau di daerah Waigeo Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penduduk di masing–masing pulau (sekarang sudah menjadi kecamatan) beragama Islam dan Katolik. Prosentasi penduduknya, Islam 86 persen (dulu 95 persen) dan Katolik 14 persen. Di antara daerah yang mayoritas Muslim adalah Kecamatan Misool dan Salawati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sejarahnya, penyebaran Islam ke Papua melalui kedua daerah itu. Sayangnya, ajaran Islam tidak dijalankan secara utuh. Yang berkembang justru kepercayaan tariqat, yang ajarannya cenderung bersifat nafsi-nafsi. ”Maka, sungguh menyedihkan. Kita mendapati masjid dan mushalla yang ada di sini, sepi dari jamaah. Masjid baru terlihat ramai pada saat hari Jumat saja,” terang pria yang pernah aktif di PII dan IPM ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said optimis, dakwahnya di Raja Ampat bakal berjalan lancar. Dalam benaknya, berdakwah di kampung halaman, tempat dirinya dilahirkan, tentu akan lebih mudah. Apalagi, dia putra Kepala Suku Misool, Muhammad Husen Tafalas. Jelas, statusnya itu punya pengaruh cukup besar di tengah-tengah masyarakatnya. Dia juga sudah mengenal kultur masyarakatnya. Jadi, apa susahnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyatanya tidak demikian. Mula-mula, Said harus berhadapan dengan beratnya medan. Kapal yang melayari daerah ini cuma satu, yaitu kapal perintis dari Seram (Maluku) yang jangka waktunya sebulan sekali. Itu artinya, komunikasi dan hubungan dengan dunia luar sangat terbatas. Sementara kalau ingin mengisi dakwah di kampung (desa) lain, yang berada di pesisir dan pelosok yang merupakan kantong–kantong Islam seperti kampung Atkari, Folle, Gamta, Lilinta, Yellu, Fafanlap, Kaerepop, dan Harapan Jaya, harus menggunakan long boat yang biaya sewanya sangat mahal, antara Rp 10 juta – Rp 25 juta sekali pakai!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum lagi kendala cuaca. Ombak dan angin cukup kencang. Sehingga wajar, kalau di daerah–daerah Muslim itu, justru yang lebih sering datang adalah para misionaris. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka pergi pulang dengan pesawat Cesna setiap saat. Bahkan kantong utama Muslim di Misool telah dijadikan sebagai pusatnya di Raja Ampat. Padahal dulu, daerah ini merupakan kantong umat Islam terbesar setelah Salawati dan Waigeo. Bahkan dakwah Islam di semenanjung Papua bermula dari sini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesempatan Berharga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun tantangan alamnya berat, Said bertekad suatu saat akan mengunjungi penduduk yang tinggal di pulau-pulau terpencil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Maha Mendengar! Satu hari, Bupati Raja Ampat, Drs. Marcus Wanma, M.Si, mengadakan kunjungan ke daerah-daerah pesisir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa buang waktu, Said mendatangi Bupati. “Pak Bupati, saya mau numpang ke Sorong, bisa tidak,“ kata ayah empat anak ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di luar perkiraannya, Bupati yang beragama Nashara itu mengabulkan permintaan Said. Tidak saja ke Sorong, bahkan mempersilakannya ikut keliling dari pulau ke pulau, selama beberapa hari. Kesempatan itu dimanfaatkan secara baik oleh Said untuk mengunjungi kampung-kampung Muslim di Yellu, Harapan Jaya, dan Folle. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said menaruh harapan besar, kelak dia punya alat tranportasi sendiri, sehingga setiap saat bisa menyambangi umatnya itu. Dengan begitu dia yakin, kelak Islam bisa jaya kembali di daerah ini. “Seperti pada masa lalu,” katanya optimis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said menyadari, semua kerja dan cobaan di atas tidak luput dari pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). “Allah sungguh-sungguh bersama para pembela agamanya di manapun. Maka, insya Allah, ke depan, di samping akan melanjutkan kegiatan yang sudah ada, kami upayakan menembus kawasan-kawasan terisolir dimana kaum Muslimin tinggal,“ ungkap pria yang saat ini diberi amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah Irian Jaya barat yang membawahi sejumlah daerah seperti Fak-Fak, Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Bintuni, Kaimana dan Kabupaten Raja Ampat ini. Semoga. *Ali Athwa/Suara Hidayatullah MARET 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-3677421217424072214?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3677421217424072214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/3677421217424072214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/dakwah-berliku-anak-kepala-suku.html' title='Dakwah Berliku Anak Kepala Suku'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-2767486711383380555</id><published>2011-06-12T08:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T05:50:12.395-07:00</updated><title type='text'>Mujahid Dakwah Penakluk Rimba Papua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sempat pula panah beracun yang berasal dari salah satu suku asli Papua menghujani rombongan Ustadz Fadhlan, saat mendatangi mereka untuk pertama kalinya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pria berkulit gelap, berjambang lebat, berpenampilan ala Sunan Wali Sembilan, tampak tengah menjadi pusat perhatian.  Setiap orang yang berada didekatnya hampir pasti mencium semerbak aroma kayu cendana yang khas itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dialah Ustadz Fadhlan Garamatan. Mujahid Dakwah ’penakluk’ rimba Papua yang mayoritas beragama Kristen itu tengah didaulat sebagai pemateri utama dalam sebuah acara talkshow bertajuk ”Dakwah Syari’ah Menuju Rimba Papua” di gelaran Islamic Book Fair 2009, Jl. Braga 129 Bandung pertengahan Mei 2009 lalu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bicaranya lembut, dengan bahasa Indonesia yang fasih. Wawasannya luas dengan penjiwaan yang tenang dan tegas. Gaya orasinya sungguh memukau peserta yang hadir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1980-an awal mula Ustadz Fadhlan berdakwah di Papua, mengikuti kedua orangtuanya. Spirit yang dibangun yakni support dari ayah dan ibundanya untuk terus menanamkan nilai Islam di tanah Papua. Namun, ketika orangtuanya meninggal, Fadhlan sempat berhenti berdakwah karena harus melanjutkan sekolah di luar Papua, yaitu di Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep yang mendasari Fadhlan untuk terus mendakwahkan Islam sangat luar biasa. ”Ketika muncul Islam, harus muncul kecerdasan. Ketika muncul Islam, harus muncul perubahan  dan ketika muncul Islam, harus muncul peradaban,” ujar Ustadz yang juga merupakan Ketua umum yayasan Al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, tambah Ustadz Fadhlan, di tanah Papua yang dulunya suka berperang, jarang mandi, mabuk dan perbuatan yang dilarang lainnya, sekarang masyarakatnya sudah mulai beradab dan bisa menjaga diri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadz yang sudah meng-Islamkan sebagian besar kepala suku di pedalaman Papua ini mengatakan bahwa  pola dakwah yang ia terapkan selama ini tidak pernah terbayang dalam benak masyarakat kota. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya faktor misi kristenisasi kaum nashara dan apatisme para kepala suku yang kerap memberikan stigma kepada  mereka (Fadhlan dan rekan lainnya) sebagai bukan orang Irian. Namun juga, ganasnya alam Papua menjadi tantangan sendiri dalam menjalankan misi dakwah di Provinsi paling Timur Republik ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat pula panah beracun yang berasal dari salah satu suku asli Papua menghujani rombongan Ustadz Fadhlan, saat mendatangi mereka untuk pertama kalinya. ”Saya sempat tersungkur, kedua lengan dan kaki ditembus empat panah beracun. Saya memohon kepada Allah SWT untuk tidak dicabut nyawa sebelum suku tersebut menjadi muslim,” ujarnya mengenang sambil memperlihatkan bekas luka yang terdapat di kedua tangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh luar biasa perjalanan dakwah Ustadz Fadhlan dan tim dakwahnya. Di satu kesempatan, bahkan ustadz alumnus fakultas ekonomi sebuah universitas di Makassar ini, bersama tim harus melakukan shalat fardhu berjamaah di atas panggung yang di bawahnya berseliweran kawanan babi peliharaan masyarakat asli Papua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapal Laut untuk Dakwah &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas dakwah Islamiyah di Papua tampaknya akan semakin meningkat. Tak lama lagi, yayasan Al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) akan memiliki kapal laut yang mampu menampung 20 penumpang dan membawa beban seberat 10 ton, hasil dari wakaf masyarakat yang bisa digunakan untuk syiar Islam. "Ini rahmat dari Allah SWT. Selama ini, kami harus menyewa kapal dan boat yang harganya sangat mahal agar bisa berdakwah,” terang Fadhlan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya fasilitas tersebut  tentu saja  akan sangat memudahkan para da’i untuk bersilaturahim, sekaligus melaksanakan misi dakwah di Papua. Selain itu Fadhlan berharap, perekonomian umat Muslim di Papua pun bisa turut meningkat. "Insya Allah, dengan memiliki kapal laut sendiri, kita bisa lebih mudah bersilaturahim dengan saudara-saudara kita di berbagai pelosok di Papua," ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama lebih kurang 10 tahun terakhir, diakui Fadhlan, masalah transportasi merupakan kendala terberat dalam menyebarkan agama Allah SWT di bumi Papua. ”Terkadang, kita harus berhari-hari mengarungi laut dengan perahu. Belum lagi harga bensin di Papua yang semakin ke pedalaman harganya kian mahal," tutur ustadz kelahiran Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua 42 tahun silam ini.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memulai dari Kebersihan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beragam cara unik dalam berdakwah ditempuh Fadhlan. Salah satunya adalah dengan memulai dari sifat kebersihan. ”Kita perkenalkan tata cara mandi yang sebenarnya. Setelah itu kita menutup aurat mereka, lalu kita melakukan tindakan pengislaman,” ujar ayah satu putra ini.  Saat pergi shalat, lalu takbir di lokasi dakwah, mereka bertanya kepada Fadhlan, 'Kenapa angkat tangan, kenapa sujud?'. ”Saya menjelaskan bahwa agama kami Islam. Kami mengangkat tangan artinya menyerahkan seluruh jiwa dan raga kami kepada Tuhan Allah, sehingga kami menyebut Allah Maha Besar. Kami ini tidak ada artinya,” ungkap suami dari Sri Ratu Fiftien Irjani ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar tahun 2006, setelah masyarakat Papua yang muslim semakin banyak, diciptakanlah sebuah program yang dinamakan 5M-1A (Memiliki, membaca, menghayati, memahami, mengamalkan Alquran- 1 kampung 1 Alquran). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kemudian, setelah terkumpul wakaf Alquran, kami jadikan 1 rumah 1 Alquran. Selanjutnya, jika tercapai wakaf Alquran sebanyak 55 ribu eksemplar Alquran, menjadi 1 orang 1 Alquran,” ujarnya sembari menyampaikan ajakan untuk berwakaf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesan moral yang disampaikan Ustadz Fadhlan begitu menggugah. Tujuan berdakwah menurutnya adalah mencari keridhaan Allah SWT. ”Setiap nilai yang didakwahkan adalah kebaikan. Kebaikan diri, keluarga, dan lingkungan. ”Irian adalah negeri muslim yang merupakan bagian bangsa Indonesia yang harus diperjuangkan dan dipertahankan eksistensinya, dan harus diistiqomahkan ke-Islaman dan kesejahteraannya,” ungkap Fadhlan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengingatkan agar setiap orang tulus dalam berdakwah seperti Rasulullah. ”karena orang yang tulus dan mempunyai kemampuan akan diberikan kelapangan dan kemudahan oleh Allah SWT,” ungkap Fadhlan menutup pembicaraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DEDY AHMAD SHOLEH/ALHIKMAH&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-2767486711383380555?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/2767486711383380555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/2767486711383380555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/mujahid-dakwah-penakluk-rimba-papua.html' title='Mujahid Dakwah Penakluk Rimba Papua'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908952959913306715.post-1678929501754342207</id><published>2011-06-06T02:59:00.001-07:00</published><updated>2011-06-06T02:59:50.526-07:00</updated><title type='text'>BISMILLAH</title><content type='html'>bISMILLAAH...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908952959913306715-1678929501754342207?l=indo-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/1678929501754342207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908952959913306715/posts/default/1678929501754342207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indo-islam.blogspot.com/2011/06/bismillah.html' title='BISMILLAH'/><author><name>Ziadatan Rizqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14906621369089478024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
